Ini Dia Nasi Kucing Khas Bali

Kompas.com - 13/08/2009, 14:12 WIB

KEINDAHAN Pulau Dewata sudah terkenal, ayam betutu -masakan khas Bali- juga sudah tak asing lagi. Tapi, mungkin Anda belum pernah mencicipi nasi jenggo -sejenis nasi kucing di Solo-, sayur lawar, sate lilit (terbuat dari ikan tenggiri), sayur ares (terbuat dari batang pohon pisang muda), dan rujak kuah pindang.

Jika Anda penasaran, datang saja sini: Warung Made Darmi di Jalan Punak 33, Pangkalan Jati, Cinere, Jakarta Selatan. Soal cita rasa, menurut Made Darmi, pemilik Warung Made Darmi, orang Bali kebanyakan suka gurih, pedas, dan asin. Mirip dengan masakan padang. Hanya saja mereka tidak menggunakan santan untuk mengentalkan masakannya.

"Kami kalau memasak pasti berani dengan bumbu. Jadi, masakannya lebih berasa dan lebih kental. Dalam sejarahnya, kami tidak pernah memasak dengan menggunakan santan. Kelapa parut dipakai sebagai campuran, bukan diambil santannya," ujarnya.

Sedangkan bahan-bahan yang akan diolah menjadi masakan bisa berupa daging ayam, daging bebek, atau daging sapi.

Untuk makanan sehari-hari yang sering dijual Made Darmi adalah nasi jenggo. Nasi ini mirip dengan nasi kucing. Terdiri dari nasi putih, potongan ayam betutu, serundeng, kacang tanah atau kacang tolo goreng, sambal matah, dan tumis kacang panjang. Setiap hari lauknya bisa berganti-ganti. Nasinya dibungkus dengan daun pisang. Sebungkusnya Rp 7.000.

Menurut cerita, pada tahun 1970-1980, para penjelajah Kuta di malam hari mempunyai gaya yang khas mirip seorang koboi zaman wild west. Mungkin para koboi Kuta inilah yang kemudian dijuluki Jango.

Sebungkus nasi jenggo berisi sekepal nasi putih, dengan lauk mi goreng, sambal pedas, tempe kering, dan beberapa suwir ayam atau daging atau ikan yang dibumbui khas Bali. Harganya Rp 2.000 per porsi.

Untuk makanan selamatan, upacara keagamaan, tersedia sayur lawar dan ayam betutu, serta kue-kue. Sayur lawar ini terbuat dari daging yang dicincang, sayuran, sejumlah bumbu dan kelapa parut. Sedangkan ayam betutu terbuat dari ayam kampung yang utuh lalu badannya diisi daun singkong yang telah direbus. Lalu diberi bumbu dan diikat. Setelah itu direbus hingga agak empuk, baru kemudian dibakar. Rasanya agak gurih dan pedas, terutama pada daun singkongnya. Harga per ekor Rp 60.000. Dipadu dengan sambal matah, bikin selera tambah hot.

Makanan khas Bali lainnya, yaitu sate lilit, terbuat dari ikan tenggiri yang ditumbuk halus dicampur dengan kelapa parut lalu dililitkan pada bambu dan dibakar dengan arang. Harga per tusuk Rp 2.000.

Ada juga sayur ares. Terbuat dari batang pohon pisang yang masih muda. Dimasak dengan iga sapi atau ayam atau bebek sesuai dengan selera. Rasanya? Hmm...


Editor

Close Ads X