Kamis, 30 Oktober 2014

News / Megapolitan

Brimob Datangi Polsek Senen, Polisi Koordinasi dengan Pimpinan

Sabtu, 26 Januari 2013 | 02:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi masih menelusuri kedatangan anggota Brimob ke Polsektro Senen, Jakarta Pusat, Kamis (24/1/2013) malam. Kedatangan anggota Brimob ini diketahui karena ingin melihat pelaku pengeroyokan Aiptu I Wayan Kantun Mandar, seorang anggota satuan Brimob Sektor Kwitang. Pengeroyokan terjadi pada Kamis.

"Para anggota Brimob ingin melihat pelakunya diperiksa," ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, Jumat (25/1/2013).

Kedatangan para anggota Brimob tersebut sempat ditahan oleh pihak penyidik. Namun penyidik tersebut justru dipukul oleh anggota Brimob. Sebelumnya mereka juga sempat memukul para pelaku pengeroyokan Aiptu Wayan. Menurut Rikwanto, kejadian ini sudah diberitahukan kepada pimpinan para anggota Brimob tersebut.

"Pelakunya memang belum ketemu, tapi sudah ada koordinasi dengan pimpinannya," kata Rikwanto.

Pengeroyokan Aiptu Wayan bermula saat ia hendak menyeberang di bawah flyover Senen, Jakarta Pusat, Kamis pagi. Sekitar pukul 07.30, Wayan yang saat itu tengah bebas tugas dan mengenakan baju batik tak menyadari kedatangan sepeda motor yang dikemudikan Jinimson.

Akibatnya, tangan kanan Wayan tertabrak dan ponsel yang tengah digenggamnya terjatuh dan hancur berserakan. Tangan dan kaki kanannya juga terluka. Setelah menabrak, pengendara sepeda motor itu langsung kabur.

Wayan pun melanjutkan perjalanannya dan melihat motor yang menabraknya tengah terparkir di samping gedung Grand Theater, Senen. Wayan kemudian menegur pelaku untuk meminta pertanggungjawaban. Keduanya terlibat cekcok. Setelah itu, Wayan melaporkan kejadian tersebut ke Polsubsektor Senen.

Setelah melapor, Wayan kembali ke lokasi kejadian bersama beberapa petugas kepolisian. Saat itulah korban dikeroyok oleh massa. "Saya mau minta pertanggungjawaban, malah dikeroyok. Untung saya sama petugas lainnya," ujar pria berusia 46 tahun tersebut.

Seusai pengeroyokan tersebut, tiga pedagang kaki lima bernama Jinimson, Andri Hutapea, dan Tulus Hutapea diamankan petugas kepolisian.


Penulis: Lariza Oky Adisty
Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo