Jumat, 31 Oktober 2014

News / Megapolitan

Rumah Baru Terus Dibangun di Taman Burung Daerah Pluit

Sabtu, 16 Februari 2013 | 03:16 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com — Di tengah upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan normalisasi fungsi Waduk Pluit, hunian-hunian baru terus bermunculan di Taman Burung, di sisi barat waduk. Wilayah yang sebelumnya dipenuhi pepohonan itu perlahan-lahan telah berganti bangunan.

"Semua rumah di sini masih baru, masih dalam hitungan dua tahun," terang Tini (28), warga Taman Burung, Pluit Timur, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat (15/2/2013) petang.

Tini menjelaskan, lokasi tempat tinggalnya belum dibagi dalam wilayah RT dan RW lantaran tergolong lahan bermasalah. Ia dan keluarganya menetap di lokasi tersebut sejak 2011 setelah melihat sejumlah warga membangun hunian di sisi barat Waduk Pluit. Walau sudah mendengar informasi akan adanya normalisasi waduk ataupun program relokasi ke Rusun Marunda, Tini mengaku tidak ingin pindah.

Iin (26), ibu dua anak, masih tergolong warga baru di Taman Burung. Ia dan keluarganya baru pindah ke kawasan yang terletak di belakang The Koppel dan Ploeit Centrale itu pada Desember 2012. "Baru masuk bulan ketiga di sini. Baru pindah, eh langsung kena banjir," kata Iin santai menjelaskan banjir yang terjadi pada akhir Januari lalu. Dikatakan Iin, ia dan suaminya yang berprofesi sebagai sopir angkot mengikuti para tetangganya yang pindah ke lokasi tersebut. Mereka adalah warga RW 17 Muara Baru yang terletak di sisi Timur waduk. Lokasi itu dinilai sudah tidak ideal lantaran sudah dipadati hunian dan terletak di atas rawa atau lahan waduk.

"Kalau di sini tanahnya keras, makanya pada bangun rumah permanen," kata Hasyim, warga Taman Burung lainnya.

Sejauh pengamatan Kompas.com, ada sekitar 20 rumah yang saat ini dalam proses dibangun. Di beberapa lokasi malah telah terlihat berbentuk fondasi yang siap dibangun menjadi rumah baru. Sejumlah hunian berbentuk petakan pun terlihat baru selesai dibangun dan belum memiliki penghuni.

Di lokasi ini sempat muncul gejolak lantaran berkembang isu akan terjadi penggusuran. Saat disambangi petang kemarin, warga terlihat beraktivitas normal walaupun beberapa hari terakhir sempat terlibat ketegangan dengan petugas.


Penulis: Imanuel More
Editor : Egidius Patnistik