Kamis, 23 Oktober 2014

News / Megapolitan

1 Juli 2013 Tarif Progresif KRL Diberlakukan

Rabu, 19 Juni 2013 | 00:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) akan memberikan tarif bersubsidi bagi pengguna jasa angkutan umum kereta rel listrik (KRL) pada tanggal 1 Juli 2013 mendatang. Subsidi diberikan pemerintah pusat melalui public service obligation (PSO).

Hal ini diungkapkan Direktur Utama PT KCJ Tri Handoyo kepada wartawan di kantornya, Stasiun Juanda, Jakarta Pusat, Selasa (18/6/2013).

"Akan dimulai 1 Juli mendatang. Dana PSO kali ini juga untuk subsidi KRL sekitar Rp 286 miliar. Itu untuk KRL ekonomi dan AC. Kalau KRL AC PSO sekitar Rp 200 miliar," kata Tri Handoyo.

Tri Handoyo menjelaskan bahwa KCJ akan memberikan subsidi harga tiket KRL ekonomi AC Jabodetabek (Commuter Line) mulai 1 Juli 2013. Kebijakan ini sebagai tindak lanjut dihapuskannya KRL ekonomi non-AC Jabodetabek.

"Menurut perhitungan kita, berikan subsidi (public service obligation) sebesar Rp 4.000 kepada penumpang KRL AC ekonomi sehingga masyarakat maksimal hanya membeli tiket seharga Rp 5.000 seperti dari Jakarta ke Bogor, tarifnya itu Rp 9.000. Jadi masyarakat cukup membayar Rp 5.000," katanya.

Tri Handoyo menjelaskan, tarif dihitung berdasarkan jarak. Tarif itu dihitung dari lima stasiun pertama, yaitu stasiun keberangkatan penumpang dikenakan tarif Rp 2.000. Kemudian, untuk selanjutnya, tarif dihitung per tiga stasiun dengan tarif sebesar Rp 5.000. "Jadi tarif berdasarkan jumlah stasiun yang dilewati," katanya.

Menurut Tri Handoyo, subsidi atau public service obligation nantinya akan diberikan kepada semua penumpang KRL Jabodetabek.

"Kami tidak ingin terlalu segmented karena ini dana subsidi dari pemerintah," katanya.


Editor : Tjatur Wiharyo
Sumber: