Mochtar Dipastikan Jadi Wali Kota Bekasi

Kompas.com - 02/02/2008, 15:08 WIB
Editor

BEKASI, KOMPAS – Pasangan calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Bekasi nomor urut dua dalam Pilkada Kota Bekasi 2008, Mochtar Mohamad dan Rahmat Effendi, dipastikan terpilih sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Bekasi periode 2008-2013. Mochtar-Rahmat meraih 50,5 persen suara pemilih yang sah. Saat ini, Mochtar masih menjabat Wakil Wali Kota Bekasi.

Hasil tersebut dipastikan dalam rapat pleno penghitungan perolehan suara resmi yang dilakukan KPUD Kota Bekasi, Sabtu (2/2). Dari 729.388 suara sah hasil pemungutan suara hari Minggu (27/1) lalu, duet Mochtar-Rahmat yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Golkar dalam Koalisi Gotong Royong memperoleh 368.940 suara.

Sementara dua pasangan peserta pilkada Kota Bekasi lainnya, yakni Awing Asmawi-Ronny Hermawan (Partai Demokrat) dan Ahmad Syaikhu-Kamaludin Djaini (PK Sejahtera), masing-masing memperoleh 57.239 suara (7,8 persen) dan 303.209 suara (41,5 persen). Hasil penghitungan itu disetujui para perwakilan saksi dari ketiga pasang calon kepala daerah tersebut.

Rapat pleno penghitungan perolehan suara itu diwarnai aksi unjuk rasa puluhan orang yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Bekasi Menggugat. Aksi ini dilangsungkan di seberang Kantor KPUD Kota Bekasi dan berlangsung sekitar 30 menit. Para pengunjuk rasa menyatakan menolak hasil pilkada karena proses pilkada diwarnai kecurangan. Aksi tersebut tidak mengganggu jalannya rapat pleno hingga berakhir.

Ketua KPUD Kota Bekasi Achmad Herry mengatakan, KPUD akan menetapkan Mochtar dan Rahmat sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi terpilih, yang direncanakan diselenggarakan Minggu (3/2) besok.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyemprotan Disinfektan Dilakukan Serentak di Jakarta, Bekasi, dan Depok, Ini Titik Lokasinya

Penyemprotan Disinfektan Dilakukan Serentak di Jakarta, Bekasi, dan Depok, Ini Titik Lokasinya

Megapolitan
BNN Musnahkan 1,3 Ton Ganja dan Puluhan Kilogram Sabu

BNN Musnahkan 1,3 Ton Ganja dan Puluhan Kilogram Sabu

Megapolitan
Agar Tetap Bisa Makan, Kurir Barang Bekerja walau Ada Wabah Covid-19

Agar Tetap Bisa Makan, Kurir Barang Bekerja walau Ada Wabah Covid-19

Megapolitan
Polres Jakarta Utara Pakai Water Cannon Untuk Semprot Cairan Disinfektan di Jalanan

Polres Jakarta Utara Pakai Water Cannon Untuk Semprot Cairan Disinfektan di Jalanan

Megapolitan
Kekhawatiran DKI jika Bus AKAP Tetap Beroperasi Angkut Warga ke Luar Jakarta

Kekhawatiran DKI jika Bus AKAP Tetap Beroperasi Angkut Warga ke Luar Jakarta

Megapolitan
Tewas Ditabrak Mobil saat Sedang Jogging di Karawaci, Andre Sempat Selamatkan Anaknya

Tewas Ditabrak Mobil saat Sedang Jogging di Karawaci, Andre Sempat Selamatkan Anaknya

Megapolitan
Cegah Covid-19, Puluhan Titik Jalan di Jakarta Timur Disemprotkan Disinfektan

Cegah Covid-19, Puluhan Titik Jalan di Jakarta Timur Disemprotkan Disinfektan

Megapolitan
Pandemi Covid-19, Bawaslu Tangsel Tunda Tahapan Pilkada 2020

Pandemi Covid-19, Bawaslu Tangsel Tunda Tahapan Pilkada 2020

Megapolitan
Perempuan yang Tabrak Pria Paruh Baya di Karawaci Konsumsi Soju Sebelum Kejadian

Perempuan yang Tabrak Pria Paruh Baya di Karawaci Konsumsi Soju Sebelum Kejadian

Megapolitan
Kualitas Udara Jakarta Tak Membaik Selama Masa Social Distancing

Kualitas Udara Jakarta Tak Membaik Selama Masa Social Distancing

Megapolitan
Keluarga Korban Tabrakan di Karawaci: Setelah Tabrak, Pelaku Aniaya Istri Korban

Keluarga Korban Tabrakan di Karawaci: Setelah Tabrak, Pelaku Aniaya Istri Korban

Megapolitan
Karena Covid-19, Taman Margasatwa Ragunan Revisi Target Pengunjung Tahun 2020

Karena Covid-19, Taman Margasatwa Ragunan Revisi Target Pengunjung Tahun 2020

Megapolitan
Wacana Karantina Wilayah di Jakarta, Warga Minta Ada Bantuan Pemerintah karena Mata Pencaharian Hilang

Wacana Karantina Wilayah di Jakarta, Warga Minta Ada Bantuan Pemerintah karena Mata Pencaharian Hilang

Megapolitan
Kualitas Udara di Jakarta Disebut Akan Semakin Membaik jika Karantina Wilayah Diterapkan

Kualitas Udara di Jakarta Disebut Akan Semakin Membaik jika Karantina Wilayah Diterapkan

Megapolitan
Pemkot Bekasi Perpanjang Penutupan Tempat Hiburan, Bioskop, hingga Apartemen Harian

Pemkot Bekasi Perpanjang Penutupan Tempat Hiburan, Bioskop, hingga Apartemen Harian

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X