Rabu, 3 September 2014

News / Megapolitan

Warga Tolak Pembangunan Gereja di Tambora

Minggu, 21 April 2013 | 15:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah warga Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, menolak rencana pembangunan sebuah gereja. Rencananya, gereja tersebut akan dibangun di atas lahan sekolah milik Yayasan Bunda Hati Kudus. Menurut mereka, pembangunan geraja ini tidak memiliki izin. Mulai Minggu (21/4/2013) sekitar pukul 10.00, sejumlah warga Duri Selatan sudah memenuhi depan sekolah Yayasan Bunda Hati Kudus yang terletak di Jalan Duri Selatan V ini.

Mereka memasang dua poster di pagar sekolah tersebut. Poster itu berisi tanda tangan warga yang menolak pembangunan gereja tersebut. Wawat (64), seorang warga Duri Selatan, RT 06 RW 06, Tambora, Jakarta Barat, mengatakan, para warga menolak pembangunan gereja tersebut karena pengelola tidak mengantongi izin dari pemerintah ataupun warga setempat.

"Orang tidak ada izin kok main bangun-bangun aja. Kami tidak mempermasalahkan itu mau dibangun apa, tapi pembangunan tersebut belum ada izin," ujarnya.

Wawat menambahkan, pihak sekolah juga telah membuat surat persetujuan warga dengan mencantumkan tanda tangan palsu. Untuk membuat rumah ibadah, diperlukan persetujuan dari 60 warga sekitar.

"Kami, warga di sini, tidak pernah menandatangani surat persetujuan tersebut," ujarnya.

Sementara itu, pihak kepolisian masih berjaga-jaga di sekitar lokasi. Menurut pantauan Kompas.com, terdapat sekitar empat mobil polisi dari Polres Metro Jakarta Barat dan satu mobil Provos. Rencananya, pihak sekolah Yayasan Bunda Hati Kudus ingin membangun sebuah gereja di area dalam sekolah. Hingga saat ini, tidak ada satu pun pihak sekolah yang dapat dimintai konfirmasi.


Penulis: Zico Nurrashid Priharseno
Editor : Hindra