Pemerintah Tidak Peduli Angkutan Umum Massal

Kompas.com - 05/10/2011, 19:59 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi V DPR Sigit Sosiantomo di Jakarta, Rabu (5/10/2011) mengatakan, rencana PT Kereta Commuter Jakarta (KCJ) untuk melakukan pengurangan jadwal operasi KRL Jabodetabek karena alasan perbaikan gardu listrik, menunjukkan ketidakpedulian pemerintah dalam menjamin ketersediaan angkutan umum massal bagi masyarakat.

Sigit menyatakan pembatalan 20 jadwal keberangkatan kereta api karena alasan perbaikan ini benar-benar memberatkan masyarakat pengguna KRL Jabotabek. Selain biaya transportasi yang meningkat tajam, waktu tempuh perjalanan pun akan meningkat signifikan. Sehingga, kerugian kolektif yang dialami masyarakat pengguna KRL Jabodetabek ini akan sangat besar, karena waktu yang dibutuhkan untuk perbaikan dan penambahan gardu listrik ini memakan waktu hingga 40 hari kalender.

"Saya dapat memahami bagaimana sulitnya masyarakat dari Bogor karena 95 persen jadwal keberangkatan yang dihilangkan ini justru saat jam masuk dan pulang kerja. Kondisi ini diperburuk dengan perubahan 9 rute KRL Jabodetabek yang menjadi lebih pendek, hanya setengahnya dari rute awal," ujarnya.

Lebih jauh Sigit menyampaikan seharusnya PT KCJ dapat menjadwalkan waktu perbaikan gardu listrik ini pada waktu-waktu ketika KRL Jabotabek tidak beroperasi. Sehingga upaya PT KCJ untuk meminimalkan kerugian masyarakat ini justru akan meningkatkan minat masyarakat menggunakan KRL dalam melakukan perjalanan.

"Jika jadwal diubah ketika KRL tidak beroperasi, maka rencana menambah 100 unit gerbong pun akan memberikan hasil maksimal pada PT KCJ selaku pengelola pengoperasian KRL Jabotabek," tutup anggota DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Timur I ini. 

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

    Pro dan Kontra Warga Jakarta Menyikapi Penerapan Tilang ETLE

    Megapolitan
    Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

    Polisi Duga Komplotan Penganiaya Wartawan Bukan Calo SIM, tetapi Tukang Ojek

    Megapolitan
    Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

    Masuk Daftar Pilkada Paling Rawan, Ini Tanggapan KPU Tangsel

    Megapolitan
    Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

    Petinggi Sunda Empire Ditangkap di Tambun Saat Mampir ke Rumah Saudaranya

    Megapolitan
     Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

    Tanggapan PKS soal Rencana Koalisi Gerindra dan PDIP untuk Menghadapinya di Pilkada Depok

    Megapolitan
    Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

    Siap Evakuasi WNI dari Wuhan, TNI AU Tinggal Tunggu Perintah

    Megapolitan
    Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

    Pemindahan Sampah dari TPA Cipayung ke Lulut Nambo Rencananya Dilakukan Juli 2020

    Megapolitan
    Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

    Sebelum Tabrak Gardu Tol Halim, Sopir Sempat Lompat Keluar dari Truk Bersama Anak Kecil

    Megapolitan
    Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

    Pegawai Honorer Dinilai Sangat Membantu, Kadisdukcapil Tangsel Minta Jangan Dihapus

    Megapolitan
    Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

    Ramai Virus Corona, Penjualan Masker di Apotek Tangsel Meningkat

    Megapolitan
    PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

    PLN: Tiang Roboh di Sawangan Bukan Punya Kita

    Megapolitan
    Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

    Angka Kematian Virus Corona Masih Rendah, Warga Diharap Tidak Panik

    Megapolitan
    Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

    Begini Kelengkapan Ruang Isolasi RSPI Sulianti Saroso untuk Pasien Diduga Terinfeksi Corona

    Megapolitan
    Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

    Kisah Soekarno Ditipu Raja dan Ratu Fiktif, Idrus dan Markonah

    Megapolitan
    Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

    Polisi Sebut Lokasi Pengeroyokan Wartawan Bukan di Area Kantor Satpas SIM Daan Mogot

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X