Kamis, 24 April 2014

News / Megapolitan

Iriana Jokowi: Kartini Tak Meninggalkan Kodratnya

Minggu, 21 April 2013 | 03:07 WIB

Baca juga

JAKARTA, KOMPAS.com — Wanita tangguh sering kali diidentikkan dengan sosok seorang Kartini. Jika dulu perjuangan Kartini condong untuk meraih persamaan hak, maka di era demokrasi, perjuangan perempuan sudah bergeser. Geraknya kini makin dinamis, seiring melebarnya peluang yang disuguhkan.

Iriana Jokowi, istri Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, menyampaikan, sosok Kartini saat ini bisa tergambar dari wanita modern. Di satu sisi giat memperluas wawasan melalui karier, tapi di sisi lain tak menanggalkan kodratnya sebagai perempuan.

Menurut Iriana, Kartini modern juga harus memiliki jiwa sosial di atas rata-rata. Berbagi semangat, berbagi kelebihan pada sesama. "Meski bekerja dan meniti karier, tapi enggak ninggalin kodratnya sebagai seorang istri, seorang ibu, dan anggota masyarakat," kata Iriana, Jumat (19/4/2013).

Menjadi menarik karena Iriana seperti mengaitkan jawaban itu pada dirinya sendiri. Meski sibuk sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, wanita kelahiran Solo, 1 Oktober 1963, ini sedikitpun tak meninggalkan perannya sebagai istri dan ibu untuk ketiga anaknya.

Sejak bertahun-tahun dulu, alumnus SMA Negeri 3 Solo tersebut masih rutin meracik jamu untuk sang suami. Setiap pagi, dia menyajikan tumbuk temulawak yang dicampur kacang hijau dan madu untuk Jokowi. Itulah minuman rahasia yang menjaga stamina Jokowi.

Sebagai istri pejabat, sebenarnya ia memiliki fasilitas untuk dinikmati. Tapi saking sederhananya, Iriana konsisten menyiapkan sarapan untuk keluarganya, masih mau turun langsung beres-beres rumah.

Iriana adalah pendamping hidup, teman, sekaligus penasihat di balik besarnya nama Joko Widodo. Wanita yang menjadi cinta pertama sekaligus cinta terakhir Jokowi. Keduanya dikaruniai tiga anak. Mereka adalah Gibra Rakabuming (24), Kahiyang Ayu (21), dan Kaesang Pangerap (17).

Selain aktif bersama PKK, Iriana juga menjabat sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah. Ia juga sering terlibat memberi penyuluhan pendidikan, khususnya pendidikan anak usia dini (PAUD).


Penulis: Indra Akuntono
Editor : Aloysius Gonsaga Angi Ebo