Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"The Jak" Terima Laga Persija Tanpa Suporter

Kompas.com - 29/05/2012, 21:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Metro Jaya mengusulkan agar pertandingan antara Persija Jakarta dan Persib Bandung tidak dilakukan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Namun, jika tetap harus dilakukan di sana, polisi mengimbau agar pertandingan itu dilakukan tanpa ada kehadiran suporter.

Usulan ini diajukan menyusul kerusuhan yang terjadi di area kompleks Gelora Bung Karno pada Minggu (27/5/2012) yang berakibat tiga orang tewas dan lima orang lainnya terluka. Terkait hal ini, Sekretaris Jenderal The Jakmania, Richard Ahmad Supriyanto, menuturkan bahwa pihaknya siap menerima konsekuensi tersebut.

"Kalau hasilnya seperti ini kami siap, itu sebuah resiko, apa pun yang terjadi harus disanggupi," ungkap Richard seusai melakukan evaluasi dengan aparat kepolisian di Mapolda Metro Jaya, Selasa (29/5/2012).

Ia mencontohkan bahwa pertandingan Persija tanpa kehadiran suporter bukan kali ini saja terjadi. Pada musim 2009-2010, kesebelasan "Macan Kemayoran" juga dihukum dengan pertandingan tanpa suporter.

Saat ditanya soal peristiwa pengeroyokan oleh pendukung The Jak beberapa waktu lalu, Richard tak tahu bagaimana awal mulanya. Namun, ia menyatakan bahwa komunitasnya siap bekerja sama dengan aparat kepolisian untuk mengusut peristiwa itu.

"Selama ini kami selalu lakukan pembinaan kepada para anggota The Jak. Kalau ada yang melanggar, kami juga punya sanksi, yaitu pencabutan KTA (kartu tanda anggota) dan sanksi larangan masuk menonton pertandingan," kata Richard.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menyatakan bahwa polisi tengah mengkaji usulan larangan pertandingan Persija versus Persib di Gelora Bung Karno atau laga tanpa suporter. Ia berharap agar Komisi Disiplin Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) bisa menjatuhkan sanksi jika kericuhan kembali terjadi.

Menurut Rikwanto, sanksi dan usulan pemindahan pertandingan ataupun pengosongan kursi suporter di dalam stadion adalah sebuah upaya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. "Ini perlu dilakukan karena kami sadari polisi tidak bisa menempel satu per satu, tidak bisa mengikuti satu per satu, karena sensitivitas yang tinggi sekali," ujarnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
    Video rekomendasi
    Video lainnya


    Terkini Lainnya

    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    komentar di artikel lainnya
    Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
    Close Ads
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com