Siswi Kelas II SMP Diperkosa 7 Lelaki

Kompas.com - 03/02/2012, 19:57 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

TANGERANG, KOMPAS.com — S (14), pelajar kelas II SMP di kawasan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten, diperkosa tujuh laki-laki. Salah seorang di antaranya adalah teman yang dikenalnya.

Para tersangka pelaku antara lain Ro (22), guru sekolah setingkat SMP di kawasan Cisoka, serta enam  pemuda lainnya yang bekerja sebagai buruh pabrik, yakni Sod (21), AN (20), Al (21), Jal (20), Tu (20), dan Ab (21).

Kepala Polsek Cisoka Ajun Komisaris Afroni, Jumat (3/2/2012), membenarkan kejadian itu. "Laporan dari kakak korban masuk pada Kamis (2/2/2012) dini hari. Sementara kejadiannya pada tanggal 21 Januari," katanya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Kompas, kejadian itu bermula ketika S bertemu dengan temannya, Sod, di sebuah SPBU di Cisoka, pada 21 Januari 2012 sekitar pukul 17.00 WIB.


Sod lalu mengajak S yang sedang sendirian, untuk jalan-jalan. Mereka mampir makan nasi goreng di pinggir jalan hingga malam.

Sebelum mengantar pulang, Sod mengajak S mampir sebentar ke rumah temannya, Jal, di Kampung Bojongloa RT 004 RW 06, Kecamatan Cisoka. Keduanya tiba di rumah Jal sekitar pukul 23.00 WIB.

Di dalam rumah yang terletak di pinggir sawah itu, ternyata sudah menunggu enam teman Sod, termasuk Ro. Melihat banyak pemuda dalam rumah itu, S sempat tidak mau mampir. Ia meminta Sod mengantarnya pulang ke rumah.

Akan tetapi, Sod memaksa S masuk ke rumah, berkenalan dengan teman-temannya. S mengikuti permintaan Sod. Setelah S selesai berkenalan, Sod membuat minuman.

Tidak berapa lama kemudian, Sod membawa gelas berisi minuman berwarna merah. S sempat menolak minum air yang disuguhkan kepadanya. Namun, karena 6 rekan Sod ikut mendesak, akhirnya S meneguk air minum itu.

Tak lama kemudian S mengatakan kepalanya pusing, dan ke-7 pemuda itu langsung menggarap S. Sod, pemuda yang pertama kali menggagahi S. Selanjutnya ke 6 temannya secara bergiliran melampiaskan nafsu bejatnya.

S yang sudah mulai sadarkan diri lalu dibawa keluar dari rumah,  dan ditinggal di tengah jalan. S harus berupaya keras untuk bisa pulang sendiri ke rumahnya.

Sesampainya di rumah, S langsung masuk kamar dan pergi tidur. Setelah peristiwa itu, S mengalami depresi. Ia tidak mau sekolah dan berdiam diri dalam kamar.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI: Baru 16 Persen Trotoar di Jakarta yang Ditata

Pemprov DKI: Baru 16 Persen Trotoar di Jakarta yang Ditata

Megapolitan
Nadiem Jadi Menteri, Pengemudi Ojol: Semoga Keluh Kesah Kita Mudah Didengar Pemerintah

Nadiem Jadi Menteri, Pengemudi Ojol: Semoga Keluh Kesah Kita Mudah Didengar Pemerintah

Megapolitan
Mahasiswa Bubar, Arus Lalu Lintas Sekitar Istana Merdeka Normal Kembali

Mahasiswa Bubar, Arus Lalu Lintas Sekitar Istana Merdeka Normal Kembali

Megapolitan
Anggota Grup WhatsApp Peluru Katapel Dicuci Otak soal Komunisme dan TKA China

Anggota Grup WhatsApp Peluru Katapel Dicuci Otak soal Komunisme dan TKA China

Megapolitan
Ma'ruf Amin Jadi Wakil Presiden, Tetangganya Berharap Abah Senantiasa Diberi Kesehatan

Ma'ruf Amin Jadi Wakil Presiden, Tetangganya Berharap Abah Senantiasa Diberi Kesehatan

Megapolitan
Usai Dilantik, Tak Ada Pengamanan Tambahan di Rumah Ma'ruf Amin di Koja

Usai Dilantik, Tak Ada Pengamanan Tambahan di Rumah Ma'ruf Amin di Koja

Megapolitan
Fraksi PDI-P Dominasi Pimpinan Komisi dan Badan di DPRD DKI dengan 6 Jabatan

Fraksi PDI-P Dominasi Pimpinan Komisi dan Badan di DPRD DKI dengan 6 Jabatan

Megapolitan
Slankers Jawa Tengah yang Terlunta di Bekasi Hanya Bawa Rp 50.000 Saat Berangkat ke Jakarta

Slankers Jawa Tengah yang Terlunta di Bekasi Hanya Bawa Rp 50.000 Saat Berangkat ke Jakarta

Megapolitan
Lahan Penyimpanan Besi Tua di Mustikajaya Bekasi Terbakar

Lahan Penyimpanan Besi Tua di Mustikajaya Bekasi Terbakar

Megapolitan
64 Slankers Terlunta di Bekasi Kehabisan Ongkos Pulang ke Jawa Tengah

64 Slankers Terlunta di Bekasi Kehabisan Ongkos Pulang ke Jawa Tengah

Megapolitan
Istri Sopir Ambulans Jadi Otak Penggelapan Mobil Rental di Tangsel

Istri Sopir Ambulans Jadi Otak Penggelapan Mobil Rental di Tangsel

Megapolitan
Menunggak Iuran BPJS dan Terlilit Hutang, Alasan Pasutri Gelapkan Mobil Rental

Menunggak Iuran BPJS dan Terlilit Hutang, Alasan Pasutri Gelapkan Mobil Rental

Megapolitan
Ini Daftar Pimpinan dan Anggota Empat Badan di DPRD DKI

Ini Daftar Pimpinan dan Anggota Empat Badan di DPRD DKI

Megapolitan
Forum Mahasiswa Bersatu: Jokowi Hanya Umbar Janji Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM

Forum Mahasiswa Bersatu: Jokowi Hanya Umbar Janji Tuntaskan Kasus Pelanggaran HAM

Megapolitan
Grup Peluru Katapel Komunikasi melalui WhatsApp dengan Menggunakan Sandi Khusus

Grup Peluru Katapel Komunikasi melalui WhatsApp dengan Menggunakan Sandi Khusus

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X