Warga Tolak Pembangunan Gereja di Tambora - Kompas.com

Warga Tolak Pembangunan Gereja di Tambora

Zico Nurrashid Priharseno
Kompas.com - 21/04/2013, 15:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah warga Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, menolak rencana pembangunan sebuah gereja. Rencananya, gereja tersebut akan dibangun di atas lahan sekolah milik Yayasan Bunda Hati Kudus. Menurut mereka, pembangunan geraja ini tidak memiliki izin. Mulai Minggu (21/4/2013) sekitar pukul 10.00, sejumlah warga Duri Selatan sudah memenuhi depan sekolah Yayasan Bunda Hati Kudus yang terletak di Jalan Duri Selatan V ini.

Mereka memasang dua poster di pagar sekolah tersebut. Poster itu berisi tanda tangan warga yang menolak pembangunan gereja tersebut. Wawat (64), seorang warga Duri Selatan, RT 06 RW 06, Tambora, Jakarta Barat, mengatakan, para warga menolak pembangunan gereja tersebut karena pengelola tidak mengantongi izin dari pemerintah ataupun warga setempat.

"Orang tidak ada izin kok main bangun-bangun aja. Kami tidak mempermasalahkan itu mau dibangun apa, tapi pembangunan tersebut belum ada izin," ujarnya.

Wawat menambahkan, pihak sekolah juga telah membuat surat persetujuan warga dengan mencantumkan tanda tangan palsu. Untuk membuat rumah ibadah, diperlukan persetujuan dari 60 warga sekitar.

"Kami, warga di sini, tidak pernah menandatangani surat persetujuan tersebut," ujarnya.

Sementara itu, pihak kepolisian masih berjaga-jaga di sekitar lokasi. Menurut pantauan Kompas.com, terdapat sekitar empat mobil polisi dari Polres Metro Jakarta Barat dan satu mobil Provos. Rencananya, pihak sekolah Yayasan Bunda Hati Kudus ingin membangun sebuah gereja di area dalam sekolah. Hingga saat ini, tidak ada satu pun pihak sekolah yang dapat dimintai konfirmasi.

PenulisZico Nurrashid Priharseno
EditorHindra
Komentar

Terkini Lainnya

Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan 'Feeder' Lewati Jalan Ini

Pelarangan Motor Diperluas, Transjakarta Siapkan "Feeder" Lewati Jalan Ini

Megapolitan
Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

Panik Usai Seruduk Motor, Sopir Fortuner Tabrak 2 Pemotor Lain hingga Tewas

Regional
Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

Pengacara Destiara Bawa Bukti Baru soal Laporannya terhadap Wali Kota Kendari Terpilih

Megapolitan
Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

Jusuf Kalla: Tak Mungkin Ada Dua Cagub Golkar di Pilkada Jabar

Nasional
Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

Baru Bebas, Aman Abdurrahman Kembali Jadi Tersangka Terkait Bom Thamrin

Nasional
Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

Tertibkan Bangunan, Satpol PP Temukan Kondom Berserakkan di Objek Wisata

Regional
Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

Dari Mana Sumber Dana First Travel Berangkatkan Umrah Seluruh Jemaah?

Megapolitan
Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

Ganjar Pranowo: Selama Ini Saya Nyaman dengan Pak Heru...

Regional
Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

Mereka yang Rela Tinggalkan Pekerjaan demi Laga Timnas Indonesia Vs Vietnam

Regional
Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

Ratusan Penerbangan Dibatalkan Saat Topan Hato Dekati Hongkong

Internasional
Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

Soal Pilpres, Zulkifli Hasan Tak Bermimpi Jadi Capres atau Cawapres

Nasional
Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

Setelah di SPMN 13, PDAM Kota Tangerang Akan Pasang Keran Air Siap Minum di Sekolah Lain

Megapolitan
Hadapi Kekeringan, Ganjar Minta Masyarakat Menabung Air

Hadapi Kekeringan, Ganjar Minta Masyarakat Menabung Air

Regional
Pemuda Memerkosa Murid SMP dengan Iming-iming Sepatu Baru

Pemuda Memerkosa Murid SMP dengan Iming-iming Sepatu Baru

Megapolitan
Pemerintah Dukung Segala Upaya Penguatan KPK

Pemerintah Dukung Segala Upaya Penguatan KPK

Nasional