Kompas.com - 16/08/2012, 07:25 WIB
EditorEgidius Patnistik

JAKARTA, KOMPAS.com Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) menegaskan dukungannya kepada calon gubernur incumbent DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke). Senyum lebar pun merekah di bibir Foke.

"DPP sudah memberikan persetujuan hasil dari Rapimda Jakarta. Hasilnya, DPP akan mendukung Pak Fauzi Bowo dengan Pak Nachrowi Ramli untuk putaran kedua di Pilkada DKI," kata Ical saat acara buka puasa bersama di kediaman Sekjen Partai Golkar Idrus Marham di Kavling DPRD DKI Blok F Nomor 3, Cibubur, Jakarta Timur, Rabu (15/8/2012).

Lebih lanjut Ical hanya berharap, dukungan DPP Partai Golkar dapat memuluskan upaya pasangan Foke-Nara untuk memimpin DKI. "Mudah-mudahan dengan ini maka bisa menang," ujar Ical penuh harap.

Mendengar pernyataan Ical, Foke pun tampak tersenyum lebar. Foke mengaku, dukungan tersebut membuat langkahnya menuju putaran kedua Pilkada DKI Jakarta semakin mantap dan yakin menang.

"Kami bersyukur bahwa platform nasionalis turun ke Jakarta mendukung dari belakang, dengan adanya dukungan dari Golkar ini semakin mantap," kata Foke.

Yakin menang Pak? "Insya Allah yakin," katanya.

Sementara itu partai baru, Nasional Demokrat (NasDem), ikut mengamati sepak terjang calon gubernur Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi dalam pertarungan Pilkada DKI Jakarta 2012.

Bahkan, Ketua Umum Partai NasDem Rio Patrice Capella mengakui sempat melakukan pertemuan personal dengan Jokowi sehari jelang pencoblosan putaran pertama atau 10 Juli 2012 malam.

Menurut Rio, saat itu Jokowi meminta saran kepadanya mengenai langkah atau strategi apa yang harus dilakukan bila masuk ke putaran kedua. Namun, ia enggan membuka saran apa saja yang diberikan kepada Jokowi saat pertemuan itu.

"Itu tanggal 10 Juli, ketika survei menunjukkan pasti dia masuk ke putaran kedua. Dia minta waktu bertemu dan bertemu, dia tanya soal apa yang harus dilakukan kalau masuk putaran kedua," ungkap Rio seusai buka puasa bersama di kediaman mantan Menteri Negara BUMN, Tanri Abeng, di Simpruk, Jakarta, Rabu (15/8/2012) malam.

Dalam kacamata Rio, permintaan saran itu karena Jokowi melihat dirinya pernah menjadi calon wakil gubernur Bengkulu pada 2005. Menurut Rio, selain pertemuan pribadinya itu, sejauh ini belum ada pertemuan resmi antar-parpol ataupun permintaan dari partai pengusung Jokowi, PDIP-P Gerindra, agar kader dan simpatisan Partai NasDem yang tinggal di Jakarta memilih Jokowi pada putaran kedua, 20 September mendatang. (Abdul Qodir/Wahyu Aji/Tribunnews)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    27th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.