Soto Tangkar Tanah Tinggi, Siapa Tak Kenal?

Kompas.com - 16/09/2009, 16:45 WIB
Editor

JIKA Anda tengah melewati kawasan Senen, tepatnya di Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat, mampirlah ke warung soto tangkar. "Soto Tangkar dan Sate Sapi," begitu tulisan yang tertera di spanduk warung ini. Namun, siapa yang tak kenal Soto Tangkar Tanah Tinggi? Memang, sudah banyak yang menjual soto jenis ini. Tapi, jika menilik fakta historis, warung ini boleh dibilang sebagai pelopor kuliner khas Betawi.

Soto Tangkar Tanah Tinggi sudah ada setahun setelah Republik ini diresmikan atau pada tahun 1946. H Ikhsan adalah generasi pertama yang mengelola soto tangkar ini. Kini, soto tangkar dikelola oleh Hasan (70), anak dari keponakan H Ikhsan, H Maing. Namun, Hasan sudah dianggap cucu sendiri oleh H Ikhsan. Setelah H Ikhsan meninggal, dia kerap membantu istri H Ikhsan berjualan soto.

"Saya aktif mengelola di sini taun 1997, setelah pensiun dari pabrik perakitan bus di Tanjung Priok. Sebelumnya memang ngebantuin nenek berjualan (istri H Ikhsan), tiap sabtu minggu," ujar kakek 16 cucu dan 2 cicit ini.

Tempat berjualan yang sekarang, menurut Hasan, adalah tempat ketiga setelah berkali-kali pindah. Saat awal berjualan, soto ini tidak menggunakan tenda dan pikulan tempat meracik soto dan kursi panjang yang akan dirapikan setelah selesai berjualan. Itu dilakoni hingga tahun 1990-an. Lokasinya berada di perempatan Jalan Tanah Tinggi atau di depan SD Paskalis.

Kemudian pada tahun 2000 warung ini menyewa bangunan permanen di Jalan Tanah Tinggi III/25. Namun, itu pun hanya bertahan selama tujuh tahun. Bangunan itu kemudian disewa oleh sebuah partai politik untuk dijadikan kantornya.

Tahun 2007 hingga kini, warung tersebut menempati sebuah rumah di Jalan Tanah Tinggi III/54, yang berada tepat di belakang lokasi sebelumnya.

Sebenarnya soto tangkar tak jauh beda dengan "saudaranya", soto Betawi. Namun, memang ada sedikit perbedaan terutama di kuahnya. Jika soto Betawi berkuah putih atau kuning, soto tangkar ini kuahnya kuning pekat hampir merah.

Resep soto tangkar
Hasan tak sungkan membagi rahasia dapurnya kepada Warta Kota. Ia menjelaskan bagaimana soto ini diolah. Pertama, menyiapkan bumbu utama yang menurut Hasan terdiri dari kunyit, bawang putih, bawang merah, udang kering, dan terasi.

Semua bahan itu ditumbuk, selepas itu ditumis hingga bau asli rempah-rempah itu menghilang berganti bau harum. Setelah ditumis, masukkan bumbu-bumbu tersebut ke dalam kuah santan yang sudah terlebih dahulu dipanasi. Tinggal masukkan bahan utama di antaranya daging sapi, iso, babat, paru, kikil, tulang muda, dan tulang rawan dari telinga.

Warung Hasan sendiri kini memiliki luas sekitar 7 x 5 meter dan bisa menampung pengunjung hingga 40 orang. Dalam sehari dia bisa menghabiskan kurang lebih 20 kg daging sapi untuk tiga tempat usahanya, yaitu di Tanah Tinggi, Pamulang, dan Serpong, Tangerang.

Untuk jumlah jeroan yang diolah tidak begitu banyak, karena ia mengaku peduli dengan kesehatan. Karena itu, dia hanya menyediakan babat 5 kg, paru 4 kg dan iso 4 kg saja.

Dalam sehari dia mengaku tak bisa memastikan jumlah pengunjung yang datang ke warungnya. Namun, sebagai perbandingan dia menyebut dua panci besar yang terisi penuh kuah hampir selalu habis. Warung dibuka sekitar pukul 10.00 hingga tutup menjelang maghrib. Harga seporsi soto tangkar Rp 10.000. (CR2)



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPBD DKI: 35 RW di Jakarta Masih Terendam Banjir

BPBD DKI: 35 RW di Jakarta Masih Terendam Banjir

Megapolitan
Kritik Anies, Ketua DPRD DKI Nilai SOP Penanganan Banjir Tidak Jelas

Kritik Anies, Ketua DPRD DKI Nilai SOP Penanganan Banjir Tidak Jelas

Megapolitan
Di Kota Tangerang, Ada 88 Kasus Cikungunya

Di Kota Tangerang, Ada 88 Kasus Cikungunya

Megapolitan
Anjungan Dukcapil Mandiri di Teras Kota Diresmikan, Warga Tangsel Bisa Cetak E-KTP Sendiri

Anjungan Dukcapil Mandiri di Teras Kota Diresmikan, Warga Tangsel Bisa Cetak E-KTP Sendiri

Megapolitan
Hari Ini, Nikita Mirzani Jalani Sidang Perdana Pembacaan Dakwaan Jaksa

Hari Ini, Nikita Mirzani Jalani Sidang Perdana Pembacaan Dakwaan Jaksa

Megapolitan
Berjaga di Pos Keamanan Saat Banjir, Seorang Pria Tewas Tersetrum

Berjaga di Pos Keamanan Saat Banjir, Seorang Pria Tewas Tersetrum

Megapolitan
PSI DKI: Anies 2,5 Tahun Jadi Gubernur, Program Antisipasi Banjir Jalan di Tempat

PSI DKI: Anies 2,5 Tahun Jadi Gubernur, Program Antisipasi Banjir Jalan di Tempat

Megapolitan
15,3 Hektare Lahan TPU di Bekasi Masih Kosong

15,3 Hektare Lahan TPU di Bekasi Masih Kosong

Megapolitan
Pengungkapan Rentetan Kasus Koboi Kemang Diganjar MURI

Pengungkapan Rentetan Kasus Koboi Kemang Diganjar MURI

Megapolitan
BERITA FOTO: Dampak Banjir di Jakarta Minggu Kemarin

BERITA FOTO: Dampak Banjir di Jakarta Minggu Kemarin

Berita Foto
Minta Anies Tak 'Tenggelamkan' Kelapa Gading, Warga Tuntut Dana Banjir Dikembalikan

Minta Anies Tak "Tenggelamkan" Kelapa Gading, Warga Tuntut Dana Banjir Dikembalikan

Megapolitan
247 Gardu Listrik Telah Kembali Dinyalakan PLN Setelah Banjir Surut

247 Gardu Listrik Telah Kembali Dinyalakan PLN Setelah Banjir Surut

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Lagi-lagi Jakarta Banjir | Viral Video Seorang Ibu Jambak Anak Muda di KRL

[POPULER JABODETABEK] Lagi-lagi Jakarta Banjir | Viral Video Seorang Ibu Jambak Anak Muda di KRL

Megapolitan
Ini Penyebab Banjir di RSCM Versi Damkar

Ini Penyebab Banjir di RSCM Versi Damkar

Megapolitan
BMKG: Jakarta Hujan Petir Nanti Malam, Bogor, Depok, Bekasi Hujan Ringan Seharian

BMKG: Jakarta Hujan Petir Nanti Malam, Bogor, Depok, Bekasi Hujan Ringan Seharian

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X