Foke Minta Maaf soal Rok Mini

Kompas.com - 17/09/2011, 09:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Gubernur DKI Fauzi Bowo meralat statement-nya terkait masalah pemerkosaan dalam angkot yang belakangan ini marak terjadi. Orang nomor satu di Jakarta tersebut meralat pernyataan sebelumnya terkait jangan mengenakan rok mini dalam angkot yang dapat menimbulkan salah tafsir.

Pria berkumis yang biasa disapa Foke ini meminta maaf kepada masyarakat terkait statement-nya tersebut. Menurutnya, dia justru sangat mengutuk aksi pemerkosaan yang belakangan marak terjadi dalam angkot.

"Saya minta maaf, bahwa pernyataan saya sebelumnya rawan salah tafsir. Saya sama sekali tidak bermaksud melecehkan kaum perempuan. Saya justru mengutuk aksi pemerkosaan tersebut, pelaku harus di hukum seberat-beratnya," kata Fauzi Bowo, Jumat (16/9/2011.

Dikatakannya, maraknya tindak kriminal di angkot belakangan ini memang membuat keprihatinan banyak pihak. Pasalnya, tindak kejahatan yang dilakukan mengincar kaum perempuan, yang seharusnya justru dilindungi.


Foke menuturkan, pelaku pemerkosa dalam angkot harus dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku dan berharap agar pelaku lain bisa secepatnya ditangkap oleh pihak kepolisian.

"Sistem kemanan dan pengamanan akan ditingkatkan. Ini akan menjadi catatan kami," ucapnya.

Foke menambahkan, pihaknya akan membahas keamanan ini dengan Muspida dan tetap mengimbau kepada kaum hawa untuk tetap pandai menjaga diri jika memang sehari-harinya menggunakan angkutan umum untuk kebutuhan transportasi.

"Jika melihat ada gerak-gerik yang mencurigakan di dalam angkot, ada baiknya waspada atau pindah angkot," katanya.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    EditorHertanto Soebijoto

    Close Ads X