Rabu, 26 November 2014

News / Megapolitan

Sudah Empat Orang Tewas di Rel Kereta Api

Rabu, 17 April 2013 | 09:30 WIB

BEKASI, KOMPAS.com - Selama April 2013 berjalan, sudah empat orang tewas dari tiga peristiwa kecelakaan dengan kereta api di wilayah Kota Bekasi. Korban jiwa akan terus bertambah jika kewaspadaan dan peringatan diabaikan.  

Peristiwa pertama menimpa Rangga Wibowo (19) dan Debi Sunjaya (17), kakak beradik yang berboncengan naik sepeda motor dan tewas tergilas KA Senja Utama jurusan Solo-Jakarta di perlintasan di bawah jembatan layang Kranji, Bekasi Barat, Rabu (3/4/2013) pukul 21.30.  

Diduga, Rangga-Debi tidak mendengar peringatan warga bahwa ada KA mendekat saat hendak menyeberangi perlintasan sebidang. Selain itu, Rangga-Debi mungkin kurang menyadari kedatangan KA Senja Utama. Akibatnya, saat menyeberangi perlintasan, kakak beradik itu diterjang KA dan tewas.  

Peristiwa kedua menimpa seorang lelaki bernama Jana (35) yang ditabrak KA di rel di Kampung Rawa Aren, Aren Jaua, Bekasi Timur, Senin (15/4/2013) pukul 14.00. Diduga sedang menerima panggilan telepon seluler sehingga tidak menyadari ada KA mendekat dari belakang. Lelaki asal Cirebon itu pun tewas ditabrak KA.

Siang itu, Jana berjalan seorang diri melintasi rel ganda KA. Korban berjalan di salah satu sisi rel dan sempat melihat ada KA akan lewat sehingga pindah ke rel sebelah. Jana kemudian asyik dengan telepon selulernya sehingga tidak memerhatikan bahwa ada KA yang mendekat dari belakang. Ada warga yang mencoba mencegah kecelakaan dengan meneriaki Jana tetapi tidak terdengar oleh lelaki itu.  

Peristiwa ketiga terkait penemuan jasad seorang lelaki tanpa identitas di saluran air sekitar 30 meter dari Stasiun Bekasi, Harapan Jaya, Bekasi Utara, Selasa (16/4/2013), pukul 11.00. Kemungkinan lelaki itu korban terserempet atau jatuh dari KA atau KRL.  

Penemuan itu berawal dari rasa ingin tahu seorang warga yang mencium bau tak sedap. Setelah dicari-cari, sumber bau ternyata jenazah manusia. Temuan itu dilaporkan ke petugas keamanan dalam (PKD) Stasiun Bekasi dan Polri.  

Kepala Unit SPKT Kepolisian Resor Bekasi Kota Inspektur Dua Wakija mengatakan, pada jenazah itu ditemukan luka di kaki yang patah. Tidak ditemukan tanda bekas penganiayaan di bagian tubuh lainnya. Juga tidak ada identitas pada lelaki yang diperkirakan usia 25-30 tahun itu. Dari lokasi, jenazah dibawa ke RSUD Kota Bekasi untuk visum et repertum. Identitas dan penyebab kematian lelaki itu masih diselidiki.


Penulis: Ambrosius Harto Manumoyoso
Editor : Rusdi Amral