Nachrowi: Jadikan Pilkada G 20 S DKI

Kompas.com - 16/09/2012, 17:17 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Nachrowi Ramli, berharap agar pemilihan kepala daerah DKI Jakarta berlangsung damai. Ia juga menginginkan agar pilkada kali ini dapat menghasilkan pemimpin yang baik.

"Saya berharap saat pencoblosan, jangan sampai seperti (peristiwa) G 30 S PKI, ada kerusuhan. Kita berharap nanti (pilkada) jadi G 20 S DKI. Jadi Gerakan 20 September di mana kita dapat memilih pemimpin yang bertanggung jawab," kata Nachrowi dalam acara donor darah di Jakarta International Expo (PRJ), Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (16/9/2012).

Pria yang berpasangan dengan calon gubernur petahana Fauzi Bowo itu berharap tidak ada lagi warga Jakarta yang tidak menggunakan hak pilihnya pada pilkada putaran dua ini. Ia juga menginginkan agar isu suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA) tidak memecah persatuan warga Jakara. Ia juga menolak isu SARA yang beredar bahwa pemimpin harus berasal dari agama tertentu.

"Kita harus toleran dalam keberagaman.Bagi bangsa indonesia pemimpin bisa dari mana saja.  Yang penting siapa saja pemimpinnya harus toleran," ujar Nachrowi.

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    124 Jiwa Mengungsi karena Kebakaran di Angke Selasa Sore

    124 Jiwa Mengungsi karena Kebakaran di Angke Selasa Sore

    Megapolitan
    Viral Surat Hasil Swab Positif Covid-19, Rizieq Shihab Akui Sedang Isolasi Mandiri

    Viral Surat Hasil Swab Positif Covid-19, Rizieq Shihab Akui Sedang Isolasi Mandiri

    Megapolitan
    Asrama Mahasiswa dan Pusat Studi Jepang UI Dibidik Jadi Tempat Isolasi OTG Covid-19 di Depok

    Asrama Mahasiswa dan Pusat Studi Jepang UI Dibidik Jadi Tempat Isolasi OTG Covid-19 di Depok

    Megapolitan
    2 Kantong Parkir Disiapkan untuk Kendaraan Warga yang Terkena Banjir Pejagalan

    2 Kantong Parkir Disiapkan untuk Kendaraan Warga yang Terkena Banjir Pejagalan

    Megapolitan
    Libur Akhir Tahun Dipangkas, Wali Kota Bekasi: Lebih Baik Diam di Rumah

    Libur Akhir Tahun Dipangkas, Wali Kota Bekasi: Lebih Baik Diam di Rumah

    Megapolitan
    Jelang Pilkada 2020, Rumah Lawan Covid-19 Mulai Data Pasien Ber-KTP Tangsel

    Jelang Pilkada 2020, Rumah Lawan Covid-19 Mulai Data Pasien Ber-KTP Tangsel

    Megapolitan
    Blok Makam Khusus Jenazah Covid-19 Muslim di di TPU Pondok Ranggon Penuh, Berikut Alternatifnya

    Blok Makam Khusus Jenazah Covid-19 Muslim di di TPU Pondok Ranggon Penuh, Berikut Alternatifnya

    Megapolitan
    Saat Reuni 212, Rizieq Shihab Minta Maaf Telah Timbulkan Kerumunan

    Saat Reuni 212, Rizieq Shihab Minta Maaf Telah Timbulkan Kerumunan

    Megapolitan
    Ridwan Kamil: Situ di Depok Jarang Termanfaatkan Maksimal

    Ridwan Kamil: Situ di Depok Jarang Termanfaatkan Maksimal

    Megapolitan
    Pemilik Rumah di Kamar, Pencuri Nekat Ambil 2 Ponsel di Pejaten Barat

    Pemilik Rumah di Kamar, Pencuri Nekat Ambil 2 Ponsel di Pejaten Barat

    Megapolitan
    Serang Lawan dengan Air Keras dan Celurit, Empat Pemuda Geng Garjok di Kedoya Ditangkap

    Serang Lawan dengan Air Keras dan Celurit, Empat Pemuda Geng Garjok di Kedoya Ditangkap

    Megapolitan
    Ini Rekayasa Lalu Lintas Selama Uji Coba Underpass Senen Extension

    Ini Rekayasa Lalu Lintas Selama Uji Coba Underpass Senen Extension

    Megapolitan
    Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis di Kota Bekasi, Dinsos: Ibunya ODGJ

    Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis di Kota Bekasi, Dinsos: Ibunya ODGJ

    Megapolitan
    TPU Pondok Ranggon Hampir Penuh, Sudah 4.550 Jenazah Covid-19 Dimakamkan Selama Pandemi

    TPU Pondok Ranggon Hampir Penuh, Sudah 4.550 Jenazah Covid-19 Dimakamkan Selama Pandemi

    Megapolitan
    Anggota DPRD DKI Jakarta Ngotot Naik Gaji di Masa Pandemi, Warga: Luar Biasa Ya

    Anggota DPRD DKI Jakarta Ngotot Naik Gaji di Masa Pandemi, Warga: Luar Biasa Ya

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X