DKI Susun Tata Ruang Bawah Tanah

Kompas.com - 20/08/2009, 18:08 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Untuk mengantisipasi penggunaan ruang pascapembangunan mass rapid transit (MRT), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyusun rencana tata ruang bawah tanah. Rencana tata ruang bawah tanah akan digabungkan dalam rencana tata ruang wilayah 2010-2030.

Kepala Dinas Tata Ruang DKI Jakarta Wiryatmoko, Kamis (20/8) di Jakarta Pusat, mengatakan, penyusunan rencana tata ruang bawah tanah harus selesai pada Desember 2009. Rencana itu akan mulai diterapkan mulai 2010.

"Rencana tata ruang bawah tanah akan mengatur jenis-jenis aktivitas yang boleh menempati ruang bawah tanah di sekitar jalur MRT yang akan dibangun. Jika tidak diatur dari sekarang, pemanfaatan ruang bawah tanah akan menjadi semrawut," kata Wiryatmoko.

Selain itu, rencana tata ruang bawah tanah juga mengatur batasan kedalaman tanah yang masih boleh dimanfaatkan oleh pemilik lahan. Batasan itu penting agar pemilik lahan yang ruang bawah tanahnya dilewati jalur MRT tidak merasa tanah miliknya diserobot pemerintah.

Di luar negeri, lahan yang berada 21 meter di bawah permukaan tanah menjadi milik publik. "Masalah seperti ini harus diatur dalam peraturan daerah agar tidak menjadi sengketa di kemudian hari," kata Wiryatmoko.

Dalam rencana tata ruang bawah tanah, pihak swasta diberi ksempatan untuk membangun fasilitas tertentu di dekat stasiun MRT yang berkaitan dengan kepentingan publik. Fasilitas yang memungkinkan untuk dibangun antara lain adalah fasilitas penunjang stasiun, perpustakaan, dan jaringan serat optik untuk komunikasi.

Kereta massal cepat atau MRT tahap I rencananya akan membentang dari Lebak Bulus ke Dukuh Atas sepanjang 14,5 kilometer. Jalur sepanjang empat kilometer, dari Senayan ke Dukuh Atas, akan dibangun di bawah tanah. Adapun jalur sepanjang 10,5 kilometer lainnya akan dibangun seperti jalan layang di atas jalan raya yang ada.

Direktur Teknik PT MRT Jakarta Rachmadi mengatakan, ruang bawah tanah di sekitar stasiun MRT di Jakarta direncanakan seperti di Singapura. Di dekat stasiun MRT akan dibangun pertokoan dan pusat belanja berkelas internasional.

Selain itu, Pemprov DKI juga merencanakan pembangunan tempat parkir bawah tanah di dekat stasiun MRT. Tempat parkir itu diperlukan agar masyarakat mau berpindah dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.

Pembangunan MRT ditargetkan selesai pada 2016. Namun, sampai saat ini Departemen Perhubungan belum kunjung mengumumkan pemenang lelang proyek penyusunan desain dasar MRT.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.