Salin Artikel

18 Tahun Berjuang Bangun Gereja Ibu Teresa Cikarang, Romo Antonius: Pemkab Bekasi Tak Pernah Menanggapi

BEKASI, KOMPAS.com - Romo Antonius Suhardi Antara Pr mengatakan, perjuangan umat Katolik mendapat izin pembangunan Gereja Ibu Teresa berjalan lambat karena Pemkab Bekasi tak memberi perhatian serius.

Izin pendirian bangunan gereja Katolik Ibu Teresa Paroki Cikarang sendiri baru didapat setelah mereka memperjuangkan selama 18 tahun.

"Legal sudah diurus semua persyaratannya, terhadap umat Katolik maupun non-Katolik, Lurah, Camat, kemudian rekomendasi FKUB tahun 2014, baru didapat. Tahun 2015 baru dapat rekomendasi dari Kemenag," ujar Antonius kepada Kompas.com, Jumat (14/4/2023).

"Sesuai aturan sudah. Nah, dulu harus ada rekomendasi dari Bupati, nah itu yang agak lama karena enggak ditanggapi terus. Enggak ditanggapi surat-surat kami itu," ujar dia lagi.

Tak hanya itu, undangan audiensi umat Katolik juga tak mendapat tanggapan dari Pemkab Bekasi.

Perjalanan mendapat izin tersebut kemudian vakum di tahun 2017. Sebab, tugas Antonius diganti oleh seorang Romo yang lain.

"Sampai akhirnya saya kembali tugas lagi di tahun 2017 ke Cikarang. Saya lanjutkan dan proses lagi, saya tulis surat lagi," tutur Antonius.

Namun, usahanya tersebut kembali nihil. Tak kehilangan akal, Antonius bersama umat Katolik lainnya menyurati Ombudsman di tahun 2018.

Pengaduan dilakukan karena Pemkab Bekasi tak menanggapi serius soal pemberian izin gereja tersebut.

Di tahun 2020, umat Katolik pun perlahan mendapat respon. Namun, hal tersebut tak berlangsung lama karena mereka kembali tak direspon.

"Tahun 2021, Dani Ramdan dilantik menjadi Penjabat (Pj) Bupati karena Bupati yang sebelumnya meninggal karena Covid-19. Dia (Dani) hanya beberapa bulan saja menjadi Pj karena wakilnya dilantik, otomatis dia berhenti sebagai Pj," ucap Antonius.

Setelah di tahun 2022 dan Dani Ramdan dilantik kembali menjadi Pj Bupati untuk yang kedua kalinya, izin tersebut baru mendapat perhatian serius.

Surat-menyurat antara pihak gereja, Kementerian ATR/BPN, Pemkab Bekasi, dan PT Lippo juga dilakukan secara rutin.

"Akhirnya, Kementerian menulis surat kepada Pemda, Pemda menulis ke Paroki, Paroki menulis ke PT Lippo, karena pembangunan di area lahan PT Lippo, jadi kalau bangun apa-apa, PT Lippo harus tahu dan menyetujui. Di titik itu, akhirnya PT Lippo bereskan semua dan setelah proses panjang akhirnya keluar izin pembangunan itu," ungkap Antonius.

Proses perizinan dan administrasi ini disesuaikan dengan Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan 8 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama dan Pendirian Rumah Ibadah.

Antonius menuturkan, pembangunan gereja tersebut akan memakan waktu selama dua tahun.

