Hakim Dituding Tak Independen

Kompas.com - 22/03/2011, 18:48 WIB
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com - Penetapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tentang penahanan Anand Krishna dinilai tidak independen. Dwi Ria Latifa selaku kuasa hukum Anand Krisna merasa kliennya telah diperlakukan tidak adil.

"Menurut tim hukum kami, hakim yang menangani kasus ini telah mengabaikan asas independensi seorang hakim," ujar Ria saat dihubungi oleh Kompas.com, Selasa (22/3/2011).

Ia berpendapat sudah seharusnya seorang hakim dalam menyelesaikan sebuah kasus mengambil sikap netral. Hakim tidak boleh berpihak pada siapapun. Intinya, hakim harus selalu objektif dalam pengambilan keputusan.

"Kalau hakim sudah tidak objektif, untuk apa lagi diteruskan persidangan ini? Sudah tidak ada gunanya lagi," ujarnya.

Ria juga menyesalkan pernyataan hakim pada salah satu sidang kliennya. Saat saksi ahli dari Jaksa dipanggil berkali-kali dan tidak datang juga, hakim tiba-tiba berkomentar, "Ya, kalau enggak ada amunisi, bagaimana saksi ahli mau datang."

"Apa maksudnya seorang hakim berkata begitu di persidangan? Jelas ada sesuatu di balik proses persidangan ini," ungkapnya.

Oleh karena itu, pihak Anand akan segera melapor ke Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial terkait dengan perilaku hakim yang tampak berat sebelah dalam mengatasi masalah ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X