Selasa, 2 September 2014

News / Megapolitan

RS Harapan Bunda: Telunjuk Edwin Lepas Sendiri

Kamis, 11 April 2013 | 15:50 WIB

Terkait

JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Rumah Sakit Harapan Bunda, Jakarta Timur, membantah salah satu dokternya menggunting telunjuk kanan pasiennya, Edwin Timothy Sihombing (2,5 bulan). Pihak rumah sakit menegaskan, jaringan ujung telunjuk Edwin telah mati dan terlepas dengan sendirinya sehingga harus diambil dokter.

"Tidak ada pemotongan jari, yang benar yaitu jaringan mati sudah terlepas dengan sendiri di dalam kasa sehingga perlu diambil," ujar Dian Kristiana, Marketing dan Humas RS Harapan Bunda di kantornya, Kamis (11/4/2013) siang.

Dian menjelaskan, pasien atas nama Edwin Timothy Sihombing datang ke Rumah Sakit Harapan Bunda pada 20 Februari 2013 dalam keadaan fisik secara umum yang buruk. Kemudian, dokter memberikan obat antikejang melalui dubur ke Edwin hingga membaik.

Dokter kemudian memindahkannya ke ruang rawat inap. Pada 26 Februari 2013, orangtua Edwin mengeluh bahwa telunjuk kanan Edwin membiru. Dokter pun menyarankan orangtua untuk membawa Edwin ke dokter spesialis bedah anak di rumah sakit tersebut. Namun, menurut Dian, rekomendasi tersebut tak dilakukan orangtua.

"Tetapi pasien tidak melaksanakan konsul atau instruksi dari dokter spesialis anak," ujarnya.

Pada 31 Maret 2013, dokter bedah ortopedi yang memeriksa Edwin menemukan jaringan di telunjuk kanannya telah mati dan menempel di kasa. Setelah diambil oleh dokter, ia kemudian menyampaikan hal tersebut kepada ibu pasien yang tengah menjaga bayi pertamanya tersebut.

Dalam konferensi pers tersebut, Dian enggan menjawab pertanyaan wartawan terkait hal lain menyangkut dugaan malapraktik terhadap Edwin. "Maaf, itu bukan kewenangan saya," ujarnya.

Hingga kini, lanjut Dian, sang pasien masih dalam perawatan intensif di ruangan Catalya I Lantai III RS Harapan Bunda. Adapun kondisi pasien Edwin diketahui baik tanpa ada gangguan medis.

Sebelumnya diberitakan, Edwin bayi berusia 2,5 bulan terpaksa kehilangan separuh jari telunjuk kanannya setelah digunting dokter RS Harapan Bunda. Orangtua pun menduga kuat adanya kesalahan penanganan oleh salah satu dokter rumah sakit kepada bayi pertamanya tersebut.


Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor : Ana Shofiana Syatiri