Ketua Fraksi PDIP DKI: Jamkesda Dijadikan Alat Politik Cagub

Kompas.com - 12/09/2012, 13:58 WIB
Penulis Riana Afifah
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa muncul intimidasi pada warga di sebagian wilayah Jakarta terkait penerbitan kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta HE Syahrial mengatakan, proses penerbitan Jamkesda yang seharusnya diperoleh oleh warga Jakarta yang kurang mampu justru dijadikan alat politik yang mengarahkan untuk memilih cagub-cawagub tertentu.

"Kami memang menemukan terjadi hal itu. Ada paksaan untuk memilih cagub-cawagub tertentu yaitu pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli," kata Syahrial di Ruang Panitia II, DPRD DKI Jakarta, Rabu (12/9/2012).

Adapun beberapa wilayah yang mengalami intimidasi ini yaitu RW 05 Kelurahan Makasar, RW 07 dan RW 10 Kelurahan Palmeriam, RW 04 Kelurahan Kebon Manggis, RW 04 Kelurahan Utan Kayu Selatan, RW 04 Kelurahan Jatinegara-Cakung dan RW 07 Kelurahan Cipinang Besar Utara.

"Jamkesda ini kan harusnya berprinsip sebagai sarana pelayanan publik dan bukan sebagai alat politik cagub," ujar Syahrial.

Ia menambahkan bahwa awalnya ada aduan dari masyarakat bahwa adanya pembagian Jamkesda yang tidak merata. Ada warga kurang mampu di sejumlah RW yang memenuhi syarat justru tidak memperoleh Jamkesda, sementara RW lain sudah memperolehnya.

"Kenapa tidak merata? Ini kan sudah ada datanya yang jelas. Ini kan namanya sebuah pelanggaran kebijakan publik jika program sosial yang berasal dari uang rakyat malah digunakan untuk kepentingan politik Pilkada," tuturnya.

 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Geliat UMKM Kota Tangerang Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Geliat UMKM Kota Tangerang Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Megapolitan
KPAI Terima 224 Pengaduan Terkait PPDB 2020, Jakarta Terbanyak

KPAI Terima 224 Pengaduan Terkait PPDB 2020, Jakarta Terbanyak

Megapolitan
Warga Bekasi Diimbau Tiadakan Lomba 17-an

Warga Bekasi Diimbau Tiadakan Lomba 17-an

Megapolitan
UPDATE 5 Agustus: 4 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 604

UPDATE 5 Agustus: 4 Kasus Baru, Covid-19 di Kota Tangerang Jadi 604

Megapolitan
Kritik Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta, F-Gerindra: Kembalikan Saja Sistem WFH

Kritik Kebijakan Ganjil Genap di Jakarta, F-Gerindra: Kembalikan Saja Sistem WFH

Megapolitan
Kemendikbud Minta Pemkot Bekasi Hentikan Simulasi KBM Tatap Muka

Kemendikbud Minta Pemkot Bekasi Hentikan Simulasi KBM Tatap Muka

Megapolitan
Tak Lagi Jabat Sekda Tangsel dan Mundur sebagai ASN, Muhamad Akan Jadi Kader PDI-P

Tak Lagi Jabat Sekda Tangsel dan Mundur sebagai ASN, Muhamad Akan Jadi Kader PDI-P

Megapolitan
Pasien Covid-19: Corona is Real, Kalau Ingin Have Fun Pikir Lagi!

Pasien Covid-19: Corona is Real, Kalau Ingin Have Fun Pikir Lagi!

Megapolitan
Polisi: Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Depok Ditangkap di Bekasi

Polisi: Pembunuh Perempuan di Margonda Residence Depok Ditangkap di Bekasi

Megapolitan
Video Anji dan Hadi Pranoto soal Temuan Antibodi Covid-19 Disebut Punya Kepentingan Penjualan Obat Herbal

Video Anji dan Hadi Pranoto soal Temuan Antibodi Covid-19 Disebut Punya Kepentingan Penjualan Obat Herbal

Megapolitan
Total 2.483 Orang Dirawat, Pasien Covid-19 di Jakarta Tebanyak Sejak Awal Pandemi

Total 2.483 Orang Dirawat, Pasien Covid-19 di Jakarta Tebanyak Sejak Awal Pandemi

Megapolitan
Kasus Jenazah Hilang di TPU Karang Bahagia, Polisi Temukan Potongan Tengkorak di Septic Tank

Kasus Jenazah Hilang di TPU Karang Bahagia, Polisi Temukan Potongan Tengkorak di Septic Tank

Megapolitan
Motor Pengantar Tabung Gas Terbakar di Jatinegara

Motor Pengantar Tabung Gas Terbakar di Jatinegara

Megapolitan
Positivity Rate Covid-19 di Jakarta 7,8 Persen Selama Sepekan Terakhir

Positivity Rate Covid-19 di Jakarta 7,8 Persen Selama Sepekan Terakhir

Megapolitan
Penyintas Covid-19 Sebut Mereka yang Abai Protokol Kesehatan sebagai Orang Arogan

Penyintas Covid-19 Sebut Mereka yang Abai Protokol Kesehatan sebagai Orang Arogan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X