Tim Foke-Nara Bantah Spanduk Bamus Betawi Sebagai Kampanye

Kompas.com - 05/09/2012, 15:08 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim pemenangan pasangan calon gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, membantah pelaporan tim advokasi Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama terkait pemasangan spanduk acara Lebaran Betawi yang diduga kampanye di luar jadwal.

"Spanduk itu kan terkait dengan Lebaran Betawi. Setiap tahun memang rutin selalu ada acara itu. Jadi wajar kalau ada logo Pemerintah Daerah DKI dan Badan Musyawarah (Bamus) Betawi. Ini kegiatan di luar tim sukses dan bukan kampanye," kata Kepala Media Centre Tim Sukses Foke Nara, Kahfi Siregar, ketika dihubungi, Jakarta, Rabu (5/9/2012).

Ia menganggap wajar apabila dalam spanduk itu terdapat gambar Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli.

"Pak Fauzi di spanduk itu dalam kapasitasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta. Sementara itu, Pak Nachrowi sebagai Ketua Bamus Betawi," ujarnya.

Namun pihak Foke-Nara tetap mempersilakan apabila ada pelaporan kepada Panwaslu. "Itu kan hak setiap orang melapor. Nanti dilihat apakah bisa dibuktikan adanya unsur-unsur kampanye seperti nomor urut dan ajakan memilih," kata Kahfi.

Sebelumnya diberitakan, Tim Advokasi Jakarta Baru pemenangan pasangan calon Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama melaporkan ditemukannya beberapa spanduk di luar jadwal kampanye. Salah satu spanduknya adalah spanduk yang bergambar Foke-Nara dan terdapat lambang Bamus Betawi dan Pemprov DKI.

Pemasangan spanduk di sepanjang jalan antara Cempaka Putih sampai Senen. Acara Lebaran Betawi tersebut akan diselenggarakan di Jalan Perintis Kemerdekaan Kelapa Gading Jakarta Utara.

Koordinator Tim Advokasi Jakarta Baru Habiburokhman mengatakan, lokasi pertemuan di lapangan terbuka, cukup besar kemungkinan jika pertemuan tersebut akan mengarah kepada tindakan kampanye. Sedangkan logo Pemerintah DKI mengindikasikan acara tersebut dibiayai oleh pemerintah DKI. Kampanye dengan menggunakan dana pemerintah tersebut berpotensi melanggar Pasal 78 huruf H UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.

Habiburokhman yang datang ke Panwaslu bersama dengan empat rekan lainya yaitu Munatsir Mustaman, M Said Bahri, Dede Kurnia dan Maulana Bungaran mengatakan, salah satu spanduk yang di luar jadwal itu menggunakan anggaran Pemprov DKI.

Selanjutnya, ia membantah pelaporan ini merupakan serangan balasan setelah sebelumnya Tim Advokasi Foke-Nara melaporkan adanya iklan kampanye di luar jadwal oleh Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Prabowo Subianto, yang mengusung Jokowi-Basuki sudah tayang di empat stasiun televisi swasta, yaitu Trans 7, Trans TV, Metro TV, dan TV One.

 

Baca tentang
    Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Maling Motor di Ciputat Tewas Setelah Dikeroyok Warga

    Maling Motor di Ciputat Tewas Setelah Dikeroyok Warga

    Megapolitan
    Ombudsman Buka Kemungkinan Periksa Anies dan Pratikno soal Dugaan Maladministrasi Formula E di Monas

    Ombudsman Buka Kemungkinan Periksa Anies dan Pratikno soal Dugaan Maladministrasi Formula E di Monas

    Megapolitan
    Dipergoki Saat Beraksi, Maling Motor di Ciputat Babak Belur Dihakimi Warga

    Dipergoki Saat Beraksi, Maling Motor di Ciputat Babak Belur Dihakimi Warga

    Megapolitan
    Pengelola Incar Guru Non-PNS untuk Isi Rusun DP Rp 0 Klapa Village

    Pengelola Incar Guru Non-PNS untuk Isi Rusun DP Rp 0 Klapa Village

    Megapolitan
    Dari 780, Baru 90 Unit di Rusun DP Rp 0 Klapa Village yang Sudah Dihuni

    Dari 780, Baru 90 Unit di Rusun DP Rp 0 Klapa Village yang Sudah Dihuni

    Megapolitan
    Buntut Larangan Arab Saudi, Kerugian Penyelenggara Umrah Diperkirakan Capai Rp 2,5 Triliun

    Buntut Larangan Arab Saudi, Kerugian Penyelenggara Umrah Diperkirakan Capai Rp 2,5 Triliun

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Butuh 500 Pompa untuk Tangani Banjir

    Pemkot Bekasi Butuh 500 Pompa untuk Tangani Banjir

    Megapolitan
    Anies Minta Dinkes DKI Sediakan Alat Lengkap untuk Hadapi Corona

    Anies Minta Dinkes DKI Sediakan Alat Lengkap untuk Hadapi Corona

    Megapolitan
    Keluarkan Instruksi, Anies Minta Sosialisasi Corona Disebar ke Sekolah hingga Tempat Wisata

    Keluarkan Instruksi, Anies Minta Sosialisasi Corona Disebar ke Sekolah hingga Tempat Wisata

    Megapolitan
    Anies Keluarkan Ingub Waspada Corona untuk Jajaran Pemprov dan Masyarakat

    Anies Keluarkan Ingub Waspada Corona untuk Jajaran Pemprov dan Masyarakat

    Megapolitan
    Akibat Banjir, 495 Jalan di Jakarta Rusan dan 3.290 Titik Berlubang

    Akibat Banjir, 495 Jalan di Jakarta Rusan dan 3.290 Titik Berlubang

    Megapolitan
    Viral Penumpang Tag Kursi KRL, PT KCI Ingatkan Pentingnya Etika dan Toleransi di Kereta

    Viral Penumpang Tag Kursi KRL, PT KCI Ingatkan Pentingnya Etika dan Toleransi di Kereta

    Megapolitan
    Mahasiswi UI Dilecehkan di Lingkungan Kampus, Ini Respons Rektor Ari Kuncoro

    Mahasiswi UI Dilecehkan di Lingkungan Kampus, Ini Respons Rektor Ari Kuncoro

    Megapolitan
    Jasad Bayi yang Ditemukan di Kali Tambora Diduga Korban Tenggelam

    Jasad Bayi yang Ditemukan di Kali Tambora Diduga Korban Tenggelam

    Megapolitan
    Cegah Banjir Lagi, Mesin Pompa di Underpass Tol JORR Kalimalang Akan Ditambah

    Cegah Banjir Lagi, Mesin Pompa di Underpass Tol JORR Kalimalang Akan Ditambah

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X