Minggu, 21 September 2014

News / Megapolitan

Konflik Antarkampung di Cilandak, Binmas Turun Tangan

Rabu, 21 November 2012 | 03:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comPengeroyokan yang menyebabkan hilangnya nyawa Febri Fajar (16), remaja yang tinggal di Jalan Madrasah, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (18/11/2012) subuh, merupakan salah satu contoh imbas perseteruan berkepanjangan antarkampung. Ditemui di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kepala Satbinmas Polres Ajun Komisaris Besar Dri Hastuti menjelaskan, pihaknya akan mencoba mengatasi konflik berkepanjangan yang memicu dendam antarpemuda dan remaja yang sebenarnya bertetangga secara wilayah.

"Penyebab perseteruan antarkampung biasanya sederhana. Dari ejek-ejekan kemudian berlanjut ke perkelahian kecil," terang Dri Hastuti didampingi Wakil Kepala Satbinmas Komisaris Nalih B Samir.

Perkelahian kecil-kecilan itu kemudian memunculkan dendam pada pihak korban. Selanjutnya, ada upaya membalas dengan melakukan penyerangan. Tuti menjelaskan, karena perseteruan awal ini tak kunjung mendapat perhatian, konflik berkembang panjang ke generasi berikutnya.

"Karena itu, perlu upaya untuk memutus mata rantai dendam ini dengan mempertemukan para tokoh masyarakat dari pihak yang bertikai," lanjut Tuti.

Lantaran perseteruan antarkampung merupakan bentuk gangguan kamtibmas, kepolisian pun berinisiatif memediasi pihak-pihak yang berkonflik. Contoh tersebut sudah diterapkan di wilayah konflik Pasar Rumput-Menteng Tenggulun.

"Pasar Rumput sama Menteng itu kan sudah lama banget. Kita pertemukan semuanya untuk berbicara secara tuntas. Warga diajak berpikir bersama di atas kali. Hasilnya, sekarang sudah sangat berkurang kan," ujar Tuti.

Hal sama akan dilakukan di wilayah Cilandak. Perseteruan antarwarga di Jalan Madrasah, Jalan H Batong, dan Jalan Kirai telah menyebabkan pembunuhan sadis atas Febri. Remaja itu dibantai secara brutal dalam serangan kelompok lawan pada Minggu subuh.

Untuk menghindari jatuhnya korban serupa sekaligus penahanan anak bawah umur akibat pengeroyokan dan pembunuhan, sudah saatnya kepolisian memediasi konflik antarkampung. Contoh di Pasar Rumput perlu diterapkan di Cilandak dan wilayah konflik antarkampung lainnya agar nyawa manusia tak lagi hilang secara sia-sia.


Penulis: Imanuel More
Editor : A. Wisnubrata