Jumat, 24 Oktober 2014

News / Megapolitan

PKL di Pasar Minggu Tetap Bertahan

Sabtu, 2 Maret 2013 | 01:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Sudin Koperasi dan UKM Jakarta Selatan Nurjannah mengatakan, pihaknya masih mencari solusi yang tepat penataan pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Para PKL di Pasar Minggu menolak direlokasi di tempat yang baru di belakang terminal. Selain tak strategis, para PKL mengatakan, harga sewa di tempat baru terlalu mahal.

"Kita masih mencari titik mana yang bisa jadi rumah PKL di Jakarta Selatan ini. Lokasi yang tepat tidak akan merugikan para pedagang dan tidak mengganggu ketertiban lalu lintas," kata Nurjannah, Jumat (1/3/2013).

Data Suku Dinas Komunikasi, Informasi dan Kehumasan Kota Administiasi Jakarta Selatan pada 2012 menyatakan, ada 2.508 lokasi rawan PKL. Saat ini, sebanyak 1.287 di antaranya telah ditata. Penataan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Gubernur dan Wakil Gubernur Pemprov DKI Jakarta. Instruksi ini bertujuan menata PKL yang kerap tumpah ruah di bahu jalan dan menimbulkan kemacetan.

"Mereka kan inginnya menjemput para calon pembeli. Sekarang sudah ada pembenahan, mudah-mudahan pedagang mulai menempatinya perlahan," ujar Nurjannah. Kawasan Pasar Minggu sendiri memang dikenal sebagai kawasan yang semrawut. Membludaknya PKL hingga ke badan jalan berdampak pada kemacetan lalu lintas dan lingkungan yang kurang bersih.


Penulis: Alsadad Rudi
Editor : Hindra