Minggu, 23 November 2014

News /

KEPEGAWAIAN

Kota Tangsel Kekurangan Pegawai

Jumat, 15 Maret 2013 | 03:29 WIB

Tangerang Selatan, Kompas - Dudung E Diredja, Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan di Serpong, Banten, Kamis (14/3), mengungkapkan, mereka masih kekurangan ribuan pegawai. Akibatnya, beberapa kegiatan birokrasi dan pemerintahan di kota itu terhambat.

”Salah satu kendala kami adalah sumber daya manusia. Pegawai di Tangsel itu masih sangat kurang, terutama yang struktural, yang bisa mengeksekusi penggunaan APBD,” katanya.

Dudung menambahkan, pihaknya telah melakukan analisis kebutuhan pegawai. Hasilnya, Tangerang Selatan (Tangsel) masih kurang 6.000-7.000 pegawai. Saat ini, Tangsel baru memiliki sekitar 5.000 pegawai.

”Itu pun komposisinya sebagian besar tenaga pengajar dan tenaga kesehatan. Adapun yang struktural hanya sekitar 1.800 orang,” katanya.

Dudung mengatakan, pihaknya telah mengusulkan perekrutan 7.000 orang untuk mengisi kekosongan pegawai di Tangsel.

Secara terpisah, Ketua Komisi I DPRD Tangsel Iwan Rahayu mengatakan, pemerintah kota jangan hanya melihat pada peningkatan kuantitas pegawai, tetapi harus berupaya meningkatkan kualitas pegawai yang ada.

”Jangan hanya bicara kuantitas, tetapi yang penting kualitas. Ini adalah tugas badan kepegawaian daerah untuk meningkatkan kualitas pegawai yang ada,” kata Iwan.

Menurut Iwan, saat ini masih ada moratorium perekrutan pegawai baru sehingga sulit untuk memenuhi jumlah pegawai. Untuk itu, opsi yang harus ditekankan adalah peningkatan kualitas pegawai.

”Saya kira tenaga yang ada saat ini masih bisa asalkan kinerjanya bisa ditingkatkan,” ujar anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Iwan mengingatkan, penambahan pegawai jangan sampai justru membebani APBD yang tahun ini mencapai Rp 1,7 triliun. ”Jangan sampai nanti penambahan pegawai malah membuat APBD lebih banyak untuk menggaji pegawai, sementara untuk rakyat atau pembangunan malah berkurang,” ucap Iwan. (RAY)


Editor :