Salin Artikel

Kendala-kendala OK Otrip yang Ditemukan Saat Uji Coba...

Saat ini, baru ada dua koperasi angkot yang bergabung dalam uji coba OK Otrip, yakni Budi Luhur dan KWK. Lalu, apa saja kendala yang ditemukan dalam pelaksanaan uji coba tersebut?

Ketua Koperasi Budi Luhur Saut Hutabarat mengatakan, pihaknya menemukan masih banyaknya penumpang yang tak memiliki kartu OK Otrip.

Dari hitungannya, ada 70-an persen masyarakat pengguna angkot OK Otrip yang tak memegang kartu tersebut.

Dari penjelasan para penumpang, kata Saut, mereka tidak mengetahui di mana harus membeli kartu tersebut.

Padahal, dengan adanya kartu itu, nantinya bisa diketahui rute yang sering dinaiki atau dibutuhkan oleh masyarakat.

Untuk itu, Saut berharap PT Transjakarta selaku penyedia kartu tersebut bisa lebih gencar menyosialisasikan cara mendapatkan kartu OK Otrip.

"Bisa 50-70 persen (yang tidak memiliki kartu). Saya sudah minta beberapa pengemudii nanti ditanya apakah bapak atau ibu yang sudah memiliki kartu," ujar Saut saat dihubungi, Senin (19/2/2018).

Saut juga menemukan beberapa mesin tapping yang ada di angkot mengalami kerusakan dan tidak bisa diakses. Saut mengakui, sebulan masa uji coba, penumpang yang diangkut masih sedikit.

Jika dirata-ratakan, untuk satu trip hanya mengangkut enam penumpang per hari. Salah satu penyebab hal tersebut, kata Saud, yakni posisi rambu untuk angkot berhenti yang tidak sesuai.

"Nah karena beberapa rambu yang telah ditunjuk PT Transjakarta itu kadang kala tidak sesuai dengan kantong-kantong penumpang yang naik dan turun. Sampai sekarang belum diperbaiki. Kita sudah ajukan permohonan untuk penambahan dan perbaikain, sampai sekarang belum," ujar Saut.

Pelaksana Tugas Ketua Koperasi Wahana Kalpika (KWK) Abdul Gofur mengatakan, dalam pelaksaan uji coba OK Otrip, pihaknya harus menalangi terlebih dahulu seluruh biaya yang dikeluarkan.

Biaya tersebut seperti gaji sopir, dan biaya operasional lainnya. Abdul mengatakan, dana talangan yang telah dikeluarkan sejak uji coba OK Otrip dimulai lebih dari Rp 200 juta.

Pihaknya telah mengajukan pencairan pembayaran kepada Pemprov DKI, dan kini masih diproses.

"Pembayaran prosesnya sudah jalan, tapi belum masuk. Iya betul, kami nalangi dulu untuk bensin dan pengemudi itu banyak juga itu ya sekitar Rp 200-an juta. Iya memang sudah banyak habis juga sebenarnya He he he he," ujar Abdul.

Sejumlah rute OK Otrip telah beroperasi yaitu, OK 2 dengan rute Kampung Melayu-Duren Sawit, OK 3 rute Lebak Bulus-Pondok Labu, OK 4 rute Grogol-Angke, OK 5 rute Semper-Rorotan, dan OK 6 rute Kampung Rambutan-Pondok Gede.

https://megapolitan.kompas.com/read/2018/02/20/12511501/kendala-kendala-ok-otrip-yang-ditemukan-saat-uji-coba

Terkini Lainnya

Polisi Dalami Peran Belasan Saksi Dalam Kasus Tewasnya Taruna STIP yang Dianiaya Senior

Polisi Dalami Peran Belasan Saksi Dalam Kasus Tewasnya Taruna STIP yang Dianiaya Senior

Megapolitan
Kepada Kapolres Jaktim, Warga Klender Keluhkan Aksi Lempar Petasan dan Tawuran

Kepada Kapolres Jaktim, Warga Klender Keluhkan Aksi Lempar Petasan dan Tawuran

Megapolitan
Belasan Taruna Jadi Saksi dalam Prarekonstruksi Kasus Tewasnya Junior STIP

Belasan Taruna Jadi Saksi dalam Prarekonstruksi Kasus Tewasnya Junior STIP

Megapolitan
Polisi Tangkap Lebih dari 1 Orang Terkait Pengeroyokan Mahasiswa di Tangsel

Polisi Tangkap Lebih dari 1 Orang Terkait Pengeroyokan Mahasiswa di Tangsel

Megapolitan
RTH Tubagus Angke Dirapikan, Pedagang Minuman Harap Bisa Tetap Mangkal

RTH Tubagus Angke Dirapikan, Pedagang Minuman Harap Bisa Tetap Mangkal

Megapolitan
Prarekonstruksi Kasus Penganiayaan Taruna STIP Digelar hingga 4 Jam

Prarekonstruksi Kasus Penganiayaan Taruna STIP Digelar hingga 4 Jam

Megapolitan
Masih Bonyok, Maling Motor di Tebet Belum Bisa Diperiksa Polisi

Masih Bonyok, Maling Motor di Tebet Belum Bisa Diperiksa Polisi

Megapolitan
Cegah Prostitusi, RTH Tubagus Angke Kini Dipasangi Lampu Sorot

Cegah Prostitusi, RTH Tubagus Angke Kini Dipasangi Lampu Sorot

Megapolitan
Balita yang Jasadnya Ditemukan di Selokan Matraman Tewas karena Terperosok dan Terbawa Arus

Balita yang Jasadnya Ditemukan di Selokan Matraman Tewas karena Terperosok dan Terbawa Arus

Megapolitan
PDI-P Buka Penjaringan Cagub dan Cawagub Jakarta hingga 20 Mei 2024

PDI-P Buka Penjaringan Cagub dan Cawagub Jakarta hingga 20 Mei 2024

Megapolitan
Kuota Haji Kota Tangsel Capai 1.242 Jemaah, Pemberangkatan Dibagi 2 Gelombang

Kuota Haji Kota Tangsel Capai 1.242 Jemaah, Pemberangkatan Dibagi 2 Gelombang

Megapolitan
Paniknya Mahasiswa di Tangsel, Kontrakan Digeruduk Warga saat Sedang Beribadah

Paniknya Mahasiswa di Tangsel, Kontrakan Digeruduk Warga saat Sedang Beribadah

Megapolitan
Jasad Balita Tersangkut di Selokan Matraman, Orangtua Sempat Lapor Kehilangan

Jasad Balita Tersangkut di Selokan Matraman, Orangtua Sempat Lapor Kehilangan

Megapolitan
Jasad Balita di Matraman Ditemukan Warga Saat Bersihkan Selokan, Ternyata Sudah 3 Hari Hilang

Jasad Balita di Matraman Ditemukan Warga Saat Bersihkan Selokan, Ternyata Sudah 3 Hari Hilang

Megapolitan
Polisi Ungkap Penyebab Mahasiswa di Tangsel Bertikai dengan Warga Saat Beribadah

Polisi Ungkap Penyebab Mahasiswa di Tangsel Bertikai dengan Warga Saat Beribadah

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke