Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ryan-Noval Sempat Bermesraan di Sela Rekonstruksi

Kompas.com - 03/09/2008, 17:31 WIB
Editor

JAKARTA - Setelah akhir Juli lalu menjalani rekonstruksi pembunuhan di Jombang, kemarin Veri Idham Henyansah alias Ryan (30) melakukan reka ulang atas kasus mutilasi terhadap Heri Santoso (40) di Jakarta. Ternyata, waktu rekonstruksi di Jakarta itu tak disia-siakan Ryan. Kehadirannya di tiga lokasi rekonstruksi, dimanfaatkan pembunuh 11 manusia itu untuk bertemu kekasihnya, Noval Andrias.

Di lokasi pertama rekonstruksi yakni di Apartemen Margonda Residence (tempat mutilasi), Depok, Jawa Barat, Selasa (2/9) pagi, Ryan sempat menangis dan minta dipertemukan dengan Noval. Sejak akhir Juli lalu, Ryan memang jarang bertemu Noval karena mereka ditahan di ruang tahanan yang terpisah ratusan meter di Polda Metro Jaya.

Permintaan Ryan dikabulkan penyidik. Dia lalu dipertemukan dengan Noval yang juga dihadirkan di lokasi rekonstruksi. Noval dan Ryan tiba di lokasi itu secara terpisah. Ryan yang tahu pacarnya telah hadir, minta izin untuk bercengkerama dengan Noval.

Sementara itu, di lokasi kedua di Jalan Raya Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (tempat membuang mayat Heri Santoso), rekonstruksi disaksikan ratusan warga setempat yang sebagian besar adalah ibu-ibu dan anak-anak. Mereka memadati lokasi rekonstruksi sebelum Ryan dan polisi datang.

Rekonstruksi ketiga dilakukan di Mapolda Metro Jaya. Lokasi terakhir ini merupakan pengalihan dari lokasi RS Pondok Indah dan pusat perbelanjaan Margo City, Depok, serta rumah kos Ryan di dekat kompleks Pesona Kayangan, Depok.

Di apartemen, Ryan memeragakan pembunuhan Heri Santoso di kamar 309A yang disewanya bersama Noval sekitar awal Juli 2008. Reka ulang diawali dengan adegan Ryan dan Heri tiba di kamar 309A usai makan di sebuah restoran di Jakarta Selatan. Ryan dan Heri kemudian bermesraan di kamar.

Beberapa saat kemudian, mereka cekcok. Seperti disebutkan oleh polisi sebelumnya, Ryan membunuh Heri karena Heri cemburu lantaran tersangka juga ingin kencan dengan Noval.

Ryan, dengan wajah dingin, kemudian memeragakan penusukan sehingga Heri (diperankan seorang penyidik) terkapar di kasur. Ryan lantas memukul kepala Heri dengan linggis. Setelah Heri tak bergerak-gerak, Ryan memotong tubuh karyawan perusahaan baja itu menjadi tujuh bagian. Ryan lalu mencuci potongan-potongan tubuh tersebut dan memasukkannya ke tas dan koper.

Setelah membersihkan lantai, Ryan membawa keluar kedua tas berisi
potongan tubuh Heri. Dia lantas naik taksi menuju Jalan Raya Kebagusan, Pasar Minggu. Ryan berhenti di depan tanah kosong dekat sebuah SD dan kemudian membuang potongan mayat Heri.

"Reka ulang itu semacam simulasi terjadinya peristiwa agar jaksa penuntut umum lebih meyakini bahwa ada tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka di lokasi kejadian," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ketut Untung Yoga Ana.

Noval ikut rekonstruksi karena dia juga menjadi tersangka. Namun bukan dalam mutilasinya melainkan dalam kasus penadahan, karena Noval menerima pemberian barang dari Ryan yang dibeli dengan memakai uang Heri.

Meski menjadi korbannya yang terakhir, penyidikan atas kasus mutilasi Heri itu membongkar aksi-aksi pembunuhan Ryan lainnya, yang dilakukan di belakang rumah orangtuanya di Jombang. Total ada 10 korban Ryan yang dibunuh di Jombang. (wk/st8)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.