Sosialisasi Lubang Resapan Biopori di Akmil Magelang

Kompas.com - 27/03/2012, 12:16 WIB
EditorLusia Kus Anna

Kompas.com - Pakar lubang resapan biopori Institut Pertanian Bogor Ir Kamir R Brata, mengajak keluarga besar kesatuan Akademi Militer untuk menggalakkan pembuatan lubang resapan biopori demi kelestarian lingkungan hidup.

Lubang resapan biopori yang berdiameter 10 cm dengan kedalaman 100 cm bukan hanya untuk meresapkan air ke tanah, tetapi bermanfaat bagi sampah organik untuk makanan organisme di dalam tanah yang dapat menciptakan biopori untuk memperlancar peresapan air hujan ke dalam tanah.

Manfaat lainnya adalah mempermudah pelaksanaan penanganan sampah dengan 3 R (reduce, reuse, dan recycle) di tempat terdekat dengan sumbernya, sehingga tidak memerlukan pengangkutan dan tempat pembuangan ke tempat lain.
    
"Dengan demikian tidak perlu adanya penumpukan sampah di permukaan tanah," kata peneliti dari Departemen Ilmu Tanah dan Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian IPB itu dalam acara sosialisasi manfaat biopori di Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah, Selasa (27/3).

Dikemukakannya bahwa sampah organik yang dihasilkan setiap rumah tangga bila dimasukkan ke dalam tanah akan segera dimanfaatkan keaneka-ragamanhayati dalam tanah, yang dapat mengurangi emisi gas rumah kaca.
     
Sementara itu sampah yang tidak lapuk dapat mempermudah para pemulung untuk didaur ulang. "Air hujan yang cepat meresap ke dalam tanah sebagai simpanan air untuk menjamin ketersediaan air di musim kemarau," katanya.
     
Ia mengatakan, bila setiap manusia yang memerlukan air dan menghasilkan sampah, mau melakukan pemanfaatan air hujan dan sampah di kaplingnya masing-masing, maka bumi tidak akan terlalu "haus" seperti dipesankan pada peringatan Hari Air Dunia 22 Maret lalu, tetapi juga bumi tidak akan "lapar".

"Kenekaragaman hayati di dalam tanah cukup air dan makanan sehingga terus bekerja secara sinergis dengan keanekaragaman hayati di atas muka tanah," katanya.

Menurut Gubernur Akmil, Mayjen TNI Bachtiar, di lingkungan Akmil saja setiap harinya dihasilkan 600 karung sampah organik. "Sekarang kami sedang merancang teknik pengolahan sampah-sampah kita sendiri. Untuk memaksimalkan rencana menyelesaikan sampah ini, kita mengundang Bapak Kamir R Brata untuk membantu kita dengan teknologi LRB," katanya.    

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pedagang Pasar Kemiri Kembangan Utara Diminta Patuhi Imbauan Kurangi Aktivitas

Pedagang Pasar Kemiri Kembangan Utara Diminta Patuhi Imbauan Kurangi Aktivitas

Megapolitan
Mulai 12 April, Penumpang Transjakarta, MRT, LRT Wajib Pakai Masker

Mulai 12 April, Penumpang Transjakarta, MRT, LRT Wajib Pakai Masker

Megapolitan
18 Orang Ditangkap karena Berkerumun Saat Ada Wabah Covid-19

18 Orang Ditangkap karena Berkerumun Saat Ada Wabah Covid-19

Megapolitan
Dampak Covid-19, Sebanyak 139.288 Pekerja di Jakarta Kena PHK dan Dirumahkan

Dampak Covid-19, Sebanyak 139.288 Pekerja di Jakarta Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Abaikan Imbauan Pemerintah, Warga Padati Pasar Kemiri Kembangan Utara

Abaikan Imbauan Pemerintah, Warga Padati Pasar Kemiri Kembangan Utara

Megapolitan
[UPDATE]: Sebaran 1.071 Pasien Positif Covid-19 di 191 Kelurahan Jakarta

[UPDATE]: Sebaran 1.071 Pasien Positif Covid-19 di 191 Kelurahan Jakarta

Megapolitan
Dapat Hak Asimilasi Dampak Covid-19, 130 Warga Binaan Lapas Salemba Bebas

Dapat Hak Asimilasi Dampak Covid-19, 130 Warga Binaan Lapas Salemba Bebas

Megapolitan
Ombudsman Jakarta Dukung Gubernur DKI Ajukan PSBB

Ombudsman Jakarta Dukung Gubernur DKI Ajukan PSBB

Megapolitan
Jasa Marga: Kecelakaan yang Menewaskan Wakil Jaksa Agung merupakan Kecelakaan Tunggal

Jasa Marga: Kecelakaan yang Menewaskan Wakil Jaksa Agung merupakan Kecelakaan Tunggal

Megapolitan
Setelah Didata Pemprov DKI, Pendaftar Kartu Pekerja Akan Diverifikasi Pemerintah Pusat

Setelah Didata Pemprov DKI, Pendaftar Kartu Pekerja Akan Diverifikasi Pemerintah Pusat

Megapolitan
Dampak Covid-19, Pemprov DKI Sebut 88.835 Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan

Dampak Covid-19, Pemprov DKI Sebut 88.835 Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Polres Jakbar Buat 'Warteg Peduli', Salurkan Makanan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

Polres Jakbar Buat "Warteg Peduli", Salurkan Makanan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

Megapolitan
1.500 Hotel Tutup karena Covid-19, Pengusaha Minta Keringanan Pajak

1.500 Hotel Tutup karena Covid-19, Pengusaha Minta Keringanan Pajak

Megapolitan
Anies Minta Masyarakat Tak Beli Masker Medis, Bisa Gunakan Masker Kain

Anies Minta Masyarakat Tak Beli Masker Medis, Bisa Gunakan Masker Kain

Megapolitan
Besok, Jenazah Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dimakamkan di TPU Pedongkelan

Besok, Jenazah Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dimakamkan di TPU Pedongkelan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X