Demi Rp 40.000 dari Foke, Puluhan Warga Terinjak-injak

Kompas.com - 21/09/2009, 10:39 WIB
Editor

JAKARTA, KOMPAS.com — Kembali, pembagian sembako diwarnai dengn kericihan dan menimbulkan korban berdarah. Seperti yang terjadi dalam open house dengan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Senin (21/9) siang.

Kejadian sekitar jam 09.15 sesaat Foke meninggalkan Balai Kota setelah sekitar 1,5 jam menyalami warga. "Awalnya, saya merasa ada yang mendorong dari belakang. Di depan tertahan, semakin kuat dan terjatuh," kata Ainah (37), warga Bogor yang ikutan mengantre untuk bersalaman dengan Foke dan satu bingkisan beserta uang Rp 40.000.

Kejadian ini diwarnai raungan serta teriakan ibu-ibu dan anak-anak yang terjepit. Para petugas keamanan dengan segera menarik mereka. Termasuk yang tergenjet di pagar besi yang bagian atasnya dipasangi kawat berduri. Insiden ini terjadi karena para warga khawatir tidak mendapat bingkisan dan uang.

Setelah ditertibkan, ada ceceran darah di aspal tempat insiden terjadi. Tampaknya itu darah dari Satneh (38) dan Dartin (50), yang merupakan korban terparah. Saat ini mereka berdua dibawa dengan ambulans. Menurut sopir ambulans, keduanya bakal dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo. Sedangkan korban lain tampak menarik napas panjang sambil memegang dada dan menangis. Ada pula yang langsung terlentang tak berdaya.


Meski telah jatuh korban luka, warga tetap saja berdesak-desakan dengan antusiasme tinggi untuk mendapat bingkisan Lebaran. Para petugas keamanan pun mengambil anak-anak kecil yang dibawa ibu-ibu untuk diselamatkan sebab mereka sudah dekat dengan pagar berduri. Sampai saat ini antrean masih sangat panjang.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Ahok Berbaik Sangka Terhadap Bus Zhong Tong yang Kembali Beroperasi di Jakarta

Ketika Ahok Berbaik Sangka Terhadap Bus Zhong Tong yang Kembali Beroperasi di Jakarta

Megapolitan
Kisah Pemotong Kapal Tua di Utara Jakarta, Pertaruhkan Keselamatan demi Rupiah

Kisah Pemotong Kapal Tua di Utara Jakarta, Pertaruhkan Keselamatan demi Rupiah

Megapolitan
Rusman Jadi Penjahit Langganan Jokowi Sejak Dikenalkan Ahok

Rusman Jadi Penjahit Langganan Jokowi Sejak Dikenalkan Ahok

Megapolitan
3 Fakta Tumpukan Sampah Bambu di Kali Cikeas, Bekasi

3 Fakta Tumpukan Sampah Bambu di Kali Cikeas, Bekasi

Megapolitan
Cerita Penjahit Langganan, Jokowi Kini Memilih Model “Slim Fit”

Cerita Penjahit Langganan, Jokowi Kini Memilih Model “Slim Fit”

Megapolitan
BMKG: Waspada Hujan Petir di Jakarta Selatan dan Timur Malam Ini

BMKG: Waspada Hujan Petir di Jakarta Selatan dan Timur Malam Ini

Megapolitan
Antisipasi Demo, Polisi Kembali Tutup Jalan di Sekitar Gedung DPR RI

Antisipasi Demo, Polisi Kembali Tutup Jalan di Sekitar Gedung DPR RI

Megapolitan
SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

SMK di Depok Diserang Sekelompok Orang, Guru: Sudah Tiga Kali Penyerangan

Megapolitan
SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

SMK di Depok Dirusak Massa, Polisi Duga Aksi Balas Dendam

Megapolitan
Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Anggota DPRD Yang Bocorkan Rapat Tertutup Akan Dijerat Pasal Kode Etik

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Terduga Teroris di Tambun Merencanakan Bom Bunuh Diri di Lampung

Megapolitan
Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Pria Ditemukan Membusuk di Kontrakan, Diduga Tewas karena Sakit

Megapolitan
Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Djeni Bisa Sewa 3 Mobil Sehari untuk Kemudian Digadai

Megapolitan
9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

9 Terdakwa Sindikat 70 Kg Sabu dan 49.238 Butir Ekstasi Divonis Seumur Hidup

Megapolitan
Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Terduga Teroris di Tambun Selatan Terkait dengan Kelompok Abu Zee

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X