Senin, 24 November 2014

News / Regional

Kaki Lumpuh, TKI Asal Bulukumba Mengaku Diusir

Kamis, 20 September 2012 | 15:30 WIB

BULUKUMBA, KOMPAS.com - Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Fina bin Rahman (35), warga asal Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan mengaku diusir dari tempat kerjanya setelah kedua kakinya mengalami lumpuh sejak sebulan terakhir.

Ibu dua orang anak itu mengaku tiba-tiba tidak dapat menggerakkan kakinya setelah keseleo saat berlari menghindari seekor ular di perkebunan kelapa sawit, milik perusahaan Hibumas 1, Sadakan, Malaysia Timur.

"Saat itu saya tengah bekerja di perkebunan kelapa sawit, karena saya melihat seekor ular sehingga saya berlari, tiba-tiba pergelangan kaki saya keseleo dan tidak bisa digerakkan sampai saat ini," ujar Fina, kepada wartawan saat bertandang ke rumahnya pada Kamis (20/9/2012).

Kendati Fina ditemani oleh sang suami, Kahar (37) mengadukan peristiwa yang dialaminya ke pihak perusahaan tempat dirinya bekerja, namun pihak perusahaan hanya menyuruhnya berobat di klinik milik perusahaan itu sendiri. Sebulan berlalu dan tidak kunjung sembuh, Fina yang hanya diberi penghilang rasa sakit dari klinik perusahaan itu, malah diusir oleh pemilik perusahaan kebun untuk pulang ke kampung halamannya di Bulukumba tanpa diberi biaya sepersen pun.

"Saya diusir sama bos, katanya sudah tidak bisa kerja lagi. Selama berobat, pihak perusahaan tidak memberikan sepersen pun biaya pengobatan, apalagi biaya ongkos pulang. Semuanya biaya dari uang pribadi," jelas Fina melemas.

Fina yang mengaku digaji sebesar Rp 45 ribu per hari itu pulang ke kampung halamannya bersama suaminya. Selama di kampung halamannya, Fina terpaksa mengobati kedua kakinya yang tak berfungsi itu dengan ramuan tradisional seperti marica dan jahe yang ditumbuk lalu dikompreskan ke kakinya.

Fina berharap, kedua kakinya bisa sembuh dan dapat kembali bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, khususnya untuk kedua anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Kendati Fina telah diusir oleh pemilik kebun sawit, namun Fina berencana tetap akan kembali ke perusahaan tersebut jika kedua kakinya pulih seperti sedia kala. "Semoga saja kedua kaki saya lekas sembuh, biar bisa kembali ke Malaysia untuk mencari nafkah. Semoga saja bos saya bisa menerima kami lagi," ungkapnya.

Dirinya terpaksa kembali ke Malaysia, karena ia dan suaminya tidak memiliki pekerjaan di kampung halaman sendiri.

"Di sini mau kerja apa, tidak ada pekerjaan di kampung kami. Jalan satu-satunya kembali ke Malaysia," katanya.


Penulis: Kontributor Bulukumba, Rini Putri
Editor : Farid Assifa