Sabtu, 1 November 2014

News / Megapolitan

Aborsi Bagian Gaya Hidup Remaja

Kamis, 31 Januari 2013 | 16:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus aborsi kembali mencuat setelah sepasang kekasih berinisial ID (25) dan YH (18) ditangkap oleh warga Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur. Menurut Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait, hal tersebut dipengaruhi oleh gaya hidup bebas yang dianggap remaja sebagai suatu kebanggaan.

"Dalam kasus aborsi yang semakin marak belakangan ini dilakukan remaja salah satu faktor pendorongnya adalah gaya hidup bebas saat ini, yang menurut remaja wajib diikuti. Misalnya saja dengan melakukan seks bebas yang dianggap sebagai gaya hidup," ujar Arist, Rabu (30/1/2013), di kantor Komnas PA, Jalan TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur.

Aborsi, kata dia, merupakan salah satu kejahatan pidana karena seseorang telah sengaja menghilangkan nyawa orang lain. Berdasarkan data yang dihimpun Komnas PA, tercatat 86 remaja yang melakukan aborsi pada 2011, dan di tahun 2012 meningkat menjadi 121 orang.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus aborsi terungkap baru-baru ini setelah sepasang kekasih berinisial ID (25) dan YH (18) ditangkap oleh warga Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur, dan diserahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur, Selasa (29/1/2013). ID kepergok warga tengah mengubur jasad janin hasil hubungan gelapnya dengan YH.

Setelah diperiksa, terungkap bahwa ID dan kekasihnya YH melakukan aborsi tersebut di sebuah hotel di Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa dini hari. Jasad janin itu sempat disimpan di semak-semak tepi Kali Ciliwung, dekat lokasi penguburan jasad jabang bayi malang tersebut.


Penulis: Firly Anugrah Putri
Editor : Ana Shofiana Syatiri