Kemenhub Siapkan Puluhan Bus Bogor-Jakarta

Kompas.com - 19/10/2011, 14:31 WIB
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan menyiapkan 8-15 bus pengganti jurusan Bogor - Jakarta, menyusul pembangunan enam gardu listrik aliran atas di jalur kereta rute itu.

"Bus ini untuk alternatif angkutan bagi warga Bogor ke Jakarta dan sebaliknya yang terganggu akibat pembangunan gardu itu hingga 40 hari ke depan," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik, Kemenhub, Bambang S Ervan di Jakarta, Rabu (19/10/2011).

Puluhan bus itu disediakan oleh Perum Pengangkutan Djakarta (PPD) dengan trayek Jakarta-Cawang-Dukuh Atas dan Jakarta-Cawang-Gambir pulang pergi dengan tarif sekali jalan Rp 10.000.

"Memang bus bantuan sementara ini tak bisa menggantikan kapasitas yang ditinggalkan 29 KRL sekitar 29.000 penumpang, tapi ini sudah bisa membantu," katanya.

Bambang juga mengatakan, izin pemberian rute sementara itu berasal dari Ditjen Perhubungan Darat karena program perbaikan dan pembangunan gardu itu program Ditjen Perkeretaapian, Kemenhub.

Sebelumnya, Direktur Prasarana Dirjen Perkeretapian, Kementerian Perhubungan, Arief Heriyanto mengatakan, penghentian operasi 29 rangkaian KRL itu akan dimulai Rabu, 19 Oktober 2011 hingga 29 November 2011.

Dia memperkirakan, sedikitnya 29 ribu penumpang KRL Jabotabek akan terkena imbas atau tidak terangkut.

Gardu yang akan dibangun antara lain di Bojong Gede, Depok, Lenteng Agung, Pasar Minggu, Pasar Senen, dan Cicayur.

Sementara ada tiga gardu yang akan direhabilitasi PT KA, yaitu gardu di Citayam, Cilebut dan gardu Kedung Badak.

Untuk itu, pihaknya atas nama pemerintah dan PT KA menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat pengguna kereta, khususnya di Jabodetabek atas terganggunya pelayanan itu.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran di Tangsel, Seorang Anak Terjebak hingga Tewas

Kebakaran di Tangsel, Seorang Anak Terjebak hingga Tewas

Megapolitan
Baim Wong Tak Pernah Curiga Mantan Anak Buah Bakal Curi Motornya

Baim Wong Tak Pernah Curiga Mantan Anak Buah Bakal Curi Motornya

Megapolitan
Mantan Anak Buah Curi Sepeda Motor Baim Wong untuk Bayar Utang

Mantan Anak Buah Curi Sepeda Motor Baim Wong untuk Bayar Utang

Megapolitan
Permintaan Maaf mantan Anak Buah kepada Baim Wong karena Curi Motor

Permintaan Maaf mantan Anak Buah kepada Baim Wong karena Curi Motor

Megapolitan
Tetangga Novel Baswedan Minta Polisi Segera Tuntaskan Kasus Penyiraman Air Keras

Tetangga Novel Baswedan Minta Polisi Segera Tuntaskan Kasus Penyiraman Air Keras

Megapolitan
'Novel Baswedan Beberapa Kali Operasi, Kok Masih Dituduh Rekayasa...'

"Novel Baswedan Beberapa Kali Operasi, Kok Masih Dituduh Rekayasa..."

Megapolitan
Tetangga Novel Baswedan Laporkan Dewi Tanjung atas Tuduhan Laporan Palsu

Tetangga Novel Baswedan Laporkan Dewi Tanjung atas Tuduhan Laporan Palsu

Megapolitan
Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah demi Hobi Cosplay...

Rela Rogoh Kocek Jutaan Rupiah demi Hobi Cosplay...

Megapolitan
Dua Ormas Bentrok di Bekasi, Satu Orang Terluka

Dua Ormas Bentrok di Bekasi, Satu Orang Terluka

Megapolitan
Keluarga Pengguna GrabWheels yang Tewas Ditabrak Gelar Tabur Bunga

Keluarga Pengguna GrabWheels yang Tewas Ditabrak Gelar Tabur Bunga

Megapolitan
Sudah Lebih Sepekan, Sekda DKI Belum Dihubungi Gerindra soal Usulan Wagub

Sudah Lebih Sepekan, Sekda DKI Belum Dihubungi Gerindra soal Usulan Wagub

Megapolitan
Nenek Sebut Amel Luput dari Penyiraman Air Keras

Nenek Sebut Amel Luput dari Penyiraman Air Keras

Megapolitan
Radio Sonora, Garda Oto, Yello Hotel, dan Harris Convention Hall Bekasi Gelar Fun Rally 2019

Radio Sonora, Garda Oto, Yello Hotel, dan Harris Convention Hall Bekasi Gelar Fun Rally 2019

Megapolitan
Mengadu Nasib di Kawasan Kota Tua, PKL: Kalau Enggak Dagang, Mau Makan Apa?

Mengadu Nasib di Kawasan Kota Tua, PKL: Kalau Enggak Dagang, Mau Makan Apa?

Megapolitan
Korban Penggusuran Sunter Agung Minta Pemprov DKI Sediakan Tempat Usaha

Korban Penggusuran Sunter Agung Minta Pemprov DKI Sediakan Tempat Usaha

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X