94 Anggota Baru DPRD DKI Dilantik

Kompas.com - 25/08/2009, 19:49 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 94 calon anggota DPRD DKI Jakarta hasil Pemilu 2009 dilantik dan diambil sumpahnya sebagai anggota legislatif, Selasa (25/8) di Kantor DPRD DKI Jakarta. Ferial Sofyan dari Partai Demokrat dan Triwisaksana dari PKS dipilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua sementara DPRD DKI Jakarta.

Pengambilan sumpah dipandu oleh Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Suparno. Sementara pelantikan seharusnya dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, tetapi dia tidak hadir dalam acara pelantikan itu.

Dalam sambutan yang dibacakan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Mardiyanto berpesan agar seluruh anggota DPRD selalu bertindak dalam koridor hukum dan perundang-undangan yang berlaku. Koridor hukum harus menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan, peraturan daerah, ataupun anggaran pembangunan.

"Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan sesuai UUD. Artinya tidak lagi dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR, tetapi harus berdasarkan oleh undang-undang yang berlaku," kata Fauzi.

Anggota DPRD juga diingatkan bahwa mereka memiliki hak interpelasi atau meminta keterangan, hak angket atau penyelidikan, dan hak menyatakan pendapat. Namun, anggota DPRD tidak otomatis memiliki hak untuk memberhentikan kepala daerah.

Anggota baru DPRD dari Partai Amanat Nasional, Wanda Hamidah, mengatakan, melalui DPRD, dia akan memperjuangkan revisi peraturan daerah ketertiban umum mengenai penangkapan anak jalanan yang sangat diskriminatif. Mantan model itu juga akan memperjuangkan perda perlindungan anak. "Saya ingin memperjuangkan kesejahteraan rakyat melalui DPRD, terutama di Komisi E. Melalui DPRD, saya dapat memperjuangkan munculnya aturan hukum yang lebih berpihak pada rakyat," kata Wanda.

Dalam sambutan pembukaannya, Ferial Sofyan mengatakan, para anggota DPRD dapat bekerja profesional dalam memajukan wilayah dan menyejahterakan rakyat sejak dilantik. Mereka juga harus meningkatkan kemampuan berpolitik dan intelektual untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat yang telah memilih mereka.

Dalam waktu dekat, DPRD yang baru akan segera menyusun tata tertib yang baru. Pembentukan fraksi dan pemilihan pimpinan DPRD juga menjadi prioritas awal DPRD.

Partai Demokrat menguasai DPRD DKI periode 2009-2014 dengan menempatkan 32 orang anggotanya sebagai anggota DPRD. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapatkan 18 kursi anggota DPRD, Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) 11 kursi, Fraksi Partai Golkar (F-PG) 7 kursi, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) 7 kursi, Fraksi Partai Gerindra 6 kursi, Fraksi PAN 4 kursi, Fraksi Partai Hanura 4 kursi, Fraksi Partai Damai Sejahtera (F-PDS) 4 orang, dan Fraksi PKB 1 orang.

Dengan komposisi itu, Partai Hanura, PDS, PAN, dan PKB tidak dapat membentuk fraksi tersendiri. Pembentukan sebuah fraksi dapat dilakukan jika memiliki enam anggota DPRD.

Dalam tubuh DPRD yang baru terdapat 25 orang anggota DPRD periode sebelumnya. Beberapa orang anggota DPRD yang lama itu antara lain Nurmansjah Lubis (PKS), Sayogo Hendrosubroto (PDIP), Achmad Husein Alaydrus (PD), dan Prya Ramadhani (PG).

Pengamanan jalannya pelantikan anggota DPRD dilakukan dengan sangat ketat oleh 450 orang polisi. Dua mobil meriam air disiagakan di halaman DPRD.

Terjadi lima demonstrasi sejak pagi sampai sore hari di depan kantor DPRD, antara lain dari massa yang menamakan diri Aliansi Parlemen Jalanan, Pendukung Persija, dan Monitoring Corruption Group. Demonstrasi yang berlangsung damai itu menyerukan agar DPRD yang baru dilantik lebih memerhatikan kesejahteraan rakyat dan tidak menjadi calo proyek.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Stasiun Pondok Ranji Direvitalisasi, Akses Masuk hingga Lahan Parkir Akan Ditambah

Stasiun Pondok Ranji Direvitalisasi, Akses Masuk hingga Lahan Parkir Akan Ditambah

Megapolitan
Pengendara Motor yang Masuk Jalur Cepat di Margonda Akan Kena Tilang Elektronik

Pengendara Motor yang Masuk Jalur Cepat di Margonda Akan Kena Tilang Elektronik

Megapolitan
ASN Positif Covid-19, Ditjen Imigrasi Kemenkumham Tutup Salah Satu Gedung Selama 10 Hari

ASN Positif Covid-19, Ditjen Imigrasi Kemenkumham Tutup Salah Satu Gedung Selama 10 Hari

Megapolitan
Pemkot Jakpus Pakai Peti Jenazah untuk Ingatkan Warga Bahaya Covid-19

Pemkot Jakpus Pakai Peti Jenazah untuk Ingatkan Warga Bahaya Covid-19

Megapolitan
Wakapolri: Tangkap Penyebar Berita Hoaks Terkait Covid-19

Wakapolri: Tangkap Penyebar Berita Hoaks Terkait Covid-19

Megapolitan
Warga Terlibat Cekcok Saat Antre Perpanjang SIM di Metropolitan Mall Bekasi

Warga Terlibat Cekcok Saat Antre Perpanjang SIM di Metropolitan Mall Bekasi

Megapolitan
Mini Cooper Hilang Kendali Tabrak Tiang MRT, Pengendara Tak Sadarkan Diri

Mini Cooper Hilang Kendali Tabrak Tiang MRT, Pengendara Tak Sadarkan Diri

Megapolitan
Wakapolri Ancam Copot Kapolsek hingga Kapolda yang Tak Serius Tangani Covid-19

Wakapolri Ancam Copot Kapolsek hingga Kapolda yang Tak Serius Tangani Covid-19

Megapolitan
Nilai Rapor Jadi Pertimbangan Lulus Ujian SIMAK UI

Nilai Rapor Jadi Pertimbangan Lulus Ujian SIMAK UI

Megapolitan
Pilkada Depok, PSI Manfaatkan Kesempatan untuk Perkuat Mesin Partai

Pilkada Depok, PSI Manfaatkan Kesempatan untuk Perkuat Mesin Partai

Megapolitan
[HOAKS] Data BIN Tetapkan Jakarta Zona Hitam Covid-19

[HOAKS] Data BIN Tetapkan Jakarta Zona Hitam Covid-19

Megapolitan
Ditjen Perkeretapian Hentikan Pembongkaran Struktur Bata Kuno di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Ditjen Perkeretapian Hentikan Pembongkaran Struktur Bata Kuno di Proyek DDT Stasiun Bekasi

Megapolitan
Warga Jakarta Bisa Gelar Lomba dan Kegiatan 17 Agustus, asalkan...

Warga Jakarta Bisa Gelar Lomba dan Kegiatan 17 Agustus, asalkan...

Megapolitan
Polisi Buru Tetangga yang Diduga Bawa Kabur Remaja Asal Cengkareng

Polisi Buru Tetangga yang Diduga Bawa Kabur Remaja Asal Cengkareng

Megapolitan
Seorang Ibu Laporkan Tetangga, Diduga Bawa Kabur Anaknya Berusia 14 Tahun

Seorang Ibu Laporkan Tetangga, Diduga Bawa Kabur Anaknya Berusia 14 Tahun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X