Program Kampung Deret Jokowi Disambut Positif

Kompas.com - 04/10/2012, 14:25 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan (DPGP) DKI Jakarta memberikan apresiasi kepada program Gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2012-2017, Joko Widodo, yang memiliki program membuat Kampung Deret di Bukit Duri, Jakarta Selatan, atau di sekitar Kali Ciliwung. DPGP DKI Jakarta juga akan menyelaraskan rencana pembangunan permukiman dengan kebijakan gubernur baru yang memprioritaskan penataan kawasan kumuh di DKI Jakarta.

"Kami akan survei dulu di lapangan, harus ada detailnya lahan mana yang dipakai dan dikembangkan. Itu gagasan bagus," kata Kepala DPGP DKI Jakarta Novizal, di acara Sosialisasi Penyusunan Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman Daerah (RP4D), di Hotel Akmani, Jakarta, Kamis (4/10/2012).

Ia mengatakan, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bertugas di bawah Gubernur DKI Jakarta. Dengan demikian, apa pun kebijakan yang diambil oleh pimpinan harus dilakukan.

Dikatakan oleh Novizal, untuk membangun Kampung Deret membutuhkan dana yang besar.

"Untuk pembangunan di satu kawasan saja membutuhkan dana sekitar Rp 18-Rp 20 miliar. Dana tersebut tidak hanya untuk pembangunan gedung, tetapi juga untuk penyediaan sarana, prasarana, dan utilitas," ujarnya.

Selanjutnya, DPGP DKI juga mendukung rencana pembangunan rumah susun terpadu yang berdiri di lahan milik Pemprov DKI Jakarta.  Hal ini mengingat untuk pembebasan lahan di Ibu Kota dibutuhkan biaya yang sangat besar sehingga bisa dimanfaatkan lahan pasar tradisional yang di atasnya dibangun rumah susun.

"Kita juga sudah melakukan kajian pasar tradisional dilengkapi dengan puskesmas dan hunian di atasnya," katanya.

DPGP DKI, kata Novizal, sedang menyusun anggaran untuk 2013. Dalam anggaran tersebut dimungkinkan juga anggaran untuk pembangunan rumah deret dan rumah susun terpadu untuk dimasukkan.

"Kita tidak bisa membangun tanpa perencanaan yang matang. Studi memang melalui konsultan, tapi untuk studi awal oleh Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah dulu," katanya.

Sementara itu, terkait program pembangunan rumah susun murah di kawasan bisnis, seperti Sudirman dan Thamrin, Novizal mengatakan, semuanya mungkin bisa dilaksanakan asalkan lahan dalam wilayah itu masih tersedia.

"Sepanjang lahannya tersedia kemungkinan bisa, misalnya di Thamrin ada Perumnas Kebon Kacang. Namun, itu bukan kebijakan dari Dinas Perumahan. Kita lihat apakah ada revitalisasi. Kami ikut mendukung sepanjang untuk pelayanan warga DKI," kata Novizal.

Sebelumnya, calon gubernur DKI Jakarta terpilih, Joko Widodo, telah menyiapkan sejumlah perencanaan pembangunan Ibu Kota. Salah satunya dengan memprioritaskan pembangunan di DKI Jakarta dari kawasan pinggiran. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kesenjangan sosial yang selama ini dirasa cukup mencolok di Jakarta.

Bahkan, setelah dilantik, dia akan langsung berkoordinasi dengan jajaran Pemprov DKI untuk meminta data wilayah kumuh untuk dilakukan penataan wilayah yang lebih manusiawi.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Wajib Punya SIKM dan Ajukan Perizinan

    Pedagang Hewan Kurban dari Luar Jakarta Wajib Punya SIKM dan Ajukan Perizinan

    Megapolitan
    Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

    Ratusan Pasar Ditutup karena Covid-19, Pedagang Mengeluh Rugi

    Megapolitan
    Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

    Unilever: Penutupan Sementara Pabrik Tak Pengaruhi Pasokan Produk untuk Konsumen

    Megapolitan
    Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

    Starbucks Pecat Pegawai yang Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV

    Megapolitan
    19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

    19 Karyawan Pabrik Unilever yang Terinfeksi Covid-19 Bekerja di Area Produksi Teh

    Megapolitan
    Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

    Disdik Kota Tangerang Minta Sekolah Tunda Tagih Uang Seragam hingga Buku

    Megapolitan
    Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

    Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai Belum Berjalan Efektif di Pasar Kopro

    Megapolitan
    265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

    265 Karyawan Pabrik Unilever di Cikarang Jalani Tes PCR Setelah Ada Pegawai Positif Covid-19

    Megapolitan
    Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

    Pedagang di Pasar Kopro Sudah Mulai Berjualan, tetapi Masih Sepi Pembeli

    Megapolitan
    KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

    KPAI Minta Pemprov Jakarta Evaluasi Alat Ukur Seleksi Jalur Prestasi

    Megapolitan
    Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

    Polisi Kantongi Ciri-ciri Pria yang Hendak Culik 8 Anak di Depok, Ada Tato Naga di Lengan

    Megapolitan
    Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

    Pasar Kopro Sudah Buka, Belum Ada Aparat yang Awasi Jumlah Pengunjung

    Megapolitan
    KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

    KPAI: Warga Jakarta Paling Banyak Laporkan Masalah PPDB 2020

    Megapolitan
    UPDATE 2 Juli: Tambah 198, Total 11.680 Kasus Covid-19 di Jakarta

    UPDATE 2 Juli: Tambah 198, Total 11.680 Kasus Covid-19 di Jakarta

    Megapolitan
    Pastikan Tak Ada Lagi Penggunaan Kantong Plastik, Pengelola Pasar Cibubur Sidak Pedagang

    Pastikan Tak Ada Lagi Penggunaan Kantong Plastik, Pengelola Pasar Cibubur Sidak Pedagang

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X