Bakpia Cappuccino, Sukses Tanpa Angka

Kompas.com - 07/01/2009, 09:45 WIB
Editor

Jika sowan ke Yogya, pastilah bakpia menduduki urutan teratas dari daftar oleh-oleh yang harus Anda bawa pulang. Memang, sejak belasan tahun, bakpia sudah menjadi salah satu item oleh-oleh wajib. Namun kali ini Yogya menawarkan bakpia yang berbeda dari biasanya.

Adalah kawasan Pathok, sebelah barat Jalan Malioboro, yang dikenal sebagai pusat industri bakpia. Uniknya, setiap industri rumahan ini selalu memberi label angka di setiap produknya, diambil dari nomor rumah tempat bakpia tersebut diproduksi. Terciptalah Bakpia 25, 75, hingga 175 yang terkenal itu.Seiring waktu, persaingan kian marak. Masing-masing mencoba memberi sentuhan baru dan kualitas yang berbeda agar bisa tetap digandrungi pasar.

Belakangan, tepatnya tahun 2004, muncul Bakpia & Pia. "Sebenarnya ini bisnis keluarga. Tadinya mama saya iseng-iseng, karena ada kursus membuat bakpia, terus dikembangkan sendiri," ujar Marizna (25), putri dari pemilik Bakpia & Pia, Rasuna Z ketika ditemui di tokonya di kawasan Dagen, Malioboro, Yogyakarta.

Dari hanya membuka "toko" di rumah keluarga, di kawasan Wates, kini Marizna memiliki 18 karyawan di dua cabang di Yogyakarta. Bahkan, produknya sudah masuk pusat perbelanjaan terbesar di Indonesia.

Sekilas, penampilan Bakpia & Pia tak terlalu berbeda. Perbedaan terletak di jenis yang ditawarkan. "Pia itu seperti bakpia spesial. Isinya kacang hijau tapi diisi lagi. Jadi, ada dua isian. Kacang hijaunya berbeda juga dari yang biasa. Bentuknya juga beda, bulat dan lebih besar," tutur gadis yang akrab disapa Rizna ini.

Alhasil, dari kemampuan meracik dua jenis isian, dibuatlah pia dengan enam jenis rasa, yaitu durian, nanas, kacang hijau, cokelat, keju, dan cappuccino. Harganya pun relatif lebih murah dari rata-rata harga bakpia keluaran Pathok. "Dulu, modalnya hanya Rp 5 juta. Sekarang, alhamdulilah keuntungannya sudah berkali-kali lipat." Dari 300-500 kotak yang diproduksi per hari, rata-rata setiap harinya hanya tersisa sedikit dan biasanya untuk besoknya langsung habis.

Bagaimana dengan kemasan? Jika selama ini bakpia dikemas dengan kotak yang rata-rata bernuansa seragam, lengkap dengan angka-angka, yang ini menyuguhkan kemasan unik dan berbeda. "Kebetulan, ayah saya, Zuhad, yang mendesain kotak. Sengaja kami masukkan logo Tugu dan motif batik sebagai ciri khas Yogya," kata Rizna.

Jadi, tanpa angka pun, tetap laris-manis. (Yeta Angelina/Nova)

Alamat :
Bakpia & Pia ,
Waroeng Ngangeni, Jln. Dagen No.7, Yogyakarta
Telp. 0274-7442846.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran di Tangsel, Seorang Anak Terjebak hingga Tewas

Kebakaran di Tangsel, Seorang Anak Terjebak hingga Tewas

Megapolitan
Baim Wong Tak Pernah Curiga Mantan Anak Buah Bakal Curi Motornya

Baim Wong Tak Pernah Curiga Mantan Anak Buah Bakal Curi Motornya

Megapolitan
Mantan Anak Buah Curi Sepeda Motor Baim Wong untuk Bayar Utang

Mantan Anak Buah Curi Sepeda Motor Baim Wong untuk Bayar Utang

Megapolitan
Permintaan Maaf mantan Anak Buah kepada Baim Wong karena Curi Motor

Permintaan Maaf mantan Anak Buah kepada Baim Wong karena Curi Motor

Megapolitan
Tetangga Novel Baswedan Minta Polisi Segera Tuntaskan Kasus Penyiraman Air Keras

Tetangga Novel Baswedan Minta Polisi Segera Tuntaskan Kasus Penyiraman Air Keras

Megapolitan
'Novel Baswedan Beberapa Kali Operasi, Kok Masih Dituduh Rekayasa...'

"Novel Baswedan Beberapa Kali Operasi, Kok Masih Dituduh Rekayasa..."

Megapolitan
Tetangga Novel Baswedan Laporkan Dewi Tanjung atas Tuduhan Laporan Palsu

Tetangga Novel Baswedan Laporkan Dewi Tanjung atas Tuduhan Laporan Palsu

Megapolitan
Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah demi Hobi Cosplay...

Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah demi Hobi Cosplay...

Megapolitan
Dua Ormas Bentrok di Bekasi, Satu Orang Terluka

Dua Ormas Bentrok di Bekasi, Satu Orang Terluka

Megapolitan
Keluarga Pengguna GrabWheels yang Tewas Ditabrak Gelar Tabur Bunga

Keluarga Pengguna GrabWheels yang Tewas Ditabrak Gelar Tabur Bunga

Megapolitan
Sudah Lebih Sepekan, Sekda DKI Belum Dihubungi Gerindra soal Usulan Wagub

Sudah Lebih Sepekan, Sekda DKI Belum Dihubungi Gerindra soal Usulan Wagub

Megapolitan
Nenek Sebut Amel Luput dari Penyiraman Air Keras

Nenek Sebut Amel Luput dari Penyiraman Air Keras

Megapolitan
Radio Sonora, Garda Oto, Yello Hotel, dan Harris Convention Hall Bekasi Gelar Fun Rally 2019

Radio Sonora, Garda Oto, Yello Hotel, dan Harris Convention Hall Bekasi Gelar Fun Rally 2019

Megapolitan
Mengadu Nasib di Kawasan Kota Tua, PKL: Kalau Enggak Dagang, Mau Makan Apa?

Mengadu Nasib di Kawasan Kota Tua, PKL: Kalau Enggak Dagang, Mau Makan Apa?

Megapolitan
Korban Penggusuran Sunter Agung Minta Pemprov DKI Sediakan Tempat Usaha

Korban Penggusuran Sunter Agung Minta Pemprov DKI Sediakan Tempat Usaha

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X