Inilah Kronologi Bentrokan di Tarakan

Kompas.com - 29/09/2010, 11:59 WIB
EditorHeru Margianto

JAKARTA, KOMPAS.com — Divisi Humas Polri merilis kronologi bentrokan antarkelompok warga yang terjadi di Kampung Juata Permai, Tarakan, Kalimantan Timur, Selasa (28/9/2010). Peristiwa tersebut memicu bentrokan yang lebih luas, bahkan merambat hingga ke dalam kota. Informasi dari Tarakan menyebutkan, lima orang tewas dalam pertikaian ini.

Berikut konologi kejadian yang disampaikan Divisi Humas Polri dalam situs resmi Polri, Rabu.

Minggu, 26 September 2010, sekitar pukul 22.30 Wita Abdul Rahmansyah, warga Kelurahan Juata Permai, dikeroyok lima orang tak dikenal saat melintas di Perum Korpri, Jalan Seranai III, Juata, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan. Ia terluka di telapak tangan. Abdul pulang ke rumah untuk meminta pertolongan dan diantar pihak keluarga ke RSU Tarakan untuk berobat.

Senin, 27 September 2010 Sekitar pukul 00.30 Wita, Abdullah (56), orangtua Abdul Rahmansyah, beserta enam orang yang merupakan keluarga dari suku Tidung berusaha mencari para pelaku pengeroyokan dengan membawa senjata tajam berupa mandau, parang, dan tombak. Mereka mendatangi sebuah rumah yang diduga sebagai rumah tinggal salah seorang dari pengroyok di Perum Korpri.

Penghuni rumah yang mengetahui rumahnya akan diserang segera mempersenjatai diri dengan senjata tajam berupa badik dan parang. Setelah itu, terjadilah perkelahian antara kelompok Abdullah dan penghuni rumah tersebut yang adalah warga suku Bugis Latta. Abdullah meninggal akibat sabetan senjata tajam. 

Pukul 01.00 Wita, sekitar 50 orang dari kelompok suku Tidung menyerang Perum Korpri. Para penyerang membawa mandau, parang, dan tombak. Mereka merusak rumah Noordin, warga suku Bugis Letta.

Pukul 05.30 Wita terjadi pula aksi pembakaran rumah milik Sarifudin, warga suku Bugis Latta, yang juga tinggal di Perum Korpri.

Pukul 06.00 Wita, sekitar 50 orang dari suku Tidung mencari Asnah, warga suku Bugis Latta. Namun, ia diamankan anggota Brimob.

Pukul 10.00 Wita, massa kembali mendatangi rumah tinggal Noodin, warga suku Bugis Latta dan langsung membakarnya.

Pukul 11.00 Wita, massa kembali melakukan perusakan terhadap empat sepeda motor yang berada di rumah Noodin.

Halaman:
Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Jika Ibu Kota Pindah, Dewan Riset Usulkan Jakarta jadi Kota Bisnis dan Riset Internasional

    Jika Ibu Kota Pindah, Dewan Riset Usulkan Jakarta jadi Kota Bisnis dan Riset Internasional

    Megapolitan
    KPU Kota Depok Kebanjiran Calon PPK Jelang Pilkada 2020

    KPU Kota Depok Kebanjiran Calon PPK Jelang Pilkada 2020

    Megapolitan
    7 Begal Remaja di Depok Anggota Geng Motor, Mengaku Akan Balas Dendam Tawuran

    7 Begal Remaja di Depok Anggota Geng Motor, Mengaku Akan Balas Dendam Tawuran

    Megapolitan
    Banjir Kembali Kepung Jakarta, Anies Kerahkan Tim Gabungan

    Banjir Kembali Kepung Jakarta, Anies Kerahkan Tim Gabungan

    Megapolitan
    Siswa SMP dan SMK Jadi Tersangka Pembegalan di Depok

    Siswa SMP dan SMK Jadi Tersangka Pembegalan di Depok

    Megapolitan
    Sejumlah Arus Lalin Dialihkan akibat Banjir Periuk Kota Tangerang

    Sejumlah Arus Lalin Dialihkan akibat Banjir Periuk Kota Tangerang

    Megapolitan
    Wanita yang Tewas Tertabrak KRL Dekat Stasiun Cawang Teridentifikasi

    Wanita yang Tewas Tertabrak KRL Dekat Stasiun Cawang Teridentifikasi

    Megapolitan
    Batan hingga Gegana Periksa Rumah di Batan Indah, Garis Peringatan Dipasang

    Batan hingga Gegana Periksa Rumah di Batan Indah, Garis Peringatan Dipasang

    Megapolitan
    [VIDEO] Hari Kedua Jalan Cakung-Cilincing Terendam Banjir

    [VIDEO] Hari Kedua Jalan Cakung-Cilincing Terendam Banjir

    Megapolitan
    Diguyur Hujan Sejak Pagi, Sejumlah Titik di Bogor Alami Tanah Longsor

    Diguyur Hujan Sejak Pagi, Sejumlah Titik di Bogor Alami Tanah Longsor

    Megapolitan
    Jalan Cakung Cilincing Raya Masih Tenggelam, Hanya Truk yang Bisa Melintas

    Jalan Cakung Cilincing Raya Masih Tenggelam, Hanya Truk yang Bisa Melintas

    Megapolitan
    Laptop, Komputer hingga Buku di Perpustakaan SMAN 10 Bekasi Rusak akibat Banjir

    Laptop, Komputer hingga Buku di Perpustakaan SMAN 10 Bekasi Rusak akibat Banjir

    Megapolitan
    Ribuan Warga Terdampak Banjir di Periuk Tangerang

    Ribuan Warga Terdampak Banjir di Periuk Tangerang

    Megapolitan
    7 Alat Medis di RSCM Terendam Banjir, Salah Satunya Alat Canggih Tomoterapi

    7 Alat Medis di RSCM Terendam Banjir, Salah Satunya Alat Canggih Tomoterapi

    Megapolitan
    Kakek di Depok Diduga Cabuli 5 Bocah SD di Masjid

    Kakek di Depok Diduga Cabuli 5 Bocah SD di Masjid

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X