Komplek yang dibangun mencapai luas 7.500 meter persegi itu diharapkan bisa menampung kapasitas hingga 2.328 kursi.

https://megapolitan.kompas.com/read/2023/04/14/13381071/18-tahun-berjuang-bangun-gereja-ibu-teresa-cikarang-romo-antonius-pemkab

Terkini Lainnya

Frustasi Dijauhi Teman Picu Siswa SMP Lompat dari Lantai 3 Gedung Sekolah

Frustasi Dijauhi Teman Picu Siswa SMP Lompat dari Lantai 3 Gedung Sekolah

Megapolitan
Ulah Polisi Gadungan di Jaktim, Raup Jutaan Rupiah dari Hasil Memalak Warga dan Positif Narkoba

Ulah Polisi Gadungan di Jaktim, Raup Jutaan Rupiah dari Hasil Memalak Warga dan Positif Narkoba

Megapolitan
Jukir Liar Muncul Lagi Usai Ditertibkan, Pengamat : Itu Lahan Basah dan Ladang Cuan Bagi Kelompok Tertentu

Jukir Liar Muncul Lagi Usai Ditertibkan, Pengamat : Itu Lahan Basah dan Ladang Cuan Bagi Kelompok Tertentu

Megapolitan
Darurat Pengelolaan Sampah, Anggota DPRD DKI Dukung Pemprov Bikin 'Pulau Sampah' di Jakarta

Darurat Pengelolaan Sampah, Anggota DPRD DKI Dukung Pemprov Bikin "Pulau Sampah" di Jakarta

Megapolitan
Peringatan Pemkot Bogor ke Pengelola Mal, Minta Tembusan Pasar Jambu Dua Tidak Ditutup Lagi

Peringatan Pemkot Bogor ke Pengelola Mal, Minta Tembusan Pasar Jambu Dua Tidak Ditutup Lagi

Megapolitan
Polisi Tangkap Maling Motor Bersenpi Rakitan di Bekasi, 1 Orang Buron

Polisi Tangkap Maling Motor Bersenpi Rakitan di Bekasi, 1 Orang Buron

Megapolitan
Pemkot Bogor Buka Akses Jalan Tembusan Pasar Jambu Dua, Pengelola Mal: Bukan Jalan Umum

Pemkot Bogor Buka Akses Jalan Tembusan Pasar Jambu Dua, Pengelola Mal: Bukan Jalan Umum

Megapolitan
Penumpang Lebih Pilih Naik Jaklingko, Sopir Angkot di Jakut Selalu 'Nombok' Setoran

Penumpang Lebih Pilih Naik Jaklingko, Sopir Angkot di Jakut Selalu "Nombok" Setoran

Megapolitan
Terungkapnya Polisi Gadungan di Jakarta, Berawal dari Kasus Narkoba

Terungkapnya Polisi Gadungan di Jakarta, Berawal dari Kasus Narkoba

Megapolitan
Ketika Siswa SMP di Jaksel Nekat Melompat dari Lantai 3 Gedung Sekolah karena Frustrasi Dijauhi Teman...

Ketika Siswa SMP di Jaksel Nekat Melompat dari Lantai 3 Gedung Sekolah karena Frustrasi Dijauhi Teman...

Megapolitan
Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling di Jakarta 21 Mei 2024

Jadwal dan Lokasi Samsat Keliling di Jakarta 21 Mei 2024

Megapolitan
Sejumlah Angkot di Tanjung Priok Diremajakan demi Bisa Gabung Jaklingko

Sejumlah Angkot di Tanjung Priok Diremajakan demi Bisa Gabung Jaklingko

Megapolitan
Daftar Lokasi SIM Keliling di Jakarta 21 Mei 2024

Daftar Lokasi SIM Keliling di Jakarta 21 Mei 2024

Megapolitan
Jukir Liar di Jakarta Sulit Diberantas, 'Bekingan' Terlalu Kuat hingga Bisnis yang Sangat Cuan

Jukir Liar di Jakarta Sulit Diberantas, "Bekingan" Terlalu Kuat hingga Bisnis yang Sangat Cuan

Megapolitan
Asal-usul Pesawat Jatuh di BSD, Milik Anggota Indonesia Flying Club yang Ingin Survei Landasan

Asal-usul Pesawat Jatuh di BSD, Milik Anggota Indonesia Flying Club yang Ingin Survei Landasan

Megapolitan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke