Kamis, 21 Agustus 2014

News / Megapolitan

Sambut Imlek, Lilin Jumbo dan Buddha Rupang Mulai Disiapkan

Selasa, 5 Februari 2013 | 05:32 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Menyambut tahun baru Imlek pada tanggal 10 Februari 2013, beberapa wihara mulai membersihkan tempat ibadahnya. Di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Vihara Dharma Bhakti, Dharma Sakti, dan Hui Tek Bio sedang dibenahi dengan dicat ulang pada bagian-bagian wihara supaya terlihat indah.

Dari depan Vihara Dharma Bakti terdapat empat orang yang sedang mengecat tempat untuk memasang dupa. Tiga warna dalam beberapa kaleng diletakkan di dekat mereka. Warna tersebut terdiri dari warna merah, kuning, dan hijau. Warna tersebut memang lekat dengan ornamen di wihara. Pengecatan sudah dilakukan sejak akhir Desember tahun lalu. Karena area wihara yang cukup luas, pengurus wihara membutuhkan waktu agak lama untuk membenahi tempat sembahyang maupun tembok dan teralis wihara supaya terlihat bersih.

Memasuki area dalam wihara, juga terdapat beberapa orang yang sedang merapikan alat-alat sembahyang, seperti tempat lilin, tempat dupa, serta kain-kain percak berwarna putih. Alat-alat ini juga dibersihkan karena sempat terkena banjir beberapa waktu lalu.

Suherman, salah satu pengurus Vihara Dharma Bakti, mengatakan, saat banjir pada pertengahan Januari lalu, wihara tersebut dilanda banjir setinggi 1,2 meter. Banyak sekali alat-alat sembahyang yang terendam banjir selama enam hari. Air banjir di wihara tersebut kering setelah ada bantuan alat pompa air. Jika tidak menggunakan pompa, kemungkinan air akan surut dalam waktu sembilan hari.

Tak hanya alat-alat sembahyang yang terlihat dibenahi menyambut tahun baru Imlek. Pengurus wihara juga mulai memandikan Buddha Rupang atau yang lebih dikenal dengan sebutan patung dewa sejak Minggu (3/2/2013). Di wihara tersebut terdapat ratusan Buddha Rupang yang dapat dihormati oleh umat.

Selain itu, persiapan lain yang mulai terlihat adalah lilin besar seberat 300 kilogram mulai diantarkan ke dalam wihara. Lilin tersebut merupakan milik umat untuk dinyalakan pada malam tahun baru. Setiap orang yang ingin menyumbangkan lilin untuk wihara harus memberikannya sebanyak satu pasang.

Slamet, salah satu kurir penjual lilin, mengatakan, pesanan lilin jumbo memang selalu banyak menjelang tahun baru Imlek. Tahun ini terdapat 20 pasang lilin yang akan disimpan di Vihara Dharma Bhakti. Lilin tersebut merupakan pesanan perorangan yang diserahkan kepada wihara.

"Kalau untuk harganya saya kurang tahu, itu urusan bos saya. Tapi, memang kalau diperkirakan bisa di atas Rp 5 juta per pasang," kata Slamet.

Lilin tersebut umumnya dibeli oleh umat wihara yang hidupnya berkecukupan. Lilin tersebut akan dinyalakan tepat pukul 24.00 WIB pada pergantian tahun baru Imlek.


Penulis: Alfiyyatur Rohmah
Editor : Laksono Hari W