Polisi: Itu Bukan Hipnotis

Kompas.com - 25/08/2010, 20:36 WIB
EditorMarcus Suprihadi

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com- Kepolisian Sektor Sukabumi tengah menyelidiki kasus pencurian yang diduga menggunakan modus hipnotis, dan telah terjadi dua kali berturut-turut di Lampung.

Namun, pihak kepolisian menampik jika kasus ini adalah bermodus hipnotis. " Korban lebih seperti gubag (terperdaya) karena disibukkan oleh banyaknya pelaku. Tidak seperti yang terhipnotis," ungkap Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Sukabumi Ipda I ketut Sutika.

Dihubungi terpisah, Direk tur Reserse Kriminal Polda Lampung Kombes Joko Hartanto belum mau berkomentar mengenai kasus ini dengan alasan dirinya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Kapolda.

 

 

 

 

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Jakarta Pandemi Covid-19, Pedagang Asongan Ini Mudik ke Tegal dan Akhirnya Menganggur

    Jakarta Pandemi Covid-19, Pedagang Asongan Ini Mudik ke Tegal dan Akhirnya Menganggur

    Megapolitan
    Samsat Banten Berlakukan Kebijakan Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Bermotor hingga 29 Mei

    Samsat Banten Berlakukan Kebijakan Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Bermotor hingga 29 Mei

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Bentuk RW Siaga untuk Batasi Pergerakan Warga

    Pemkot Bekasi Bentuk RW Siaga untuk Batasi Pergerakan Warga

    Megapolitan
    [HOAKS] Relawan Kakak Beradik di RSD Wisma Atlet Meninggal Dunia

    [HOAKS] Relawan Kakak Beradik di RSD Wisma Atlet Meninggal Dunia

    Megapolitan
    Selama Warga Diimbau Tetap di Rumah, Aetra Jamin Distribusi Air Bersih Lancar

    Selama Warga Diimbau Tetap di Rumah, Aetra Jamin Distribusi Air Bersih Lancar

    Megapolitan
    Meski Telah Dimaafkan, Oknum Ojol Pelaku Ujaran Kebencian terhadap Habib Luthfi Tetap Diproses Hukum

    Meski Telah Dimaafkan, Oknum Ojol Pelaku Ujaran Kebencian terhadap Habib Luthfi Tetap Diproses Hukum

    Megapolitan
    Kepala KKP Belum Bisa Pastikan Bagaimana Petugas Bandara Soekarno-Hatta Terjangkit Covid-19

    Kepala KKP Belum Bisa Pastikan Bagaimana Petugas Bandara Soekarno-Hatta Terjangkit Covid-19

    Megapolitan
    Pemprov DKI Alokasikan Anggaran Rp 3 Triliun untuk Penanggulangan Corona

    Pemprov DKI Alokasikan Anggaran Rp 3 Triliun untuk Penanggulangan Corona

    Megapolitan
    Dampak Corona, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Sejak Awal Tahun

    Dampak Corona, Jumlah Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Turun Sejak Awal Tahun

    Megapolitan
    RSUP Persahabatan Tambah Kapasitas Tempat Tidur untuk Rawat 100 Pasien Covid-19

    RSUP Persahabatan Tambah Kapasitas Tempat Tidur untuk Rawat 100 Pasien Covid-19

    Megapolitan
    Banyak RS Swasta Rawat Pasien Covid-19, Anies Minta BPJS Tak Telat Bayar Tagihan

    Banyak RS Swasta Rawat Pasien Covid-19, Anies Minta BPJS Tak Telat Bayar Tagihan

    Megapolitan
    Oknum Ojol Ditangkap karena Ujaran Kebencian terhadap Wantimpres soal Penanganan Covid-19

    Oknum Ojol Ditangkap karena Ujaran Kebencian terhadap Wantimpres soal Penanganan Covid-19

    Megapolitan
    Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI Akan Beri Rp 1 Juta untuk 3,7 Juta Warga Terdampak Corona

    Pemerintah Pusat dan Pemprov DKI Akan Beri Rp 1 Juta untuk 3,7 Juta Warga Terdampak Corona

    Megapolitan
    Minim Order Saat Pandemi Covid-19, Ojol Dapat Bantuan Voucher Makan Gratis

    Minim Order Saat Pandemi Covid-19, Ojol Dapat Bantuan Voucher Makan Gratis

    Megapolitan
    Cerita Salah Satu Tamu Saat Hadiri Pesta Pernikahan Mantan Kapolsek Kembangan

    Cerita Salah Satu Tamu Saat Hadiri Pesta Pernikahan Mantan Kapolsek Kembangan

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X