Polisi Pertimbangkan Jerat Pasal Pembunuhan

Kompas.com - 25/01/2012, 16:31 WIB
|
EditorHertanto Soebijoto

JAKARTA, KOMPAS.com - Afriyani Susanti (29), pengemudi mobil Daihatsu Xenia dalam kecelakaan maut di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat ditetapkan sebagai tersangka pada Minggu (22/1/2012) sesaat setelah kejadian naas itu terjadi. Afriyani kemudian dijerat dengan pasal berlapis dalam Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Darat serta Undang-undang Narkotika karena terbukti mengonsumsi ekstasi. Ancaman dari pasal-pasal itu yakni hukuman penjara 4-12 tahun.

Tidak hanya pasal-pasal itu, polisi juga mulai mempertimbangkan menjerat Afriyani dengan pasal KUHP terkait penghilangan nyawa seseorang.

Demikian disampaikan Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Untung Suharsono Rajab, Rabu (25/1/2012), di Mapolda Metro Jaya. "Kami langsung kaji dalam penyidikan, ada tim dari reserse narkoba, umum, dan lantas. Kalau bisa kami masukkan pasal pembunuhan ya kami masukkan sebagai pasal alternatif. Itu kami sidik," ungkap Untung.

Dia mengatakan, ada tiga pasal dalam KUHP yang terkait dengan penghilangan nyawa seseorang. Pertama, Pasal 338 KUHP tentang dengan sengaja merampas nyawa seseorang. Ancaman dalam pasal ini yakni 15 tahun penjara. Kedua, Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. Ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. Ketiga, Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan dengan terencana merampas nyawa orang lain. Ancaman hukuman dalam pasal ini yakni pidana mati atau penjara seumur hidup. Di antara ketiga pasal, Untung mengaku pihak kepolisian belum bisa langsung mengenakan kepada tersangka.

"Belum. Ini kan masih penyidikan. Kesimpulan itu nanti setelah diperiksa semua selesai kami analisis, keyakinan penyidik dan diuji lagi oleh jaksa penuntut umum. Nanti dikembalikan lagi kalau nggak lengkap," papar Untung.

Sebelumnya, Afriyani Susanti ditetapkan sebagai tersangka dengan Pasal 283, 287 Ayat 5, dan Pasal 310 Ayat 1-4 Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain itu, dia juga dijerat dengan Pasal 112 juncto 132 subsider 127 Undang-undang Narkotika. Ancaman hukuman untuk pasal-pasal ini maksimal 12 tahun penjara. UU Nomor 35 tahun 2009, yang ancaman hukumannya berkisar 4-12 tahun.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.