Jokowi-Ahok Bukti Partai Tak Bisa Dibeli

Kompas.com - 19/03/2012, 07:42 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

JAKARTA, KOMPAS.com — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan Partai Gerakan Indonesia Raya, Minggu (18/3/2012) malam, telah sepakat berkoalisi dan mencalonkan Joko Widodo atau biasa disapa Jokowi sebagai gubernur DKI Jakarta.

Pagi ini, Senin (19/3/2012), kedua partai ini rencananya baru akan memastikan calon wakil gubernurnya. Peluang terbesar jatuh kepada anggota DPR dari Partai Golkar, Basuki Tjahja Purnama atau biasa disapa Ahok.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon sampai semalam menegaskan, Partai Gerindra akan tetap mendorong PDI-P pada pencalonan Ahok.

Partai berlambang burung garuda itu menilai Ahok pernah punya pengalaman menjadi bupati Belitung dan sukses.

"Pasangan Jokowi-Ahok juga mencerminkan pluralitas. Jakarta itu ibu kota metropolitan. Harus plural," kata Fadli Zon.

Ahok sendiri, sampai semalam, masih menunggu kepastian itu. Namun, apa pun keputusannya hari ini, dia tetap mengapresiasi. "Kalau Jokowi-Ahok terpilih, ini bukti nyata bahwa tidak benar kalau Anda tidak punya dana, Anda tidak akan pernah dicalonkan partai. Buktinya DKI yang orang berpikir uangnya harus punya buat beli partai, ada partai yang mau pilih Jokowi-Ahok," tuturnya.

"Persepsi parpol hanya mau pilih yang bayar terbukti tidak benar. Yang penting punya karakter teruji bersih, transparan, profesional, parpol akan mau calonkan BTP," kata anggota DPR berinisial BTP itu sambil tertawa.

"Akan tetapi, apabila dirinya tidak terpilih, artinya pihak Gerindra atau PDI-P merasa Jokowi-Ahok tidak akan menang sehingga harus dipasangkan dengan pasangan lain," ujar Ahok tanpa beban.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Viral Surat Hasil Swab Positif Covid-19, Rizieq Shihab Akui Sedang Isolasi Mandiri

    Viral Surat Hasil Swab Positif Covid-19, Rizieq Shihab Akui Sedang Isolasi Mandiri

    Megapolitan
    Asrama Mahasiswa dan Pusat Studi Jepang UI Dibidik Jadi Tempat Isolasi OTG Covid-19 di Depok

    Asrama Mahasiswa dan Pusat Studi Jepang UI Dibidik Jadi Tempat Isolasi OTG Covid-19 di Depok

    Megapolitan
    2 Kantong Parkir Disiapkan untuk Kendaraan Warga yang Terkena Banjir Pejagalan

    2 Kantong Parkir Disiapkan untuk Kendaraan Warga yang Terkena Banjir Pejagalan

    Megapolitan
    Libur Akhir Tahun Dipangkas, Wali Kota Bekasi: Lebih Baik Diam di Rumah

    Libur Akhir Tahun Dipangkas, Wali Kota Bekasi: Lebih Baik Diam di Rumah

    Megapolitan
    Jelang Pilkada 2020, Rumah Lawan Covid-19 Mulai Data Pasien Ber-KTP Tangsel

    Jelang Pilkada 2020, Rumah Lawan Covid-19 Mulai Data Pasien Ber-KTP Tangsel

    Megapolitan
    Blok Makam Khusus Jenazah Covid-19 Muslim di di TPU Pondok Ranggon Penuh, Berikut Alternatifnya

    Blok Makam Khusus Jenazah Covid-19 Muslim di di TPU Pondok Ranggon Penuh, Berikut Alternatifnya

    Megapolitan
    Saat Reuni 212, Rizieq Shihab Minta Maaf Telah Timbulkan Kerumunan

    Saat Reuni 212, Rizieq Shihab Minta Maaf Telah Timbulkan Kerumunan

    Megapolitan
    Ridwan Kamil: Situ di Depok Jarang Termanfaatkan Maksimal

    Ridwan Kamil: Situ di Depok Jarang Termanfaatkan Maksimal

    Megapolitan
    Pemilik Rumah di Kamar, Pencuri Nekat Ambil 2 Ponsel di Pejaten Barat

    Pemilik Rumah di Kamar, Pencuri Nekat Ambil 2 Ponsel di Pejaten Barat

    Megapolitan
    Serang Lawan dengan Air Keras dan Celurit, Empat Pemuda Geng Garjok di Kedoya Ditangkap

    Serang Lawan dengan Air Keras dan Celurit, Empat Pemuda Geng Garjok di Kedoya Ditangkap

    Megapolitan
    Ini Rekayasa Lalu Lintas Selama Uji Coba Underpass Senen Extension

    Ini Rekayasa Lalu Lintas Selama Uji Coba Underpass Senen Extension

    Megapolitan
    Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis di Kota Bekasi, Dinsos: Ibunya ODGJ

    Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis di Kota Bekasi, Dinsos: Ibunya ODGJ

    Megapolitan
    TPU Pondok Ranggon Hampir Penuh, Sudah 4.550 Jenazah Covid-19 Dimakamkan Selama Pandemi

    TPU Pondok Ranggon Hampir Penuh, Sudah 4.550 Jenazah Covid-19 Dimakamkan Selama Pandemi

    Megapolitan
    Anggota DPRD DKI Jakarta Ngotot Naik Gaji di Masa Pandemi, Warga: Luar Biasa Ya

    Anggota DPRD DKI Jakarta Ngotot Naik Gaji di Masa Pandemi, Warga: Luar Biasa Ya

    Megapolitan
    Antisipasi Banjir, 5 Lokasi Pengungsian Disiapkan di Karet Tengsin

    Antisipasi Banjir, 5 Lokasi Pengungsian Disiapkan di Karet Tengsin

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X