Kompas.com - 13/09/2012, 06:30 WIB
EditorHertanto Soebijoto

TANGERANG, KOMPAS.com - Kamar mandi di kawasan publik, mulai dari area parkir hingga ruang tunggu, di Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, Banten, masih terkesan jorok dan kotor. Fasilitas publik yang seharusnya sudah menggunakan sistem kering sering terlihat basah karena perilaku penggunanya.

”Pengguna sering mengeluh lantai kamar mandi basah, tisu, keran air, dan penerangan tidak ada. Petugas pembersih kamar mandi sebenarnya sudah menyediakannya. Akan tetapi, barang- barang peralatan kamar mandi itu sering dicuri orang,” kata Corporate Secretary PT Angkasa Pura II Trisno Heryadi di Bandara Internasional Soekarno- Hatta, Rabu (12/9/2012).

Trisno menjelaskan, kasus pencurian bola lampu, tisu, tempat gantungan tisu, keran air, dan gantungan baju dalam kamar mandi dalam kawasan bandara itu sangat mengganggu kenyamanan pengguna jasa angkutan di bandara tersebut.

”Pencurian fasilitas ini sudah sering terjadi. Akan tetapi, siapa pelaku pencurian itu, kami belum tahu secara pasti,” ujar Trisno. Namun, dia menduga, pencurian tersebut dilakukan oknum dan pengguna jasa bandara.

”Dalam beberapa kasus, petugas keamanan menangkap salah seorang penumpang pesawat yang mencuri barang dalam kamar mandi. Alasannya karena keran air itu lebih bagus dari yang ada di rumahnya,” kata Trisno.

Trisno menjelaskan, kasus pencurian ini sering terjadi saat pergerakan pesawat sangat padat, di antaranya pukul 05.00-10.00 dan pukul 17.00-19.00, musim liburan, serta hari besar.

”Saat itu, jumlah penumpang dan pengantar atau penjemput sudah overload,” kata Trisno.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penanggung jawab

General Affairs Angkasa Pura II Cabang Bandara Soekarno-Hatta Yudis Tiawan mengatakan, terhitung mulai bulan ini, pihaknya memberlakukan penanggung jawab dari setiap kamar mandi.

Di Bandara Soekarno-Hatta terdapat 294 kamar mandi. Sebanyak 115 unit di antaranya berada di Terminal 1, 163 unit di Terminal 2, dan 16 unit di Terminal 3.

”Hampir 80 persen toilet tersebut berada di area publik yang digunakan ratusan orang setiap harinya. Pengguna sudah overload, kami sulit untuk mendeteksi pelaku pencurian itu,” ujar Yudis. (PIN)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.