Jumat, 28 November 2014

News / Megapolitan

"Nanti Main-main ke Sini Lagi, Ya..."

Sabtu, 13 April 2013 | 11:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Waktu menunjukkan pukul 22.30 WIB. Puluhan petugas tim gabungan dari Polisi Militer (POM) TNI Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), Angkatan Udara (AU), dan POM Polda Metro Jaya melakukan apel di Kantor Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat , Jumat (12/4/2013). Apel dipimpin Kolonel TNI Erwin. Apel bertujuan untuk persiapan menjelang digelarnya razia tempat hiburan malam di sejumlah kawasan di Jakarta. Razia dimaksudkan untuk mendapati oknum aparat yang melanggar ketertiban dengan berada di lokasi hiburan malam.

Tim gabungan kemudian berangkat dengan menggunakan 16 mobil. Ke-16 mobil aparat itu berkonvoi menuju sasaran yang telah ditetapkan. Sasaran awal, sebuah tempat hiburan yang ada di Mangga Besar, Jakarta Barat. Setibanya di lokasi, rombongan langsung dihadang sejumlah petugas keamanan tempat hiburan malam. Bahkan awak media yang meliput razia sempat dilarang.

"Ada apa, Mas?" tanya seorang petugas keamanan kepada awak media.

Namun, begitu mengetahui yang datang merupakan tim gabungan yang akan melakukan razia, akses pun diberikan untuk masuk menuju lokasi hiburan pada lantai enam. Di lantai enam tersebut, beberapa ruang karaoke terpampang tulisan "VIP" dan "President Suite".

Rombongan kemudian masuk ke satu per satu ruangan untuk melakukan pemeriksaan. Ternyata, lokasi karaoke kelas atas itu banyak yang sudah dipenuhi tamu. Beberapa perempuan muda berpakaian minim dan tipis terlihat menemani tamunya berkaraoke. Di atas meja, teronggok botol-botol minuman beralkohol dan beberapa bungkus rokok. Petugas pun meminta mereka menunjukkan kartu identitasnya.

"Nanti main-main ke sini lagi, ya," celetuk salah satu perempuan muda seusai petugas melakukan pemeriksaan di salah satu ruangan.

Tak jarang pula ada tamu yang marah lantaran tak mau ada kehadiran media. Mereka tidak ingin diekspos bersama teman wanitanya. Ada juga beberapa tamu warga negara asing yang tidak bisa berbahasa Indonesia. "I'm customer," ujarnya sambil memberi isyarat agar sorotan kamera menjauh darinya.

Dari tempat hiburan pertama, rombongan kemudian menuju ke tempat hiburan malam selanjutnya. Lokasinya tidak jauh dari tempat pertama. Sebuah lokasi karaoke. Di dalam ruangan ada beberapa perempuan muda tengah asyik menemani tamu prianya, baik yang berusia muda maupun yang sudah berumur. Minuman alkohol dan bungkus rokok menjadi pemandangan akrab di meja-meja, sama seperti lokasi sebelumnya. Tidak ada hasil dari dua lokasi itu.

Selanjutnya, penelusuran dilanjutkan ke beberapa tempat hiburan yang ada di Kemang, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Namun, lagi-lagi hasilnya juga nihil.

PSK mangkal di tepi sungai

Rombongan kemudian berangkat menuju daerah Daan Mogot, Jakarta Barat. Sebuah diskotek kini menjadi sasaran. Suasana gelap dengan kepulan asap rokok pengunjung yang padat menyambut di lantai dua dan tiga bangunan. Hanya lampu kelap-kelip dan remang serta musik dangdut dengan volume keras yang diputar dalam ruangan itu.

Lagi-lagi hasil razia tersebut nihil. Ada dugaan, informasi razia yang dilakukan kali ini telah bocor sebelumnya. Penelusuran rombongan kembali menyusuri daerah Pesing, Jakarta Barat. Pemandangan puluhan wanita malam yang mangkal di tepi sungai menyambut dekat sebuah lokasi diskotek cukup besar di sana. Para PSK tersebut berkumpul di bawah pohon dalam suana tanpa penerangan. Saat itu jam menunjukkan pukul 02.00 WIB.

Sekitar 100 meter lebih, rombongan telah sampai dan masuk melakukan razia di dalam diskotek. Petugas lagi-lagi tidak menemukan apa pun. Tak berselang lama, barulah petugas memergoki seorang oknum polisi berada di depan halaman parkir diskotek tersebut. Petugas kemudian membawa masuk dan mencatat Kartu Tanda Anggota (KTA) yang didapati dari oknum polisi itu.

Selain itu, sebuah mobil yang diduga milik oknum TNI juga ditemukan berada di lokasi. Lantaran tidak ditemukan penumpangnya, keempat ban mobil itu kemudian dikempiskan.

Narkoba tanpa pemilik

Pada perjalanan di lokasi terakhir, beberapa insiden mewarnai aksi razia yang dilakukan tim gabungan POM TNI dan POM Polda Metro Jaya itu. Awalnya, seorang pria secara tiba-tiba berlari dan melompat ke sungai. Saat dikejar beberapa petugas polisi militer, pria itu hanya mengaku takut. "Kamu anggota ya, ayo ngaku," bentak salah satu petugas yang menarik pria tersebut.

"Bukan Pak, saya takut, saya ikutan lari sama teman saya. Teman saya yang tentara," ujar pria itu.

Namun, setelah dicari, petugas tidak mendapati rekan tentara seperti yang disebut pria itu. Petugas kemudian mengamankannya ke mobil tahanan. Tak lama berselang, petugas menemukan narkoba yang tidak diketahui jenisnya. Narkoba berbentuk pil warna hijau terlihat berada dalam bungkus plastik kecil terjatuh di halaman parkir. Seorang pria sempat dicurigai dan diamankan. Namun, saat diperiksa, pria itu mengatakan bahwa narkoba tersebut bukan miliknya. Barang haram itu diduga telah dibuang oleh pelaku yang tidak diketahui.

Pada razia terakhir itu, petugas mengamankan seorang anggota Polri dan dua anggota TNI AL. Mereka diamankan karena keberadaan mereka di lokasi hiburan tersebut. Total ada tujuh orang yang dijaring dengan tiga warga sipil, dua oknum polisi, dan dua oknum TNI AL. Seusai razia, mereka yang dijaring kemudian dibawa dan didata di Kantor Pomal, Kemayoran, Jakarta Pusat. Pihak Pomal sendiri enggan berkomentar lebih jauh terkait razia itu.


Penulis: Robertus Belarminus
Editor : Hertanto Soebijoto