Kamis, 24 April 2014

News / Megapolitan

Perampok Nasabah Bank Dibekuk di Jakarta Timur

Jumat, 29 Maret 2013 | 16:17 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com- Setidaknya sejak Februari, aparat Polres Jakarta Timur mulai memperoleh petunjuk terkait kawanan perampok nasabah bank di wilayah Jakarta Timur.

Dari sejumlah laporan perampokan itu diketahui pelakunya berasal dari satu kawanan. Dalam pekan ini, dua dari 15 pelaku kawanan perampok itu diringkus Resmob Polres Jakarta Timur.

Satu orang bernama Muhi, ditangkap di Cikarang, Jawa Barat. Satu lagi adalah Hoderi alias Dori (27) yang tewas ditembak aparat polisi saat diringkus di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Jaktim, Jumat (29/3/2013) dini hari.

Kepala Polres Jaktim Komisarin Besar Mulyadi Kaharni, mengatakan, perampokan nasabah bank cukup marak terjadi sejak bulan Januari hingga sekarang, terutama nasabah bank dari kalangan pegawai SPBU.

Dari kasus-kasus itu, anggota kepolisian Polres Jaktim mengidentifikasi pelakunya adalah satu kawanan perampok.

Petunjuk kemudian diperoleh dari aksi perampokan di depan SPBU Pondok Bambu pada akhir Februari.

Saat itu seorang pegawai SPBU sedang berjalan kaki membawa uang setoran SPBU sebesar Rp 100 juta lebih untuk disetorkan ke bank terdekat.

Dari kamera CCTV, diidentifikasi seorang pelaku yang mengamati kebiasaan pegawai SPBU menyetorkan uang SPBU ke bank.

"Dari situ kami kembangkan laporan-laporan perampokan di wilayah Jakarta Timur. Diketahui modusnya hampir sama," jelas Mulyadi. Sejak itu, katanya, anggota Polres Timur mengembangkan kasus-kasus perampokan di Jakarta Timur untuk menangkap pelakunya.

Sementara Polres Jaktim juga melakukan sosialisasi kepada para pengusaha agar mau menggunakan pengawalan dari kepolisian jika ingin menyetor uang ke bank. Untuk itu, tak ditarik bayaran apa pun.

Baru pada awal pekan kemarin, terjadi lagi perampokan nasabah Bank BCA Cabang Buaran yang dirampok di Cakung. Pada peristiwa itu, seorang pelaku berhasil diringkus.

Dari pelaku itu kemudian dikembangkan jaringan kawanannya. Dari pengembangan itu, Resmob Polres Jaktim menangkap Muhi di Cikarang. Diketahui Muhi bertugas sebagai pembuat denah perampokan.

Kemudian Resmob Polres Jaktim menyasar eksekutor dalam kawanan itu yaitu Dori. Dalam kawanan itu, Dori tak hanya menjadi eksekutor yang tega melukai korban dengan pistol maupun golok, tetapi juga pengatur strategi dan kawanannya yang akan dilibatkan dalam perampokan itu.

Sejauh ini, kata Mulyadi, ada 15 orang yang terlibat dalam kawanan Dori dan Muhi CS. Setiap uang hasil kejahatan yang diperoleh ditransfer Dori ke keluarganya di daerah Jawa Timur.

"Sekarang, anggota kami juga sedang bergerak ke Jawa Timur untuk mengungkap tuntas kasus ini," jelas Mulyadi.

Mulyadi memperikirakan, sejak Januari hingga sekarang setidaknya uang hasil perampok yang dilakukan kawanan ini tak kurang dari Rp 1,6 miliar.

Perhitungan hasil perampokan itu diperoleh dari 6 aksi perampokan nasabah yang terjadi di Jaktim. Salah satunya yang cukup besar adalah perampokan nasabah bank dari pegawai SPBU Rawamangun yang membawa uang setoran Rp 636 juta.


Penulis: Madina Nusrat
Editor : Tjahja Gunawan Diredja