Pungli Merajalela di Samsat, Ini Kata Polisi

Kompas.com - 17/08/2012, 13:38 WIB
|
EditorA. Wisnubrata

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga mengeluhkan pungutan liar yang nyaris terjadi di setiap proses pelayanan yang ada di kantor Samsat Jakarta Selatan. Praktek ini bahkan sudah terjadi sejak lama, sehingga meski mengeluh warga tetap memberikan "uang pelicin" kepada petugas kepolisian untuk mempercepat proses pelayanan. Lalu, apa tanggapan polisi terkait hal ini?

Kepala Unit Samsat Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Nyoman Yogi mengatakan pihaknya sudah sejak lama memberantas oknum-oknum polisi yang nakal. Namun, ia tidak bisa menjelaskan mengapa praktek itu terus berulang.

"Sudah ada beberapa polisi nakal yang akhirnya dipindahkan karena kasus-kasus seperti ini. Tapi yang namanya oknum itu ada saja kerjanya," ungkap Yogi, Jumat (17/8/2012), di Mapolda Metro Jaya.

Dia mengatakan, jika memang ada oknum petugas yang meminta uang kepada masyarakat, mintakan bukti pembayarannya. "Kalau dia tidak bisa memberikan bukti pembayaran, jangan dikasih. Ini tandanya, dia polisi nggak benar," kata Yogi.


Menurut Yogi, segala tahapan pembayaran pajak Kendaraan Bermotor sekaligus perpanjangan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) tidak dipungut biaya. Kalau pun ada biaya, pihaknya pasti memberikan bukti pembayaran misalnya untuk denda atau pun pajak.

Untuk mengurangi adanya kecurangan-kecurangan, Yogi mengatakan pihaknya sudah menyebar anggota-anggota Provost, salah satunya di bagian cek fisik kendaraan. "Persoalannya, saat diawasi, semua akan tertib. Begitu tidak diawasi sedikit saja, yah bisa saja mereka melakukan hal itu," kata Yogi lagi.

Yogi pun meminta bantuan masyarakat apabila menemukan petugas yang meminta uang untuk segera dilaporkan ke Pos Pelayanan dan Aduan (Yanduan) dan petugas Provost Polda Metro Jaya yang bertugas mengawasi kinerja aparat. "Selama ini masyarakat jarang melapor. Maka dari itu, input dari masyarakat sangat kami harapkan," ujar Yogi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

Siswa Tewas Lompat dari Lantai 4 Sekolah, Menteri PPPA: Alarm bagi Kita Semua

Megapolitan
Atap Bocor Saat Hujan, Siswa SDN Samudrajaya 04 Kerap Dipulangkan

Atap Bocor Saat Hujan, Siswa SDN Samudrajaya 04 Kerap Dipulangkan

Megapolitan
Pengeras Suara Peringatan Dini Banjir di Kampung Melayu Tak Berfungsi Sejak 2017

Pengeras Suara Peringatan Dini Banjir di Kampung Melayu Tak Berfungsi Sejak 2017

Megapolitan
Seorang Pemuda Tewas Ditabrak Kereta di Bekasi

Seorang Pemuda Tewas Ditabrak Kereta di Bekasi

Megapolitan
BERITA FOTO: Kerusakan Bangunan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

BERITA FOTO: Kerusakan Bangunan SDN Samudrajaya 04 Bekasi

Berita Foto
Pemkot Depok Gratiskan Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Bus di Subang

Pemkot Depok Gratiskan Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
RS Universitas Indonesia Rawat 33 Korban Kecelakaan Bus di Subang

RS Universitas Indonesia Rawat 33 Korban Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
RSUD Depok Rawat 13 Korban Kecelakaan Bus di Subang

RSUD Depok Rawat 13 Korban Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
Siswa SDN Samudrajaya 04 Bekasi Buat Video Minta Sekolahnya Diperbaiki

Siswa SDN Samudrajaya 04 Bekasi Buat Video Minta Sekolahnya Diperbaiki

Megapolitan
Soal Kecelakaan Bus di Tanjakan Emen Subang, YLKI: Uji Kir Sekadar Formalitas

Soal Kecelakaan Bus di Tanjakan Emen Subang, YLKI: Uji Kir Sekadar Formalitas

Megapolitan
Tertangkap Saat Kabur, Pembobol ATM Dikeroyok Warga di Bekasi

Tertangkap Saat Kabur, Pembobol ATM Dikeroyok Warga di Bekasi

Megapolitan
Sampah Jadi Penyebab Banjir di Jakarta Selatan

Sampah Jadi Penyebab Banjir di Jakarta Selatan

Megapolitan
Pemkot Depok Beri Santunan Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Subang

Pemkot Depok Beri Santunan Korban Meninggal Kecelakaan Bus di Subang

Megapolitan
Ada Kebocoran Pipa, Sejumlah Wilayah Jakarta Gangguan Suplai Air Bersih Palyja

Ada Kebocoran Pipa, Sejumlah Wilayah Jakarta Gangguan Suplai Air Bersih Palyja

Megapolitan
YLKI Minta Penyebab Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang Segera Diusut

YLKI Minta Penyebab Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang Segera Diusut

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X