Sabtu, 22 November 2014

News /

TRAGEDI

Kakak Beradik Tewas Setelah Hilang 5 Hari

Rabu, 26 September 2012 | 04:42 WIB

PALEMBANG, KOMPAS - Sepasang bocah kakak beradik ditemukan tewas dengan luka parah pada beberapa bagian tubuh di lahan semak belukar Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarami, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (25/9).

Melihat kondisi jenazah, polisi menduga mereka adalah korban pembunuhan setelah dilaporkan hilang lima hari sebelumnya.

Keduanya diidentifikasi bernama Mayang Dianti (11) dan Rezi Triansyah (2,5). Jenazah anak pertama dan ketiga pasangan Zamasari dan Erli Yulianti itu ditemukan saling berimpit di balik rumpun bambu.

Kondisi jenazah telah membusuk dan dipenuhi belatung. Lokasi penemuan tidak sampai 1 kilometer dari rumah mereka.

Petugas Forensik Kepolisian Resor Kota Palembang, Iwan, menduga keduanya tewas Jumat lima hari lalu atau pada hari saat korban dilaporkan hilang. Perkiraan ini didasarkan dari kondisi jenazah.

Motif perampasan motor

Kepala Polsek Sukarami Komisaris Polisi Imam Tarmudi mengatakan, motif pembunuhan untuk sementara ini diduga perampasan sepeda motor. Dugaan ini mencuat karena sepeda motor jenis Honda Scoopy berwarna putih yang dikendarai korban saat dilaporkan hilang tidak ditemukan di lokasi. Sepeda motor itu masih baru dan belum dilengkapi nomor polisi.

”Tapi motifnya masih bisa berkembang. Penyelidikan masih terus dilakukan,” katanya.

Mayang yang duduk di kelas VI sebuah SD dan Rezi yang belum bersekolah itu pernah dilaporkan hilang ke pihak kepolisian pada Jumat pekan lalu. Keduanya terakhir terlihat Jumat siang saat akan mengantarkan anak kedua Zamasari berangkat sekolah dengan sepeda motor yang baru saja dibeli keluarga itu. Namun, hingga Jumat petang, keduanya tidak juga pulang ke rumah.

”Kami lapor ke polisi Jumat malam dan langsung mencari ke mana-mana. Tapi tidak ada tanda-tanda keberadaan mereka,” demikian penjelasan nenek korban, Sandra (60).

Keluarga menduga mereka menjadi korban penculikan. Namun, selama keduanya menghilang, tidak ada permintaan tebusan ataupun ancaman.

Baru dua hari kemudian, tepatnya hari Minggu, salah seorang kerabat korban menerima layanan pesan singkat (SMS) yang menyebutkan kedua anak tersebut tidak perlu lagi dicari karena sudah dibunuh. SMS yang tidak diketahui pengirimnya itu juga mengatakan jenazah keduanya dibuang di rumpun bambu di lahan kosong.

SMS itu menjadi petunjuk bagi petugas kepolisian dan keluarga mencari di lahan-lahan kosong di sekitar tempat tinggal mereka.

Peristiwa sadis ini menggemparkan warga Sukarami, Palembang. Lokasi penemuan dipadati ratusan warga saat petugas melakukan evakuasi.

Keluarga korban berharap polisi segera menangkap pelaku dan menjatuhkan hukuman seberat- beratnya. (IRE)


Editor :