Polisi Cermati Rekaman CCTV

Kompas.com - 25/08/2010, 20:41 WIB
EditorMarcus Suprihadi

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com- Direk tur Reserse Kriminal Kepolisian Daerah  Lampung Kombes Joko Hartanto mengatakan, polisi akan mengusut kasus penipuan dengan dugaan modus hipnotis yang terajdi di Lampung.

Polisi telah mendapatkan isi rekaman CCTV dari kedua minimarket dan akan menindaklanjuti kasus ini dengan penyelidikan. Ia meminta masyarakat tetap waspada berulangnya aksi komplotan ini.

"Masyarakat kan sudah melihat rekaman CCTV dan ciri-ciri pelakunya di tv. Jadi, semestinya ada antisipasi," ujarnya.

Sejauh ini, polisi masih belum mendapatkan info mengenai pelaku, asal, maupun keberadaannya saat ini.

 

 

 

 

 

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    KRL Padat, Masih Ada Penumpang yang Belum Gunakan Masker

    KRL Padat, Masih Ada Penumpang yang Belum Gunakan Masker

    Megapolitan
    Tak Ada Siaran Langsung, Masyarakat Tak Bisa Saksikan Pemilihan Wagub DKI

    Tak Ada Siaran Langsung, Masyarakat Tak Bisa Saksikan Pemilihan Wagub DKI

    Megapolitan
    Pandemi Covid-19, Wali Kota Minta Restoran dan Rumah Makan di Depok Tak Layani Makan di Tempat

    Pandemi Covid-19, Wali Kota Minta Restoran dan Rumah Makan di Depok Tak Layani Makan di Tempat

    Megapolitan
    1.151 Pasien Positif Covid-19 di Jakarta, Ini 14 Kelurahan dengan Kasus Terbanyak

    1.151 Pasien Positif Covid-19 di Jakarta, Ini 14 Kelurahan dengan Kasus Terbanyak

    Megapolitan
    Pemkot Klaim Kampung Siaga Covid-19 Sudah Jangkau 80 Persen Wilayah Depok

    Pemkot Klaim Kampung Siaga Covid-19 Sudah Jangkau 80 Persen Wilayah Depok

    Megapolitan
    Begini Mekanisme Pemilihan Wagub DKI di Tengah Pandemi Covid-19

    Begini Mekanisme Pemilihan Wagub DKI di Tengah Pandemi Covid-19

    Megapolitan
    Polisi Tindak Warga Berkerumun meski Belum Ditetapkan PSBB, Ini Penjelasan Kepolisian

    Polisi Tindak Warga Berkerumun meski Belum Ditetapkan PSBB, Ini Penjelasan Kepolisian

    Megapolitan
    11 Pasar Tradisional Kota Bekasi Segera Terapkan Sistem Jual Beli Online

    11 Pasar Tradisional Kota Bekasi Segera Terapkan Sistem Jual Beli Online

    Megapolitan
    Gedung Bekas Rumah Sakit Akan Dijadikan Ruang Isolasi Kasus Covid-19, Warga Kedaung Pamulang Menolak

    Gedung Bekas Rumah Sakit Akan Dijadikan Ruang Isolasi Kasus Covid-19, Warga Kedaung Pamulang Menolak

    Megapolitan
    1.151 Pasien Positif Covid-19 Tersebar di 202 Kelurahan, Ini Rinciannya

    1.151 Pasien Positif Covid-19 Tersebar di 202 Kelurahan, Ini Rinciannya

    Megapolitan
    [UPDATE] Covid-19 di Jakarta: 1.151 Positif, 64 Sembuh, 123 Meninggal

    [UPDATE] Covid-19 di Jakarta: 1.151 Positif, 64 Sembuh, 123 Meninggal

    Megapolitan
    Kisah Kevin, Jadi Petugas Misa Live Streaming untuk Pelayanan Umat yang Berada di Rumah

    Kisah Kevin, Jadi Petugas Misa Live Streaming untuk Pelayanan Umat yang Berada di Rumah

    Megapolitan
    Di Tengah Pandemi Corona, Pemilihan Wagub DKI Tetap Dilaksanakan Siang Ini

    Di Tengah Pandemi Corona, Pemilihan Wagub DKI Tetap Dilaksanakan Siang Ini

    Megapolitan
    Awas, Lupa Pakai Masker Bakal Dilarang Naik MRT

    Awas, Lupa Pakai Masker Bakal Dilarang Naik MRT

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Akan Tangkap Masyarakat yang Nekat Nongkrong di Luar Rumah

    Pemkot Bekasi Akan Tangkap Masyarakat yang Nekat Nongkrong di Luar Rumah

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X