Livia Tewas dan Diperkosa dalam Angkot

Kompas.com - 26/08/2011, 20:21 WIB
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Dugaan pemerkosaan yang terjadi pada mahasiswi jurusan Sastra China Universitas Bina Nusantara, Livia Pavita Soelistio (20), terbukti benar. Bahkan, pelaku tega memerkosa saat Livia sudah tak lagi bernyawa.

Hal ini diketahui dari keterangan salah seorang tersangka yang sudah dibekuk kepolisian. Pelaku pemerkosaan diduga yang satu orang ini masih dalam buruan polisi. "Sementara, dari keterangan satu orang (tersangka), ada dugaan sudah meninggal  saat diperkosanya," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Ferdy Sambo, Jumat (26/8/2011) petang.

Ferdy mengatakan, saat Livia naik Mikrolet M24 jurusan Srengseng-Slipi pada 16 Agustus 2011 siang dari depan kampusnya, tiga orang pelaku yang berada di bagian belakang langsung membekap korban dan merampas barang-barangnya. Korban sempat memberontak sampai akhirnya dicekik pelaku hingga tewas. Dalam keadaan tidak sadarkan diri itulah, salah seorang pelaku kemudian menyalurkan nafsunya di jok belakang mikrolet.

Setelah memerkosa dan menguras harta benda milik Livia, pelaku langsung membuang korban ke selokan di wilayah Cisauk, Kabupaten Tangerang. "TKP pemerkosaannya di (dalam) angkot dalam perjalanan ke Tangerang. Satu pelaku yang memerkosa  masih kami kejar," tutur Ferdy.

Livia diketahui menghilang sejak 16 Agustus 2011. Pada hari itu, ia berangkat dari rumah dengan menggunakan kemeja putih dan rok hitam menuju Kampus Universitas Bina Nusantara untuk mengikuti ujian.

Seusai mengikuti ujian, teman kampus melihat Livia masih berada di lapangan parkir. Keluarga masih bisa mengontak Livia hingga 17 Agustus 2011, tetapi tidak pernah dijawab. Setelah tanggal itu, ponsel Livia langsung tidak aktif. Baru pada Minggu, 21 Agustus 2011, seorang warga menemukan sesosok mayat tak beridentitas mirip Livia di selokan sebuah kebun di Cisauk.

Keluarga meyakini bahwa mayat itu merupakan Livia karena terdapat liontin kalung, rok, dan baju kemeja putih yang sama.

Empat orang tersangka akhirnya sudah ditangkap polisi, yakni RH (24), IN (22), SR (52), dan AB (18) pada tanggal 25-26 Agustus 2011. RH dan IN dijerat dengan Pasal 365 Ayat (3) KUHP tentang pembunuhan. Adapun SR dan AB dijerat dengan Pasal 480 KUHP karena berperan sebagai penadah barang curian. RH dan IN diancam hukuam 20 tahun penjara, sementara SR dan AB diancam hukuman 4 tahun penjara. Selain empat tersangka yang sudah tertangkap, polisi masih mengejar dua tersangka lain yang masih buron.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Revitalisasi Monas, Timbulkan Polemik tapi Tetap Jalan Terus...

    Revitalisasi Monas, Timbulkan Polemik tapi Tetap Jalan Terus...

    Megapolitan
    Kantor DPD Golkar Kota Bekasi Masuk Situs Jual Beli Online, Ini Kata Penjual

    Kantor DPD Golkar Kota Bekasi Masuk Situs Jual Beli Online, Ini Kata Penjual

    Megapolitan
    Pria yang Tepergok Culik Anak 14 Bulan di Cipayung Diduga Hipnotis Anggota Keluarga

    Pria yang Tepergok Culik Anak 14 Bulan di Cipayung Diduga Hipnotis Anggota Keluarga

    Megapolitan
    PTUN Batalkan SK Pencabutan Izin Reklamasi Pulau F, Anies Ajukan Banding

    PTUN Batalkan SK Pencabutan Izin Reklamasi Pulau F, Anies Ajukan Banding

    Megapolitan
    Perempuan yang Mau Bunuh Diri di JPO Sudah Dipulangkan ke Keluarga

    Perempuan yang Mau Bunuh Diri di JPO Sudah Dipulangkan ke Keluarga

    Megapolitan
    Warga Pamulang Permai Digigit Ular Saat Banjir

    Warga Pamulang Permai Digigit Ular Saat Banjir

    Megapolitan
    Pemprov DKI Diminta Hentikan Proyek Revitalisasi Monas, DPRD Sebut Wajar

    Pemprov DKI Diminta Hentikan Proyek Revitalisasi Monas, DPRD Sebut Wajar

    Megapolitan
    Ingin Sterilisasi Kucing Gratis? Begini Syarat Pendaftarannya

    Ingin Sterilisasi Kucing Gratis? Begini Syarat Pendaftarannya

    Megapolitan
    Seorang Pria Tepergok Culik Anak Usia 14 Bulan di Cipayung, Pelaku Dikeroyok Warga

    Seorang Pria Tepergok Culik Anak Usia 14 Bulan di Cipayung, Pelaku Dikeroyok Warga

    Megapolitan
    Polisi Ungkap Kesulitan Tangkap Pelaku Masturbasi di Bawah JPO Ahmad Yani Bekasi

    Polisi Ungkap Kesulitan Tangkap Pelaku Masturbasi di Bawah JPO Ahmad Yani Bekasi

    Megapolitan
    Gelar Rapimgab, DPRD Minta Penjelasan Pemprov DKI Terkait Koordinasi Revitalisasi Monas ke Pemerintah Pusat

    Gelar Rapimgab, DPRD Minta Penjelasan Pemprov DKI Terkait Koordinasi Revitalisasi Monas ke Pemerintah Pusat

    Megapolitan
    Eks Dirut Transjakarta Donny Saragih Dituduh Gelapkan Uang Denda Operasional Rp 1,4 Miliar

    Eks Dirut Transjakarta Donny Saragih Dituduh Gelapkan Uang Denda Operasional Rp 1,4 Miliar

    Megapolitan
    Anak di Bawah Umur Ditemukan di Apartemen Depok, Diduga Terkait Prostitusi Online

    Anak di Bawah Umur Ditemukan di Apartemen Depok, Diduga Terkait Prostitusi Online

    Megapolitan
    Tangkap Ular Sanca Saat Banjir, Jari Warga Pamulang Terluka Kena Gigitan

    Tangkap Ular Sanca Saat Banjir, Jari Warga Pamulang Terluka Kena Gigitan

    Megapolitan
    Kantor DPD Golkar Kota Bekasi Dijual di Situs Jual Beli Online

    Kantor DPD Golkar Kota Bekasi Dijual di Situs Jual Beli Online

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X