Dari MRT hingga Mobil Ramah Lingkungan

Kompas.com - 12/08/2011, 02:54 WIB
Editor

Kemacetan bukan hanya masalah Jakarta dan kota besar lain. Kota satelit, seperti Bekasi, Cibubur, Depok, dan Serpong, pun mengalami problem sama.

Kemacetan antara lain berpangkal pada pesatnya pertumbuhan perumahan di pinggiran kota besar. Kondisi ini menimbulkan masalah polusi udara.

Pada Research and Inovation Technology (Ritech) Expo 2011 yang digelar di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Serpong, Banten, Rabu-Jumat (10-12/8), solusi masalah itu coba diberikan.

Di stan Fakultas Teknik dan Sains Universitas Nasional Jakarta dipamerkan sepeda motor menggunakan bahan bakar hidrogen yang dihasilkan EcoPower Booster (EPB) rancangan mahasiswa. Dengan memasang EPB di ruang mesin dihasilkan gas hidrogen dan oksigen (HHO) untuk menggerakkan mesin 2000 cc. Penggunaan EPB dapat menghemat bakar hingga 70 persen dan tanpa emisi karbon.

Kendaraan ramah lingkungan juga dihasilkan peneliti di Pusat Teknologi Listrik dan Mekatronik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Melalui program Insentif Riset LIPI membuat mikrobus bertenaga listrik.

Mobil berpenumpang 15 orang ini membutuhkan pengisian baterai selama 3 jam. Dengan daya listrik itu bisa ditempuh jarak 150 kilometer. Untuk prototipe ini, kata Hary Soebagyo, Kepala Bidang Insentif Riset Kementerian Riset dan Teknologi, pihaknya menyediakan dana Rp 2,5 miliar per tahun.

Sementara itu, di stan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta ditampilkan maket rencana pembangunan MRT Jakarta. Menurut kepala humas perusahaan BUMD ini, Manpalagupta Sitorus, proyek ini terdiri dari kereta layang dan kereta bawah tanah.

Pembangunan MRT pada jalur sepanjang 110 km dilakukan di koridor Lebak Bulus-Mangga Dua dan Balaraja-Cikarang. Proyek ini akan dimulai pertengahan 2012, dengan dana bantuan dari Jepang. (YUN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.