Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keluarga Majikan yang Aniaya PRT Biayai Pengobatan Ketiga Korbannya

Kompas.com - 21/12/2014, 16:49 WIB
Jessi Carina

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah Punam (49), wanita yang diduga menganiaya tiga pembantu ditahan, keluarga Punam langsung menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab atas semua yang dilakukan Punam. Mereka akan membayar gaji tiga pembantu yang belum dibayar, serta membiayai pengobatan luka yang dialami para pembantu itu.

"Dari pihak keluarga tersangka, ada itikad baik. Mereka akan membayar gaji yang belum dibayar dan membiayai pengobatan," ujar Kepala Satuan Resor Kriminal Polsek Tanjung Priok, Iptu Bhayu Vhisesha, Minggu (21/12/2014).

Bhayu mengatakan, keluarga Punam baru mengetahui kejadian penganiayaan itu setelah Punam ditangkap. Sebelumnya mereka tidak menduga jika Punam telah menganiaya Yani (35), Resti (19), dan Casti (49), pembantu yang bekerja di rumah Punam di Sunter Agung, Tanjung Priok.

Bhayu mengatakan, saat ini ketiga pembantu itu sudah dijemput oleh keluarga masing-masing. Keluarga Yani, Resti, dan Casti langsung menjemput setelah menyaksikan pemberitaan di televisi. Mereka bertiga kini tinggal bersama keluarga yang masih berada di Jakarta.

Hal itu dilakukan untuk memulihkan psikologis mereka yang trauma akibat dianiaya. Sekaligus, agar memudahkan polisi untuk melakukan penyidikan lebih lanjut.

Saat ini, status Punam sudah dinyatakan sebagai tersangka. Berdasarkan keterangan Yani, dia sering mendapat penganiayaan berupa pukulan dan tamparan. Pemicunya sering kali hanya masalah sepele. Seperti ketika Yani, Restu, dan Casti berbuat kesalahan kecil ketika bekerja.

Selain mendapat penganiayaan, Yani, Resti, dan Casti juga tidak diberi gaji. Padahal, awalnya mereka dijanjikan memperoleh gaji sebesar Rp 1 juta per bulan. Ketiga pembantu itu pun jarang diberi makan.

Punam ditahan setelah salah seorang pembantu, Yani, melarikan diri dari rumah Punam. Tepatnya pada Kamis (18/12/2014), Yani melarikan diri dengan memecahkan kaca jendela dengan batu ulekan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

KASN Terima Dua Laporan Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN oleh Supian Suri

KASN Terima Dua Laporan Dugaan Pelanggaran Netralitas ASN oleh Supian Suri

Megapolitan
Soal Tapera, Karyawan Swasta: Mending Pemerintah Perbaiki Administrasi Pencairan BPJS Ketenagakerjaan Dulu

Soal Tapera, Karyawan Swasta: Mending Pemerintah Perbaiki Administrasi Pencairan BPJS Ketenagakerjaan Dulu

Megapolitan
Penjual Konten Video Pornografi Anak di Telegram Patok Tarif Rp 200.000

Penjual Konten Video Pornografi Anak di Telegram Patok Tarif Rp 200.000

Megapolitan
Jual Video Porno Anak via Telegram, Pria Asal Sumenep Ditangkap Polisi

Jual Video Porno Anak via Telegram, Pria Asal Sumenep Ditangkap Polisi

Megapolitan
Iuran Tapera sampai Pensiun, Karyawan Swasta: Siapa yang Mau Cicil Rumah 30 Tahun?

Iuran Tapera sampai Pensiun, Karyawan Swasta: Siapa yang Mau Cicil Rumah 30 Tahun?

Megapolitan
Kekesalan Ketua RT di Bekasi, Tutup Akses Jalan Warga yang Dibangun di Atas Tanahnya Tanpa Izin

Kekesalan Ketua RT di Bekasi, Tutup Akses Jalan Warga yang Dibangun di Atas Tanahnya Tanpa Izin

Megapolitan
Pemetaan TPS pada Pilkada DKI 2024 Pertimbangkan 4 Aspek

Pemetaan TPS pada Pilkada DKI 2024 Pertimbangkan 4 Aspek

Megapolitan
Orangtua Calon Siswa Diwanti-wanti Tak Lakukan Kecurangan Apa Pun pada PPDB Kota Bogor 2024

Orangtua Calon Siswa Diwanti-wanti Tak Lakukan Kecurangan Apa Pun pada PPDB Kota Bogor 2024

Megapolitan
Tak Masalah Pendapatan Dipotong Tapera, Tukang Bubur: 3 Persen Menurut Saya Kecil

Tak Masalah Pendapatan Dipotong Tapera, Tukang Bubur: 3 Persen Menurut Saya Kecil

Megapolitan
Polisi Usut Dugaan TPPO dalam Kasus ART Lompat dari Lantai 3 Rumah Majikan

Polisi Usut Dugaan TPPO dalam Kasus ART Lompat dari Lantai 3 Rumah Majikan

Megapolitan
Setuju Pendapatannya Dipotong untuk Tapera, Tukang Bubur: Masa Tua Terjamin

Setuju Pendapatannya Dipotong untuk Tapera, Tukang Bubur: Masa Tua Terjamin

Megapolitan
Hampir Terjaring Razia karena Dikira Jukir, Ojol: Saya 'Driver', demi Allah

Hampir Terjaring Razia karena Dikira Jukir, Ojol: Saya "Driver", demi Allah

Megapolitan
KPU Susun Pemetaan TPS, Jumlah Pemilih Pilkada DKI Bertambah 62.772 Orang

KPU Susun Pemetaan TPS, Jumlah Pemilih Pilkada DKI Bertambah 62.772 Orang

Megapolitan
Tak Setuju Program Tapera, Pekerja: Enggak Percaya Pemerintah Lagi buat Kelola Uang Rakyat

Tak Setuju Program Tapera, Pekerja: Enggak Percaya Pemerintah Lagi buat Kelola Uang Rakyat

Megapolitan
PKS Usulkan Anies Jadi Cagub Jakarta, Pengamat: Sosoknya Melekat dengan PKS

PKS Usulkan Anies Jadi Cagub Jakarta, Pengamat: Sosoknya Melekat dengan PKS

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com