Jakarta Gelar "Car Free Day" Dua Kali Sebulan

Kompas.com - 19/02/2009, 17:27 WIB

JAKARTA, KAMIS — Car free day atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) yang dilaksanakan untuk memperbaiki kualitas lingkungan di Kota Jakarta mulai bulan depan akan digelar dua kali sebulan. Sebelumnya, kegiatan ini telah digelar sekali sebulan di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin dan beberapa kali di ruas jalan lain.

"Tiap minggu terakhir pada kawasan Sudirman-Thamrin dan dua kali dalam setahun untuk masing-masing wilayah kota administrasi," kata Ridwan Panjaitan, Kepala Bidang Penegakan Hukum Pengendalian Lingkungan DKI Jakarta pada jumpa pers di Kantor Badan Pengelola Lingkngan hidup Daerah Provinsi DKI Jakarta, Kamis (19/2).

Jika di ruas Jalan Sudirman-Thamrin tiap akhir bulan, mulai bulan depan pada ruas jalan lain akan digelar pada minggu kedua. HBKB akan digelar di Jalan Rasuna Said pada 8 Maret dan 9 Agustus, Jalan Letjen Suprapto pada 12 April dan 13 September, Jalan Pramuka pada 10 Mei dan 11 Oktober, Kawasan Kota Tua pada 14 Juni dan 8 November, serta Jalan Danau Sunter Selatan pada 12 Juli dan 13 Desember.

"Tujuan jangka pendek program ini adalah untuk membiasakan warga berjalan kaki atau naik sepeda. Fenomena yang ada adalah masyarakat menggunakan mobil untuk menempuh jarak hanya 200 meter. Sedangkan tujuan jangka panjangnya, kita semua berharap makin banyak orang yang memakai kendaraan umum sehingga udara kita makin jauh dari polusi," ujar Ridwan.

HBKB di Jalan Sudirman-Thamrin terakhir dilakukan pada 25 Januari 2009 lalu dan akan kembali digelar pada 22 Februari 2009. Mulai pukul 06.00-14.00, ruas jalan dari Patung Pemuda di Sudirman sampai Patung Arjuna di Thamrin ditutup untuk segala jenis kendaraan bermotor kecuali bus transjakarta. Hanya pejalan kaki dan pengendara sepeda yang diperbolehkan lewat.

"Pada kawasan tersebut akan ada kegiatan seperti futsal, senam, panggung hiburan, dan lain lain. Kegiatan itu dimaksudkan untuk mencegah masyarakat yang memakai kendaraan bermotor nekat menerobos masuk dan sebagai ajang bersosialisasi antarwarga," jelas Ridwan. Ia mengimbau supaya pada HBKB kali ini masyarakat benar-benar memanfaatkannya dengan tidak menggunakan kendaraan pribadi dan sebaiknya menggunakan sepeda atau berjalan kaki.



Editor

Terkini Lainnya

Melihat Ritual Unggahan Masyarakat Adat Bonokeling, Jalan Kaki Puluhan Kilometer untuk Ziarah ke Makam Leluhur

Melihat Ritual Unggahan Masyarakat Adat Bonokeling, Jalan Kaki Puluhan Kilometer untuk Ziarah ke Makam Leluhur

Regional
Mengintip Hasil Perhitungan Suara Pileg 2019 di Singapura

Mengintip Hasil Perhitungan Suara Pileg 2019 di Singapura

Internasional
5 Fakta Pengantar Galon Air Jadi Anggota DPRD, Uang Bukan Faktor Utama hingga Kalahkan Ketua DPC Demokrat

5 Fakta Pengantar Galon Air Jadi Anggota DPRD, Uang Bukan Faktor Utama hingga Kalahkan Ketua DPC Demokrat

Regional
Ciliwung Meluap, Banjir Rendam Kawasan Cililitan

Ciliwung Meluap, Banjir Rendam Kawasan Cililitan

Megapolitan
3 Tahun Pemilu Terus, Ketua Komisi II Soroti Polarisasi di Masyarakat

3 Tahun Pemilu Terus, Ketua Komisi II Soroti Polarisasi di Masyarakat

Nasional
AS Buru Pria yang Tuangkan Bensin di Gedung Komunitas Muslim

AS Buru Pria yang Tuangkan Bensin di Gedung Komunitas Muslim

Internasional
Tunggak Gaji Mantan Pemain Rp 2,9 Miliar, Manajemen Sriwijaya FC Minta Maaf

Tunggak Gaji Mantan Pemain Rp 2,9 Miliar, Manajemen Sriwijaya FC Minta Maaf

Regional
Bantah Spekulasi Pertemuan Zulkifli dan Jokowi, PAN Tegaskan Tetap di Koalisi 02

Bantah Spekulasi Pertemuan Zulkifli dan Jokowi, PAN Tegaskan Tetap di Koalisi 02

Nasional
6 Fakta Sidang Sekjen KONI, Uang untuk Bayar Kuliah hingga Inisial untuk Menpora

6 Fakta Sidang Sekjen KONI, Uang untuk Bayar Kuliah hingga Inisial untuk Menpora

Nasional
Sudah 7 Orang Penyelenggara Pemilu di NTT Meninggal

Sudah 7 Orang Penyelenggara Pemilu di NTT Meninggal

Regional
PVMBG: Aktivitas Kegempaan Vulkanik Gunung Karangetang Masih Berfluktuasi

PVMBG: Aktivitas Kegempaan Vulkanik Gunung Karangetang Masih Berfluktuasi

Regional
Senin Pagi, Bendung Katulampa Berstatus Siaga 4

Senin Pagi, Bendung Katulampa Berstatus Siaga 4

Regional
Terekam Video, Simpanse Pintar Sedang Bermain Instagram

Terekam Video, Simpanse Pintar Sedang Bermain Instagram

Internasional
Hanya Gunakan 5 Rangkaian Kereta, Diklaim Jadi Penyebab LRT Palembang Belum Maksimal

Hanya Gunakan 5 Rangkaian Kereta, Diklaim Jadi Penyebab LRT Palembang Belum Maksimal

Regional
Tiga Faktor Penyebab Kemacetan di Tanjung Priok

Tiga Faktor Penyebab Kemacetan di Tanjung Priok

Megapolitan

Close Ads X