Kompas.com - 07/08/2012, 18:40 WIB
Penulis Imanuel More
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Dengan didampingi orang tua masing-masing, korban, dan tersangka pelaku bullying di SMA Seruni Don Bosco Pondok Indah telah menandatangani ikrar perdamaian, Selasa (7/8/2012). Kesepakatan tersebut, pihak korban akan mencabut laporan kasus bullying yang sedang ditangani Polres Metro Jakarta Selatan.

"Korban dan orangtua masing-masing telah sepakat untuk mencabut laporan. Sehingga kami bersama wakil dari KPAI akan segera ke Polres Jakarta Selatan bersama orangtua pelapor untuk mencabut laporan," kata Seto Mulyadi, Ketua Dewan Pembina Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dalam konferensi pers di aula sekolah SMA Don Bosco Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa sore.

Sekretaris KPAI M Ikhsan mengatakan, salah satu dari dua belas butir kesepakatan yang tertuang dalam ikrar perdamaian menyebutkan pihak korban telah siap mencabut laporan.

"Pihak pertama (korban) bersedia mencabut laporan polisi yang ada di Polres Metro Jakarta Selatan dan akan mengupayakan serta mendukung kepolisian mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan," ujar Ikhsan membacakan kesepakatan.

Pada poin lain kesepakatan yang sama tercantum pula pernyataan bahwa pihak pertama tidak menuntut lagi atas kejadian tanggal 21, 23, dan 24 Juli 2012 yang telah dilakukan oleh pihak kedua atau pelaku bullying.

Salah satu orangtua korban yang ditemui wartawan di halaman sekolah, L Bangun, membenarkan adanya kesepakatan tersebut. Dia menyatakan, pihaknya sudah memaafkan para pelaku selama mereka berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan itu.

"Ya, demi kelanjutan pendidikan anak kami, semuanya sepakat untuk cabut laporan. Tetapi kalau mereka masih mengulangi, mereka harus siap ditahan," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut informasi, yang akan berangkat ke Polrestro Jaksel untuk mencabut laporan tersebut adalah saksi pelapor atau korban bernama Ary bersama orangtuanya, tim mediasi KPAI, dan pihak SMA Don Bosco yang diwakili Gerardus Gantur.

Sanksi mendidik
Kak Seto lalu menambahkan, pihak sekolah dan kedua belah pihak yang terlibat dalam kasus ini telah sepakat untuk menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan. Para tersangka pelaku tetap akan dikenai sanksi, namun sanksi yang diberikan bukan berupa hukuman pidana atau indisipliner.

"Mereka akan menjalani terapi khusus dan mengikuti program pembinaan selama 20 hari efektif," ungkap Kak Seto.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.